Selasa, 21 Maret 2017

Tulisan 1 (Contoh Kasus Psikoanalisis)

Fakkar Nuansa Pekerti (13514906)
3PA18
KASUS
            Rafli seorang sosok yang ceria tiba-tiba melakukan pengancaman serta pemukulan terhadap teman tongkrongannya. Hal ini disebabkan karena ia kesal dan merasa kecewa terhadap teman-temannya, ia merasa patah hati karena perempuan yang ia sayangi menjadi kekasih teman akrabnya Erik. Sebelumnya Rafli dan Erik terlihat selalu bersama, hubungannya sangat dekat seperti Kakak-Adik. Namun, Rafli juga merasa kecewa pada teman yang lain lantaran Rafli merasa ada dorongan dari teman-teman tongkrongannya sehingga Erik dengan perempuan tersebut terlibat asmara. Selain itu, Rafli merasa tidak dihargai karena Rafli yang mengajak bermain dan nongkrong di tempat tersebut. Rafli juga merasa bahwa ia mengenalkan satu per satu teman-temannya pada kekasihnya waktu itu. Kini, Rafli sekarang terlihat murung dan tidak pernah bermain bersama dengan Erik dan teman-teman lainnya akibat rasa kecewanya dan terlihat tidak seperti biasanya jika bertemu dengan Erik maupun teman-temannya.

TEORI PSIKOANALISIS
Struktur Kepribadian
Menurut pandangan psikoanalitik, struktur kepribadian dibagi menjadi tiga yaitu:

a)         Id
Kepribadian seseorang hanya terdiri dari id ketika dilahirkan. Id kurang terorganisasi, buta, menuntut, dan mendesak. Id tidak bisa mentoleransi tegangan, dan bekerja untuk melepaskan tegangan itu sesegera mungkin serta untuk mencapai keadaan homeostatik. Id diatur oleh asas kesenangan, bersifat tidak logis, amoral, dan didorong oleh satu kepentingan.
b)      Ego
Ego adalah eksekutif dari kepribadian yang memerintah, mengendalikan, dan mengatur. Tugas utama Ego adalah menjadi pengantar naluri-naluri dengan lingkungan sekitar. Ego mengendalikan kesadaran dan melaksanakan sensor. Ego berlaku realistis dan berpikir logis serta merumuskan rencana-rencana tindakan bagi pemuasan kebutuhan-kebutuhan.
c)      Superego
Superego adalah cabang moral atau hukum dari kepribadian, kode moral bagi individu yang urusan utamanya adalah apakah suatu tindakan baik atau buruk, benar atau salah. Superego merepresentasikan hal yang ideal yang real dan mendorong bukan pada kesenangan tetapi pada kesempurnaan. Superego berfungsi menghambat impuls-impuls dari Id.



TEKNIK TERAPI
Analisis Transferensi
Transferensi merupakan inti dari terapi psikoanalitik. Transferensi dalam proses terapeutik ketika “urusan yang tidak selesai” dimasa lalu klien dengan orang-orang yang berpengaruh menyebabkan dia mendistorsi masa sekarang. Analisis trasferensi adalah teknik yang utama dalam psikoanalisis, sebab mendorong klien untuk menghidupkan kembali masa lampaunya dalam terapi. Ia memungkinkan klien mampu memperoleh pemahaman atas sifat dari fiksasi dan deprivasi dan menyajikan pemahaman tentang pengaruh masa lampau terhadap kehidupannya sekarang. Singkatnya, efek-efek psikopatologis dari hubungan masa dini yang tidak diinginkan dihambat oleh penggarapan atas konflik emosional yang sama yang terdapat dalam hubungan terapeutik dengan analis.
ANALISIS
Rafli tidak dapat menyeimbangkan id, ego, dan super ego. Id dan ego yang dimiliki oleh Rafli lebih besar pengaruhnya dibandingkan super ego yang dimilikinya. Id Rafli menjadi lebih besar karena ia merasa tidak dihargai, akibat apa yang Erik dan teman-temannya lakukan. Ia melanggar nilai-nilai & norma yang ada di masyarakat. Ego juga melakukan apa yang Id inginkan karena terlalu besarnya dorongan Id sehingga SuperEgo tidak dapat menampungnya dan menilai bahwa apa yang ia lakukan adalah tindakan yang wajar.
Tupoksi seorang konselor disini harus dapat mengetahui dan memberikan empati secara keseluruhan apa yang dirasakan sampai Rafli berani melakukan tindakan yang melanggar. Setelah itu, konselor memberikan arahan maupun masukan-masukan agar Rafli kembali menjadi sosok ceria dan tidak mengganggu aktivitas sosialnya di saat bertemu dengan teman-temannya, agar Rafli bisa lebih objektif terhadap permasalahan tersebut dan lebih komprehensif.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar