Fakkar Nuansa Pekerti (13514906)
3PA18
KASUS
Rafli
seorang sosok yang ceria tiba-tiba melakukan
pengancaman serta pemukulan terhadap teman tongkrongannya. Hal ini disebabkan
karena ia kesal dan merasa kecewa terhadap teman-temannya, ia merasa patah hati
karena perempuan yang ia sayangi menjadi kekasih teman akrabnya Erik. Sebelumnya
Rafli dan Erik terlihat selalu bersama, hubungannya sangat dekat seperti
Kakak-Adik. Namun, Rafli juga merasa kecewa pada teman yang lain lantaran Rafli
merasa ada dorongan dari teman-teman tongkrongannya sehingga Erik dengan
perempuan tersebut terlibat asmara. Selain itu, Rafli merasa tidak dihargai
karena Rafli yang mengajak bermain dan nongkrong di tempat tersebut. Rafli juga
merasa bahwa ia mengenalkan satu per satu teman-temannya pada kekasihnya waktu
itu. Kini, Rafli sekarang terlihat murung dan tidak pernah bermain bersama dengan
Erik dan teman-teman lainnya akibat rasa kecewanya dan terlihat tidak seperti
biasanya jika bertemu dengan Erik maupun teman-temannya.
TEORI
PSIKOANALISIS
Struktur Kepribadian
Menurut pandangan psikoanalitik, struktur kepribadian dibagi menjadi tiga yaitu:
Menurut pandangan psikoanalitik, struktur kepribadian dibagi menjadi tiga yaitu:
a)
Id
Kepribadian seseorang hanya terdiri dari id ketika
dilahirkan. Id kurang terorganisasi, buta, menuntut, dan mendesak. Id tidak
bisa mentoleransi tegangan, dan bekerja untuk melepaskan tegangan itu sesegera
mungkin serta untuk mencapai keadaan homeostatik. Id diatur oleh asas
kesenangan, bersifat tidak logis, amoral, dan didorong oleh satu kepentingan.
b)
Ego
Ego adalah eksekutif dari kepribadian yang
memerintah, mengendalikan, dan mengatur. Tugas utama Ego adalah menjadi
pengantar naluri-naluri dengan lingkungan sekitar. Ego mengendalikan kesadaran
dan melaksanakan sensor. Ego berlaku realistis dan berpikir logis serta
merumuskan rencana-rencana tindakan bagi pemuasan kebutuhan-kebutuhan.
c)
Superego
Superego adalah cabang moral atau hukum dari kepribadian,
kode moral bagi individu yang urusan utamanya adalah apakah suatu tindakan baik
atau buruk, benar atau salah. Superego merepresentasikan hal yang ideal yang
real dan mendorong bukan pada kesenangan tetapi pada kesempurnaan. Superego
berfungsi menghambat impuls-impuls dari Id.
TEKNIK
TERAPI
Analisis Transferensi
Transferensi merupakan inti dari terapi psikoanalitik. Transferensi dalam proses terapeutik ketika “urusan yang tidak selesai” dimasa lalu klien dengan orang-orang yang berpengaruh menyebabkan dia mendistorsi masa sekarang. Analisis trasferensi adalah teknik yang utama dalam psikoanalisis, sebab mendorong klien untuk menghidupkan kembali masa lampaunya dalam terapi. Ia memungkinkan klien mampu memperoleh pemahaman atas sifat dari fiksasi dan deprivasi dan menyajikan pemahaman tentang pengaruh masa lampau terhadap kehidupannya sekarang. Singkatnya, efek-efek psikopatologis dari hubungan masa dini yang tidak diinginkan dihambat oleh penggarapan atas konflik emosional yang sama yang terdapat dalam hubungan terapeutik dengan analis.
Transferensi merupakan inti dari terapi psikoanalitik. Transferensi dalam proses terapeutik ketika “urusan yang tidak selesai” dimasa lalu klien dengan orang-orang yang berpengaruh menyebabkan dia mendistorsi masa sekarang. Analisis trasferensi adalah teknik yang utama dalam psikoanalisis, sebab mendorong klien untuk menghidupkan kembali masa lampaunya dalam terapi. Ia memungkinkan klien mampu memperoleh pemahaman atas sifat dari fiksasi dan deprivasi dan menyajikan pemahaman tentang pengaruh masa lampau terhadap kehidupannya sekarang. Singkatnya, efek-efek psikopatologis dari hubungan masa dini yang tidak diinginkan dihambat oleh penggarapan atas konflik emosional yang sama yang terdapat dalam hubungan terapeutik dengan analis.
ANALISIS
Rafli tidak dapat menyeimbangkan id, ego, dan super
ego. Id dan ego yang dimiliki oleh Rafli lebih besar pengaruhnya dibandingkan
super ego yang dimilikinya. Id Rafli menjadi lebih besar karena ia merasa tidak
dihargai, akibat apa yang Erik dan teman-temannya lakukan. Ia melanggar nilai-nilai
& norma yang ada di masyarakat. Ego juga melakukan apa yang Id inginkan
karena terlalu besarnya dorongan Id sehingga SuperEgo tidak dapat menampungnya
dan menilai bahwa apa yang ia lakukan adalah tindakan yang wajar.
Tupoksi seorang konselor disini harus dapat
mengetahui dan memberikan empati secara keseluruhan apa yang dirasakan sampai Rafli
berani melakukan tindakan yang melanggar. Setelah itu, konselor memberikan
arahan maupun masukan-masukan agar Rafli kembali menjadi sosok ceria dan tidak
mengganggu aktivitas sosialnya di saat bertemu dengan teman-temannya,
agar Rafli bisa lebih objektif terhadap permasalahan tersebut dan lebih
komprehensif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar