Tugas
Pertemuan 2
Fakkar Nuansa Pekerti
13514906 / 3PA18
Logo
terapi (Frankl)
Menurut Frankl logoterapi memiliki wawasan mengenai
manusia yang berlandaskan tiga pilar filosofis yang satu dengan lainya erat
hubunganya dan saling menunjang yaitu:
a) Kebebasan
berkehendak (Freedom of Will)
Dalam pandangan
logoterapi, manusia adalah mahluk yang istimewa karena mempunyai kebebasan.
Kebebasan disini bukanlah kebebasan yang mutlak, tetapi kebebasan yang
bertanggungjawab. Kebebasan manusia bukanlah kebebasan dari (freedom from)
kondisi-kondisi biologis, psikologis dan sosiokultural tetapi lebih kepada
kebebasan untuk mengambil sikap (freedom to take a stand) atas kondisi-kondisi
tersebut. Kelebihan manusia yang lain adalah kemampuan untuk mengambil jarak
(to detach) terhadap kondisi di luar dirinya, bahkan manusia juga mempunyai
kemampuan-kemampuan mengambil jarak terhadap dirinya sendiri (self detachment).
Kemampuan-kemampuan inilah yang kemudian membuat manusia disebut sebagai “the
self deteming being” yang berarti manusia mempunyai kebebasan untuk menentukan
sendiri apa yang dianggap penting dalam hidupnya.
b) Kehendak
Hidup Bermakna (The Will to Meaning)
Menurut Frankl,
motivasi hidup manusia yang utama adalah mencari makna. Ini berbeda denga
psikoanalisa yang memandang manusia adalah pencari kesenangan atau juga
pandangan psikologi individual bahwa manusia adalah pencari kekuasaan. Menurut
logoterapi bahwa kesenagan adalah efek dari pemenuhan makna, sedangkan
kekuasaan merupakan prasyarat bagi pemenuhan makna itu. Mengenal makna itu
sendiri menurut Frankl bersifat menarik (to pull) dan menawari (to offer)
bukannya mendorong (to push). Karena sifatnya menarik itu maka individu
termotivasi untuk memenuhinya agar ia menjadi individu yang bermakna dengan
berbagai kegiatan yang sarat dengan makna.
c) Makna
Hidup (The Meaning Of Life)
Makna hidup adalah
sesuatu yang dianggap penting, benar dan didambakan serta memberikan nilai
khusus bagi seseorang. Untuk tujuan praktis makna hidup dianggap identik dengan
tujuan hidup. Makna hidup bisa berbeda antara manusia satu dengan yang lainya
dan berbeda setiap hari, bahkan setiap jam. Karena itu, yang penting bukan
makna hidup secara umum, melainkan makna khusus dari hidup seseorang pada suatu
saat tertentu. Setiap manusia memiliki pekerjaan dan misi untuk menyelesaikan
tugas khusus. Dalam kaitan dengan tugas tersebut dia tidak bisa digantikan dan
hidupnya tidak bisa diulang. Karena itu, manusia memiliki tugas yang unik dan
kesempatan unik untuk menyelesaikan tugasnya (Frankl, 2004).
1. Konsep
dasar pandangan frankl tentang perilaku Kepribadian
Prinsip dan Konsep Dasar
Pandangan Frankl tentang kesehatan psikologis
menekankan pentingnya kemauan akan arti. Tentu saja ini merupakan kerangka, di
dalamnya segala sesuatu yang lain diatur. Frankl berpendapat bahwa manusia
harus dapat menemukan makna hidupnya sendiri dan kemudian setelah menemukan
mencoba untuk memenuhinya. Bagi Frankl setiap kehidupan mempunyai makna, dan
kehidupan itu adalah suatu tugas yang harus dijalani. Mencari makna dalam hidup
inilah prinsip utama teori Frankl yang dinamakan Logoterapi. Logoterapi
memiliki tiga konsep dasar, yakni kebebasan berkeinginan, keinginan akan makna,
dan makna hidup. Kata “logo” berasal dari bahasa Yunani “logos” yang berarti
makna atau meaning dan juga “rohani”. Adapun kata “terapi” berasal dari bahasa
Inggris therapy yang artinya penggunaan teknik-teknik menyembuhkan dan mengurangi
suatu penyakit. Jadi, kata logoterapi artinya penggunaan teknik untuk
menyembuhkan dan mengurangi atau meringankan suatu penyakit melalui penemuan makna
hidup.
Istilah tema utama logoterapi adalah karakteristik
eksistensi manusia, dengan makna hidup sebagai inti teori. Menurut Frankl yang
paling dicari dan diinginkan manusia dalam hidupnya adalah makna, yaitu makna
yang didapat dari pengalaman hidupnya baik dalam keadaan senang maupun dalam
penderitaan. Konsep keinginan kepada makna (the will to meaning) inilah menjadi
motivasi utama kepribadian manusia (Frankl, 1977). Sebutan the will to meaning sengaja
dibedakan Frankl dengan sebutan the drive to meaning karena makna dan
nilai-nilai hidup tidak mendorong (to push, to drive) tetapi seakan-akan
menarik (to pull) dan menawari (to offer) manusia untuk memenuhi kenyataan hidup,
yang menurutnya pula tidaklah menyediakan keseimbangan tanpa tegangan, tetapi
justru menawarkan suatu tegangan khusus, yaitu tegangan kenyataan diri pada
waktu sekarang dan makna makna yang harus dipenuhi : Bring us Meaning. Di
antara kedua hal itulah proses pengembangan pribadi berlangsung.
2. Unsur-Unsur
Dasar Terapi
A. Tujuan
Logoterapi
Agar dalam masalah yang
dihadapi klien dia bisa menemukan makna dari penderitaan dan kehidupan serta
cinta. Dengan penemuan itu klien akan dapat membantu dirinya sehingga bebas
dari masalah tersebut.
B. Fungsi
dan Peran Terapis
1. Menjaga
hubungan yang akrab dan pemisahan ilmiah
2. Mengendalikan
filsafat pribadi
3. Terapis
bukan guru atau pengkhotbah
4. Memberi
makna lagi pada hidup
5. Memberi
makna lagi pada penderitaan
6. Menekankan
makna kerja
7. Menekankan
makna cinta
8. Hubungan
Klien dengan Terapis
C. Teknik
Logoterapi
Dijelaskan dalam Semiun
(2006) teknik-teknik logoterapi terdiri atas intensi paradoksikal, Derefleksi
dan Bimbingan Rohani.
1) Intensi
Paradoksikal
Teknik intensi
paradoksikal adalah teknik dimana klien diajak melakukan sesuatu yang paradoks
dengan sikap klien terhadap situasi yang dialami. Jadi klien diajak mendekati
dan mengejek sesuatu (gejala) dan bukan menghindarinya atau melawannya. Teknik
ini pada dasarnya bertujuan lebih daripada perubahan pola-pola tingkah laku.
Lebih baik dikatakan suatu reorientasi eksistensial. Menurut logoterapi disebut
antagonisme psikonoetik yang mengacu pada kapasitas manusia untuk melepaskan
atau memisahkan dirinya tidak hanya dari dunia, tetapi juga dari dirinya
sendiri.
2) Derefleksi
Frankl (dalam Semiun,
2006) percaya, bahwa sebagian besar persoalan kejiwaan berasal dari perhatian
yang terlalu fokus pada diri sendiri. Dengan mengalihkan perhatian dari diri
sendiri dan mengarahkannya pada orang lain, persoalan-persoalan itu akan hilang
dengan sendirinya. Dengan teknik tersebut, klien diberi kemungkinan untuk
mengabaikan neurosisnya dan memusatkan perhatian pada sesuatu yang terlepas
dari dirinya.
3)
Bimbingan Rohani
Bimbingan rohani adalah metode yang khusus digunakan terhadap pada
penanganan kasus dimana individu berada pada penderitaan yang tidak dapat
terhindarkan, atau dalam suatu keadaan yang tidak dapat dirubahnya dan tidak
mampu lagi berbuat selain menghadapinya. Pada metode ini, individu didorong
untuk merealisasikan nilai bersikap dengan menunjukkan sikap positif terhadap
penderitaanya, dalam rangka menemukan makna di balik penderitaan tersebut.
Rational
Emotive Therapy (Ellis)
1. Konsep
Dasar
Ellis memandang manusia
bersifat rasional dan irasional. Orang berperilaku dalam cara-cara tertentu,
mempunyai derajat yang tinggi dalam sugestibilitas dan emosionalitas yang negatif.
Para penganut teori RET percaya bahwa tidak ada orang yang disalahkan
dalam segala sesuatu yang dilakukannya, tetapi setiap orang bertanggungjawab
akan semua perilakunya. Unsur pokok terapi rasional-emotif adalah asumsi bahwa
berfikir dan emosi bukan dua proses yang terpisah. Emosi disebabkan dan
dikendalikan oleh pikiran. Emosi adalah pikiran yang dialihkan dan
diprasangkakan sebagai suatu proses sikap dan kognitif yang intrinsik.
Pandangan yang penting ,Ellis (Shertzer & Stone,
1980, 175-176) mengemukakan ada 12 pikiran yang tak rasional yang dapat
menimbulkan perilaku neurosis atau psikologis :
Manusia yang hidup dalam masyarakat mau tidak mau
dapat dicintai ataupun ditolak oleh orang lain disekitarnya setiap saat.
Bahwa seseorang yang hidup dalam masyarakat harus
mempersiapkan diri secara kompeten, edekuat agar ia dapat mencapai kehidupan
yang layak dan berguna bagi masyarakat.
Bahwa banyak orang dalam kehidupan masyarakat yang
tidak baik, merusak, jahat ataupun kejam dan oleh karena itu patutlah
disalahkan dihukum setimpal dengan dosanya.
Bahwa kehidupan mausia senantiasa dihadapkan kepada
berbagai kemungkinan malapetaka, bencana yang dahsyat, mengerikan, menakutkan
yang mau tidak mau harus dihadapi oleh manusia dalam hidupnya.
Bahwa ketidaksenangan atau penderitaan emosional
dari seseorang muncul dari tekanan ekternal dan individu hanya mempunyai
kemampuan sedikit sekali untuk mengontrol perasaannya atau untuk menghilangkan
perasaan depresi atau yang bertentangan.
Bila ada suatu hal yang berbahaya atau menakutkan,
maka individu berusaha keras untuk menghadapi dan mengatasi depresi atau
yang bertentangan.
Bahwa lebih mudah untuk menjauhi kesulitan hidup
tertentu dan tanggungjawab diri daripada usaha untuk mengadapi dan
mengahargainya hanya untuk menghargai bentuk disiplin diri.
Bahwa sisa pengalaman masa lalu semuanya sangat
penting karena hal itu berpengaruh sangat kuat terhadap kehidupan individu dan
menentukan perasaan dan perilaku individu yang ada sekarang.
Bahwa individu akan lebih baik untuk menghindarkan
diri daripada mengerjakan sesuatu.
Bahwa individu akan mencapai kebahagiaan hidup
dengan menyenangkan diri sendiri.
Bahwa individu akan mencapai sesuatu derajat yang
tinggi dalam hidupnya untuk merasakan sesuatu yang menyenangkan, atau
memerlukan kekuatan supernatural untuk mencapainya.
Bahwa individu secara umum mempunyai nilai diri
sebagai manusia dan penerimaan diri untuk tergantung dari kebaikan penampilan
individu dan tingkat penerimaan oleh orang lain terhadap individu.
2. Unsur-unsur
Terapi:
Munculnya Gangguan Dari
eksperimen ini Berne mengamati bahwa kehidupan sehari-hari banyak ditentukan
oleh bagaimana ketiga status ego (anak, dewasa, dan orang tua) saling
berinteraksi dan hubungan traksaksional antara ketiga status ego itu dapat
mendorong pertumbuhan diri seseorang, tetapi juga dapat merupakan sumber-sumber
gangguan psikologis. Percobaan Eric Berne ini dilakukan hamper 15 tahun dan
akhirnya dia merumuskan hasil percobaannya itu dalam suatu teori yang disebut
Analisis Transaksional dalam Psikoterapi yang diterbitkan pada tahun 1961.
Selanjutnya tahun 1964 dia menulis pula tentang Games Pupil Play, dan tahun
1966 menerbitkan Principles of Group Treatment. Pengikut Eric Berne adalah
Thomas Harris, Mc Neel J. dan R. Grinkers
1. Teknik-teknik
terapi
Teknik emotif (afektif)
Teknik Assertive Training , yaitu teknik yang
digunakan untuk melatih, medorong dan membiasakan klien untuk terus menerus
menyesuaikan diri dengan perilaku tertentu yang diinginkan.
Teknik sosiodrama, yang digunakan untuk
mengekspresikan berbagai jenis perasaan yang menekan (perasaan negatif) melalui
suasana yang didramatisasikan.
Teknik self modeling atau diri sebagai model, yakni
teknik yang digunakan untuk meminta klien agar berjanji atau mengadakan
komitmen dengan konselor untuk menghilangkan perasaan atau perilaku tertentu.
Teknik imitasi, yakni teknik yang digunakan dimana
klien diminta untuk menirukan secara terus menerus soal model perilaku tertentu
dengan maksud menhadapi dan menghilangkan perilakunya sendiri yang negatif.
Teknik Behavioristik
Teknik reinforcement / penguatan, yaitu teknik yang
digunakan untuk mendorong klien kearah perilaku yang lebih rasional dan logis
dengan jalan memberikan pujian verbal (reward) ataupun punishment/ hukuman.
Teknik social modeling/ penguatan modeling, yakni
teknik yang digunakan untuk memberikan perilaku-perilaku baru kepada klien.
Teknik live models/ model dari kehidupan nyata, yang
digunakan untuk menggambarkan perilaku tertentu.
Teknik-teknik kognitif
Home work assigments/ pemberian tugas rumah , klien
diberikan tugas rumah untuk berlatih, membiasakan diri serta
menginternalisasikan sistem nilai tertentu yang menurut pola perilaku yang
diharapkan.
Teknik Assertive , teknik yang digunakan untuk
melatih keberanian klien dalam mengekspresikan perilaku tertentu yang
diharapkan melalui role playing atau bermain peran.
Bibliotherapy, teknik yang digunakan untuk
membalikkan pola pikir irasional dan ketidaklogisan dalam diri konseli yang
menyebabkan permasalahan lewat buku-buku.
Konselor memilih buku-buku bacaan yang sekiranya
dapat membantu konseli dalam mengubah pola pikir irasional menjadi rasional.
Terapi
Kelompok (Group Therapy)
A. Konsep
Carl Rogers tentang kepribadian
Berbagai istilah dan
konsep yang muncul dalam penyajian teori Rogers mengenai kepribadian dan
perilaku yang sering memiliki arti yang unik dan khas dalam orientasi sebagai
berikut :
1.
Pengalaman
Pengalaman mengacu pada
dunia pribadi individu. Setiap saat, sebagian dari hal ini terkait akan
kesadaran. Misalnya, kita merasakan tekanan pena terhadap jari – jari kita
seperti yang kita tulis. Beberapa mungkin sulit untuk membawa ke dalam
kesadaran, seperti ide, “Aku orang yang agresif”. Sementara kesadaran
masyarakat yang sebenarnya dari total lapangan pengalaman mereka mungkin
terbatas, setiap individu adalah satu – satunya yang bisa tahu itu seluruhnya.
2.
Realitas
Untuk tujuan
psikologis, realitas pada dasarnya adalah dunia pribadi dari persepsi individu,
meskipun untuk tujuan sosial realitas terdiri dari orang – orang yang memiliki
persepsi tingkat tinggi kesamaan antara berbagai individu. Dua orang akan
setuju pada kenyataan bahwa orang tertentu adalah politisi. Satu melihat
dirinya sebagai seorang wanita baik yang ingin membantu orang dan berdasarkan
kenyataan orang menilai untuk dirinya. Kenyataannya orang lain adalah bahwa
politisi menyisihkan uang untuk rakyat dalam memiliki tujuan untuk memenangi
hati dari rakyat. Oleh karena itu orang ini memberi suara padanya (wanita).
Dalam terapi, di sebut sebagai merubah perasaan dan merubah persepsi.
3.
Organisme Bereaksi sebagai Terorganisir
yang utuh
Seseorang mungkin
lapar, tetapi karena harus menyelesaikan laporan. Maka, orang tersebut akan
melewatkan makan siang. Dalam psikoterapi, klien sering menjadi lebih jelas
tentang apa yang lebih penting bagi mereka. Sehingga perubahan perilaku di
arahkan dalam tujuan untuk di klasifikasikan. Seorang politisi dapat memutuskan
untuk tidak mrncalonkan diri untuk mendapatkan jabatan karena ia memutuskan
bahwa kehidupan keluarganya lebih penting dari pada mencalonkan diri sebagai
pejabat.
4.
Organisme mengaktualisasi kecenderungan
(The Organism Actualizing Tendency)
Ini adalah prinsip
utama dalam tulisan – tulisan dari Kurt Goldstein, Hobart Mowrer, Harry Stack
Sullivan, Karen Horney, dan Andras Angyai. Untuk nama hanya beberapa.
Perjuangan untuk mengajarkan anak dalam belajar jalan adalah sebuah contoh. Ini
adalah keyakinan Rogers dan keyakinan sebagaian besar teori kepribadian yang
lain. Di beri pilihan bebas dan tidak adanya kekuatan eksternal. Individu lebih
memilih untuk menjadi sehat daripada sakit, untuk menjadi independen dari pada
bergantung. Dan secara umum untuk mendorong pengembangan optimal dari organisme
total.
5.
Frame Internal Referensi
Ini adalah bidang persepsi
individu. Ini adalah cara dunia muncul dan sebuah makna yang melekat pada
pengalaman dan melibatkan perasaaan. Dari titik orang memiliki pusat pandangan.
Kerangka acuan internal memberikan pemahamana sepenuhnya tentang mengapa orang
berperilaku seperti yang mereka lakukan. Hal ini harus di bedakan dari
penilaian eksternal perilaku, sikap, dan kepribadian.
6.
Konsep Diri
Istilah – istilah
mengacu pada gesalt, terorganisir konsisten, konseptual terdiri dari persepsi
karakteristik “I” atau “saya” dan persepsi tentang hubungan dari “I” atau “Aku”
kepada orang lain dan berbagai aspek kehidupan, bersama dengan nilai – nilai
yang melekat pada persepsi ini. Menurut Gesalt kesadaran merupakan cairan dan
proses perubahan.
7.
Symbolization
Ini adalah proses di mana
individu menjadi sadar. Ada kecenderungan untuk menolak simbolisasi untuk
pengalaman berbeda dengan konsep dirinya. Misalnya, orang – orang menganggap
dirinya benar akan cenderung menolak simbolisasi tindakan berbohong. Pengalaman
ambigu cenderung di lambangkan dengan cara yang konsisten dengan konsep diri.
Seorang pembicara kurang percaya diri dapat di lambangkan khalayak diam sebagai
terkesan, orang yang percaya diri dapat melambangkan sebuah kelompok yang penuh
perhatian dan tertarik.
8.
Penyesuaian Psikologis & Ketidakmampuan
Menyesuaikan diri
Hal ini mengacu pada
konsistensi, atau kurangnya konsistensi, antara pengalaman individu sensorik
dan konsep diri. Sebuah konsep diri yang mencakup unsur – unsur kelemahan dan
ketidaksempurnaan memfasilitasi simbolisasi dari pengalaman kegagalan.
Kebutuhan untuk menolak atau mendistorsi pengalaman seperti tidak ada dan
karena itu menumbuhkan kondisi penyesuaian psikologis.
9.
Organismic Valuing Process
Ini adalah proses yang
berkelanjutan di mana individu bebas bergantung pada bukti indra mereka sendiri
untuk membuat penilaian. Hal ini yang berbeda dengan sistem fixed menilai
intrijected di tandai dengan “kewajiban” dan “keharusan” dan juga dengan apa
yang seharusnya benar / salah. Proses menilai organismic konsisten dengan
hipotesis.
10.
The Fully Functioning Person
Rogers mendefinisikan
mereka yang bergantung pada Organismic valuing process seperti Fully
functioning person. Dapat mengalami semua perasaan mereka, ketakutan,
memungkinkan kesadaran bergerak bebas di dalam pikiran mereka dan melalui
pengalaman mereka.
B. Unsur
– Unsur Terapi (Person – Centered)
1. Peran
Terapis
Menurut Rogers, peran
terapis bersifat holistik, berakar pada cara mereka berada dan sikap – sikap
mereka, tidak pada teknik – teknik yang di rancang agar klien melakukan
sesuatu. Penelitian menunjukkan bahwa sikap – sikap terapislah yang
memfasilitasi perubahan pada klien dan bukan pengetahuan, teori, atau teknik –
teknik yang mereka miliki. Terapis menggunakan dirinya sendiri sebagai
instrument perubahan. Fungsi mereka menciptakan iklim terapeutik yang membantu
klien untuk tumbuh. Rogers, juga menulis tentang I-Thou. Terapis menyadari
bahasa verbal dan nonverbal klien dan merefleksikannya kembali. Terapis dan
klien tidak tahu kemana sesi akan terarah dan sasaran apa yang akan di capai.
Terapis percaya bahwa klien akan mengembangkan agenda mengenai apa yang ingin
di capainya. Terapis hanya fasilitator dan kesabaran adalah esensial.
2. Tujuan
Terapis
Rogers berpendapat
bahwa terapis tidak boleh memaksakan tujuan – tujuan atau nilai – nilai yang di
milikinya pada pasien. Fokus dari terapi adalah pasien. Terapi adalah
nondirektif, yakni pasien dan bukan terapis memimpin atau mengarahkan jalannya
terapi. Terapis memantulkan perasaan – perasaan yang di ungkapkan oleh pasien
untuk membantunya berhubungan dengan perasaan – perasaanya yang lebih dalam dan
bagian – bagian dari dirinya yang tidak di akui karena tidak diterima oleh
masyarakat. Terapis memantulkan kembali atau menguraikan dengan kata – kata pa
yang di ungkapkan pasien tanpa memberi penilaian.
C. Teknik
– Teknik Terapi
Untuk terapis person – centered, kualitas hubungan
terapis jauh lebih penting daripada teknik. Rogers, percaya bahwa ada tiga
kondisi yang perlu dan sudah cukup terapi, yaitu :
1. Empathy
2. Positive
Regard (acceptance)
3. Congruence
-
Empati adalah kemampuan terapis untuk
merasakan bersama dengan klien dan menyampaikan pemahaman ini kembali kepada
mereka. Empati adalah usaha untuk berpikir bersama dan bukan berpikir tentang
atau mereka. Rogers mengatakan bahwa penelitian yang ada makin menunjukkan
bahwa empati dalam suatu hubungan mungkin adalah faktor yang paling berpengaruh
dan sudah pasti merupakan salah satu faktor yang membawa perubahan dan
pembelajaran.
-
Positive Regard yang di kenal juga
sebagai akseptansi adalah geunine caring yang mendalam untuk klien sebagai
pribadi – sangat menghargai klien karena keberadaannya.
-
Congruence / Kongruensi adalah kondisi
transparan dalam hubungan tarapeutik dengan tidak memakai topeng atau pulasan –
pulasan.
Menurut Rogers perubahan kepribadian yang positif dan signifikan hanya bisa terjadi di dalam suatu hubungan.
Menurut Rogers perubahan kepribadian yang positif dan signifikan hanya bisa terjadi di dalam suatu hubungan.
Terapi
Perilaku
A. Konsep
Dasar
Adapun konsep dasar dalam dalam kepriabdian menurut
Rogers adalah
1. Menekankan
pada dorongan dan kemampuan yang terdapat dalam diri individu yang berkembang,
untuk hidup sehat dan menyesuaikan diri.
2. Menekankan
pada unsur atau aspek emosional dan tidak pada aspek intelektual.
3. Menekankan
pada situasi yang langsung dihadapi individu, dan tidak pada masa lampau.
4. Menekankan
pada hubungan terapeutik sebagai pengalaman dalam perkembangan individu yang bersangkutan.
B. Unsur
Unsur Terapi
-
Perkuatan Positif
Pembentukan suatu pola
tingkah laku dengan memberikan ganjaran atau perkuatan segera setlah tingkah
laku yang diharapkan muncul adalah suatu cara yang ampuh untuk mengubah tingkah
laku. Pemerkuat-pemerkuat baik primer (memuaskan kebutuhan-kebutuhan fisiologis)
maupun sekunder (memuaskan kebutuhan–kebutuhan psikologis dan social),
diberikan untuk rentang tingkah laku yang luas. Contoh pemerkuat primer adalah
makanan dan tidur atau istirahat. Contoh pemerkuat sekunder adalah yang bisa
menjadi alat yang ampuh untuk membentuk tingkah laku yang diharapkan antara
lain adalah senyuman, pujian, uang dan hadiah-hadiah. Penerapan pemberian
perkuatan positif pada psikoterapi membutuhkan spesifikasi tingkah laku yang
diharapkan, penemuan tentang apa agen yang memperkuat bagi individu dan
penggunaan perkuatan positif secara sistematis guna memunculkan tingkah laku
yang diingkan.
-
Pembentukan Respon
Dalam pembentukan
respon, tingkah laku sekarang secara bertahap diubah dengan memperkuat
unsur-unsur kecil dari tingkah laku baru yang diinginkan secara berturut-turut
sampai mendekati tingkah laku akhir. Pembentukan respon berwujud pengemabangan
suatu respon yang pada mulanya tidak terdapat dalam perbendaharaan tingkah laku
individu.
-
Perkuatan Intermiten
Perkuatan intermiten
diberikan secara bervariasi kepada tingkah laku yang spesifik. Tingkah laku
dikondisikan oleh perkuatan intermiten pada umumnya lebih tahan terhadap
pengahpusan disbanding dengan tingkah laku yang dikondisikan melalui pemberian
perkuatan yang terus-menerus.
-
Penghapusan
Terapis, guru dan orang
tua yang menggunakan penghapusan sebagai teknik utama dalam mengahpus tingkah
laku yang tidak diinginkan harus mencatat bahwa tingkah laku yang tidak
diinginkan itu pada mulanya bias menjadi lebih buruk sebelum akhirnya terhapus
atau dikurangi.
-
Pencontohan
Dalam pencontohan,
individu mengamati seorang model dan kemudian diperkuat untuk mencontoh tingkah
laku sang model. Bandura (1969) menyatakan bahwa belajar yang bias diperoleh
melalui pengalaman langsung bias pula diperoleh secara tidak langsung dengan
mengamati tingkah laku orang lain berikut konsekuensi-konsekuensinya. Jadi,
kecakapan-kecakapan social tertentu bias diperoleh dengan mengamati dan
mencontoh tingkah laku model-model yang ada.
-
Token Economy
Metode token economy
dapat digunakan untuk membentuk tingkah laku apabila persetujuari dan
pemerkuat-pemerkuat yang tidak bias diraba lainnya tidak memberikan pengaruh.
Dalam token economy, tingkah laku yang layak bias diperkuat dengan
perkuatan-perkuatan yang bias diraba (tanda-tanda seperti kepingan logam) yang
nantinya bias ditukar dengan objek-obejk atau hak istimewa yang diingini.
Metode token economy sangat mirip dengan yang dijumpai dalam kehidupan nyata,
misalnya, para pekerja dibayar untuk hasil pekerjaan mereka. Penggunaan
tanda-tanda sebagai pemerkuat-pemerkuat bagi tingkah laku yang layak memiliki
beberapa keuntunga, yaitu :
1. Tanda-tanda tidak
kehilangan nilai insentifnya,
2. Tanda-tanda bisa
mengurangi penundaan yang ada diantara tingkah laku yang layak dengan
ganjarannya,
3. Tanda-tanda bias
digunakan sebagai pengukur yang kongkret bagi motivasi individu untuk mengubah
tingkah laku tertentu,
4. Tanda-tanda adalah
bentuk perkuatan yang positif,
5. Individu memiliki
kesempatan untuk memutuskan bagaimana menggunakan tanda-tanda yang
diperolehnya,
6. Tanda-tanda
cenderung menjembatani kesenjangan yang sering muncul diantara lembaga dan
kehidupan sehari-hari.
C. Teknik-Teknik
Konseling Dalam Client-Centered Therapy
Client-centered therapy menempatkan
tanggungjawab tidak pada konselor tetapi pada klien. Maka teknik-teknik
konselingnya adalah sebagai berikut :
-
Acceptance (penerimaan)
-
Respect (rasa hormat)
-
Understanding (mengerti dan memahami)
-
Reassurance (menentramkan hati dan
menyakinkan)
-
Ecouragement (dorongan)
-
Limited Questioning (pertanyaan
terbatas)
-
Reflection (memantulkan pertanyaan dan
perasaan)
Daftar Pustaka
Warda Lisa Staff Gunadarma : http://wardalisa.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/26405/Materi+10+-+TeoriKepribadianEmilFrankl.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar