Jumat, 16 Januari 2015

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB (KEL 8, Rangkuman IBD)

1. PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB

Tanggung jawab menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. sehingga bertanggung jwab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab atau menggung akibatnya.

Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.

2. MACAM-MACAM TANGGUNG JAWAB

Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadai. Bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah kemanusiaan megenai dirinya sendiri.

Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga merupajna masyarakat kecil. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya.

Tanggung jawab terhadap masyarakat
Manusia adalah makhluk sosial, dari pernyataan tersebut bisa dikatakan bahwa manusia saling membutuhkan satu dengan yang lain.

Tanggung jawab kepada bangsa atau Negara
Setiap orang yang lahir dan tinggal tetap disuatu negara disebut warga negara. Sebagia warga negara seseorang individu mempunyai tanggung jawab atas bangsa dan negaranya.

Tanggung jawab terhadap tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap tuhan.sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukum-hukuman tuahn yang ditungkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama.


3. PENGABDIAN DAN PENGORBANAN

Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran , pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang , hormat atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan tulus tanpa mengharapkan imbalan.

Pengorbanan barasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu megandung pamrih.


Pengorbanan merupakan akibat dari  pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan.

Kamis, 15 Januari 2015

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP KEL 7 (RANGKUMAN ILMU BUDAYA DASAR)

1. Pengertian pandangan hidup dan idelogi


  • Ideologi adalah sitem pemikiran abstrak (tidak hanya sekedar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalh publik sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik
  • Pandangan hidup adalah sikap manusia yang paling mendasar dalam menyikapi segala hal yang terjadi, baik itu berupa masalah, tugas, tantangan dan segala yang dilakukan manusia pasti mempunyai pandangan masing-masing.
2. Cita-cita

Menurut kamus umum bahasa Indonesia, yang disebut cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pemikiran merupakan apa yang ingin diperoleh seseorang pada masa mendatang.

3. Kebajikan

Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agam dan etika. Manusia bebuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, makhluk bermoral.

4. Pengertian Usaha

Usaha atau perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. setiap manusia harus bekerja keras untuk kelanjutan hidupnya. sebagian hidup manusia adalah usaha atau perjuangan.

5. Keyakinan atau Kepercayaan

Keyakinan atau kepercayaan menjadi dasar pandangan hidup manusia yaitu suatu pemikiran yang mendalam terhadap sesuatu hal yang dianut kemudian menjadi pedoman hidup yang berasal dari akal atau kekuasaan tuhan. menurut Prof.Dr.Harun Nasution ada tiga aliran filsafat, yaitu :


  • Aliran naturalisme
  • Aliran intelektualisme
  • Aliran gabungan
6. Langkah-langkah berpandangan hidup yang baik

  • mengenal
  • mengerti
  • menghayati
  • meyakini
  • mengabdi


MANUSIA DAN KEADILAN - KEL 6 (RANGKUMAN ILMU BUDAYA DASAR)


Arti Keadilan

Menurut kamus umum bahasa Indonesia susunan W.J.S Poerwadarminta kata adil berarti tidak berat sebelah atau memihak manapun tidak sewenang-wenang. Sedangkan menurut istilah keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan menurut Aristoteles, yaitu :

  • Keadilan legal atau keadilan moral
  • Keadilan ditributive
  • Keadilan komutatif
Kecurangan

Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya, atau orang itu memnag dari hatinya sudah berbuat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan berusaha.

Beberapa faktor yang menimbulkan beberapa kecurangan, anatar lain :

  • Faktor ekonomi
  • Faktor peradaban dan kebudayaan
  • Teknis
Supremasi hukum di Indonesia masih harus direformasi untuk menciptakan kepercayaan masyarkat dan dunia internasinal terhadap sistem hukum Indonesia. Masih banyak kasus-kasus ketidak adilan hukum yang terjadi di negara kita.

Cara masyarakat mengomentari ketidak adilan

Melalui karya-karya seperti : 
1. Puisi
2.Film
3. Lagu

Pembalasan

Pembalasan adalah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. 

Kesimpulan

Keadilan merupakan pengakuan dan perbuatan yang seimbang antara hak dan kewajiban, tidak memihak sebelah ataupun tidak sewenang-wenang. 
Kejujuran berarti apa yang dikatakan seseorang itu sesuai dengan hati nuraninya dan kenyataan yang benar.


Sabtu, 06 Desember 2014

Tugas Rangkuman Kelompok 5 (Manusia & Penderitaan)

Hubungan Manusia dengan Penderitaan
Penderitaan yang berasal dari kata derita, yang berarti menahan atau menanggung. Intensitas ketahanan akan penderitaan setiap orang ada tingkatannya, ada yang berat ada pula yang ringan. Sesuatu yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu dianggap penderitaan oleh orang lain. Karena penderitaan tidak ada yang sama menurut satu dengan lain orang. Contohnya hujan, merupakan penderitaan untuk orang di dataran rendah, namun menjadi nikmat untuk sebagian orang. Setiap orang pasti pernah mengalami penderitaan, dan itu sudah merupakan resiko. Namun dibalik itu Tuhan sudah menyiapkan sebuah hikmah untuk diambil nantinya.
Penderitaan dapat dilihat dari dua faktor, yaitu internal yang berasal dari dalam diri seperti tekanan batin contohnya, dan eksternal yang berasal dari luar, seperti ejekan dan sebagainya. Faktor eksternal terbagi lagi menjadi dua, yakni eksternal murni dan tidak murni. Eksternal murni adalah penyebab yang benar-benar berasal dari luar diri manusia yang bersangkutan.Sedangkan Eksternal tidak murni merupakan penderitaan yang bukan akibatdari ulah manusia yang bersangkutan.

·         Siksaan
Siksaan atau penyiksaan digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan hati korban. Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan fisik maupun psikologis, yang sengaja dilakukan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman, sadisme. Siksaan juga dapat dilakukan untuk interogasi untuk mendapatkan pengakuan.
·         Kekalutan Mental
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan jiwa.
Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah:
Terasa jelas pada fisiknya yang sering merasakan pusing, sesak nafas, nyeri pada lambung. Juga pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, dan mudah marah.
Kekalutan merupakan titik patah dan yang bersangkutan mengalami gangguan
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental:
·  Cara pematangan batin yang salahdengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial
·       Terjadi konflik sosial budaya
·       Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
Penderita kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti:
·         Orang yang terlalu mengejar materi
·         Anak-anak muda usia
·         Wanita
·         Kota-kota besar
·         Orang yang tidak beragama

Bagaimanakah Cara Mengatasi Penderitaan ?
Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekwenksi manusia hidup. Bahwa manusia hidup di takdirkan bukan hanya untuk bahagia, melainkan juga menderita. Untuk itu manusia diharuskan untuk optimis. Penderitaan pasti pernah di alami oleh setiaporang. Namun jika orang tersebut tidak mencoba berjuang untuk bangkit dari keterpurukan, hanya depresi dan ketakutan yang akan dirsakan.
Dan kita sebagai manusia tidak boleh putus asa atau pun mengeluh, yakin bahwa semua penderitaan itu adalah tantangan dan kita harus berjuang melawan penderitaan itu dan yakin selalu ada hikmah dibalik itu semua. Oleh karena itu saat penderitaan sedang melanda di kehidupan kita janganlah kita berkeluh kesah melainkan banyak berdoa dan selalu berfikir secara positif karena di balik penderitaan, InsyaAllah akan selalu berakhir manis.
Apa Saja Pengaruh Tejadinya Penderitaan ?
Orang yang mengalami penderitaan akan memperoleh pegaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang diperoleh dapat berupa sikap yang postif maupun sikap yang negatif.
Dapat berupa kekecewaan, duka, kesedihan, kekacauan hati dan fikiran. Pengaruh penderitaan juga dapat berupa perubahan pola fikir seseorang, pola perilaku dan pandangan hidup seseorang. Masih banyak orang yang menganggap penderitaan hanyalah membawa dampak buruk atau pengaruh buruk bagi mereka, tanpa disadari jika mereka berusaha menggali makna dari penderitaan tersebut sebenarnya memiliki suatu arti berupa pelajaran bagi setiap individu tersebut..

Sikap positif adalah sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukanlah rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan. Sedangkan sikap negatif adalah sikap pesimis dalam mengatasi penderitaan yang telah dialaminya.



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAd5tWCD2Q90x-dgpMjLHXkVhW7Y_aNBfTdAZBUvcdIrdodv7wgv3BCsamGnIgjlROfJJCCACjLMg2A_KhqAS2XtojvLAgLwzqh7WMbaPWdTeoZaPkmoRaYJRQJZGqvfoluOsxuSEV0qk/s1600/Mind+Map+IBD+5.PNG

Tugas individu IBD ( Rangkuman Materi Kelompok 2 )

Pendekatan Kesusastraan
Ilmu budaya Dasar pada kali ini berkaitan dengan budaya yang ada dalam keseharian dan budaya bangsa. Ada istilah Humamnities yang berasal dari bahasa latin yaitu, manusiawi, berbudaya, dan halus. Humanities juga berkaitan dengan cabang-cabang lainnya seperti filsafat, teologi, seni, dan cabang-cabangnya termasuk sastra, sejara, cerita rakyat, dsb.
Sastra adalah karya, sama posisinya dengan karya-karya lainnya, seperti Cerpen, Puisi, Lukissan, Patung, Musik, Seni Peran,dan apa saja yang merupakan hasil dari proses penciptaan.
Budaya yang dihubungkan dengan Prosa
Prosa adalah cerita karangan yang juga dapat diartikan sebagai bentuk cerita.
Prosa lama meliputi :
·         Dongeng
·         Hikayat
·         Sejarah
Prosa baru meliputi :
·         Kisah
·         Cerpen
·         Novel
·         Biografi
·         Otobiografi

Nilai – Nilai dalam prosa Fiksi
Prosa fiksi adalah prosa yang mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra, nilai-nilai diantaranya adalah :
1.      Memberi wawasan
2.      Memberi Informasi
3.      Memberi kesenangan
4.      Memberi warisan

Budaya yang dihubungkan dengan puisi
Puisi adalah karya tulisan yang mengekprsikan pengalaman jiwa sang penyairnya mengenai kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahsa yang Artistik dan Estetik, yang secara padu dan utuh didapatkan kata – katanya.
Kerativitas penyair dalam membangun puisinya yang meliputi sebagai berikut :
1.      Figurasi Bahasa
2.      Kata-kata yang bermakna ganda
3.      Kata-kata berjiwa
4.      Kata-kata yang sudah diberi nilai0nilai, rasa, dan asosiasi-asosiasi tertentu disebut juga kata-kata Konotatif

Alasan-alan yang mendasari penyajian puisi adalah :
Ø  Hubungan puisi dengan pengalaman individual
Ø  Puisi dan keinsyadan/kesadaran individual

Ø  Puisi dan keinsyafan/kesadaran sosial

Tugas IBD ( RANGKUMAN KELOMPOK 4)

Pengertian Manusia
Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya, karena manusia mempunyai akal dan pikiran untuk berfikir secara logis dan dinamis, dan bisa membatasi diri dengan perbuatan yang tidak dilakukan, dan kita pun bisa memilih perbuatan mana yang baik atau buruk untuk diri kita sendiri

Pengertian Keindahan
Keindahan, sering diutarakan kepada situasi tertentu, arti kata keindahan yaitu berasal dari kata “indah”, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Keindahan identik dengan kebenaran, sesuatu yang indah itu selalu mengandung kebenaran. Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah “kecantikan yang ideal” adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.
Dalam bahasa Latin, keindahan diterjemahkan dari kata “bellum” akar katanya adalah “benum” yang berarti kebaikan. Dalam bahasa Inggris diterjemahkan dengan kata “beautiful”, Prancis “beao” sedangkan Italy dan Spanyol ”beloo”. Kata benda Yunani klasik untuk “keindahan ” adalah , kallos, dan kata sifat untuk “indah” itu , kalos. Kata bahasa Yunani Koine untuk indah itu, hōraios, kata sifat etimologis berasal dari kata, hora, yang berarti “jam.” Dalam bahasa Yunani Koine, keindahan demikian dikaitkan dengan “berada di jam (waktu) yang sepatutnya.”

Hakikat dari Keindahan
Keindahan adalah susunan kualitas atau pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal yang disebut kesatuan (unity) keselarasan (harmony) kesetangkupan (symmetry) keseimbangan (balance) dan pertentangan (contrast).
Menurut luasnya pengertian keindahan dibedakan menjadi 3, yaitu :
Keindahan dalam arti luas.Menurut Aristoteles keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan,
Keindahan dalam arti estetik murni, yaitu pengalaman estetik seseorang dalam hubungan dengan segala sesuatu yang diserapnya,
Keindahan dalam arti terbatas, yaitu yang menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan penglihatan yakni berupa keindahan bentuk dan warna.

NILAI  ESTETIK
Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik.
Nilai itu ada yang membedakan antara nilai subyektif dan obyektif, Tetapi penggolongan yang penting ialah:
Nilai ekstrinsik yakni nilai yang sifatnya sebagai alat atau membantu untuk sesuatu hal. Contohnya tarian yang disebut halus dan kasar.
Nilai intrinsik yakni sifat baik yang terkandung di dalam atau apa yang merupakan tujuan dari sifat baik tersebut. Contohnya pesan yang akan disampaikan dalam suatu tarian.
Teori estetika keindahan menurut Jean M. Filo dalam bukunya “Current Concepts of Art” dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :
Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan itu bersifat subjektif adanya,  yakni karena manusianya menciptakan penilaian indah dan kurang indah dalam pikirannya sendiri.
Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan bersifat objektif adanya, yakni karena keindahan itu merupakan nilai yang intrinsik ada pada suatu objek.
Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan itu merupakan pertemuan antara yang subjektif dan yang objektif, artinya kualitas keindahan itu baru ada apabila terjadi pertemuan antara subjek manusia dan objek substansi.
Hubungan Manusia dengan Keindahan
Manusia dan keindahan memang tak bisa dipisahkan sehingga kita perlu melestarikan bentuk dari keindahan yang telah dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya dapat menjadi bagian dari suatu kebudayaan yang dapat dibanggakan. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan budaya. Karena itu dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun kapan pun dan siapa saja dapat menikmati keindahan..
Keindahan tersebut pada dasarnya adalah almiah. Alam itu ciptaan Tuhan. Alamiah itu adalah wajar tidak berlebihan dan tidak kurang. Konsep keindahan itu sendiri sangatlah abstrak ia identik dengan kebenaran. Batas keindahan akan behenti pada pada sesuatu yang indah dan bukan pada keindahan itu sendiri. Keindahan mempunyai daya tarik yang  selalu bertambah,  sedangkan yang tidak ada unsur keindahanya tidak mempunyai daya tarik.

Cara untuk Mengetahui Suatu Keindahan

1.     Renungan
Renungan berasal dari kata renung, merenung artinya dengan diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Jadi apa yang direnungkan itu bergantung kepada obyek dan subyek.
Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori. Teori-teori itu ialah:
TEORI PENGUNGKAPAN
TEORI METAFISIK
TEORI PSIKOLOGIS

2.     Keserasian
Keserasian identik dengan keindahan. Sesuatu yang serasi tentu tampak indah dan yang tidak serasi tidak indah. Karena itu sebagian ahli berpendapat bahwa keindahan ialah sejumlah kualitas pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal.

3.     Kehalusan
Kehalusan berasal dari kata halus artinya tidak kasar (perbuatan) lembut, sopan, baik budi bahasanya, beradab. Kehalusan berarti sifat-sifat yang halus. Halus itu berarti suatu sikap manusia dalam pergaulan baik dalam masyarakat kecil maupun dalam masyarakat luas. Sudah tentu sebagai lawannya ialah sikap kasar atau sikap orang-orang yang sedang emosi, bersikap sombong, bersikap kaku sikap orang yang sedang bermusuhan. Oleh karena itu kehalusan dapat menunjukan nilai keindahan seseorang dan sikap kasar bisa mengurangi nilai keindahan dari seseorang.

Kontemplasidan Ekstansi
Kontemplasi adalah suatu proses bermeditasi, merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk mencari nilai-nilai makna, manfaat, dan tujuan, atau niat hasil penciptaan. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah.

Tugas Individu (Merangkum jawaban kelompok yang belum terjawab) #3

(Kelompok 3)

Denno ( Kel.6 )
Cinta menurut agama budha metta ?
Agama Buddha memandang Cinta seutuhnya sebagai Brhma-viraha, yaitu empat keadaan batin yang luhur. Pertama: Metta, yaitu memancarkan cinta kasih yang tidak terbatas dan universal, dan kemauan baik terhadap semua makhluk, tanpa membuat perbedaan apa pun juga, seperti seorang ibu mencintai anaknya yang tunggal. Kedua:Karuna: yaitu belaskasihan terhadap semua makhluk yang sedang menderita, mendappat kesukaran dan kemalangan. Ketiga Mudita, yaitu kegembbiraan yang simpatik terhadap sukses, kejayaan dan kebahagiaan orang lain. Keempat Upekha:, yaitu keseimbangabedaan kepercayaa, warna kulit, bangsa, kelamin ataupun kedudukan social, maka dunia akan dapat diubah menjadi surge, dimana semua makhluk dapat hidup aman, damai dan harmoni, serta menjadi penduduk dunia yang beradab dan beraspirasi luhur

Agung ( Kel.5 )
Cinta kasih Erotis fisis itu berupa apa ?
Cintah kasih yang sudah dewasa dimana melihat fisik lawan jenis sehingga timbul rasa suka dan ingin lebih dekat. Karna itu bisa menjadi Cintah kasih yang sangat Besar.Apabila engkau berbicara tentang harapanmu kepada Alla, engkau dapat melukiskan rahmat cinta kasih seksual dalam perrnikahan

Diajeng ( Kel.2 )
Bagaimana Cinta Kasih seutuhnya tidak sesaat ?
Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih bersumber dari cinta yang mendalam. Cinta sendiri member arti memiliki peranan penting dalam suatu kehidupan, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan. Cinta juga bisa diartikan dalam arti lain yaitu pengikat yang kokoh antara manusia dan tuhannya sehingga manusia menyembah tuhan dengan ikhlas, dan mematuhi perintahnya.Jadi haruslah ada rasa percaya dan jujur antara suatu keluarga atau hungan agar terjalin komunikasih yang baik dalam membina suatu hubungan yang lama.


Mala ( Kel.4 )
apa itu piya,pema,rati,kama,tanha,ruci,dan sneha ?
Piya, pema, rati, kama, tanha, ruci, dan shena mungkin memang berbeda dengan Metta karna disni metta lebih menekaknnya rasa persaudaraan, ppersahabatan, dan pengorbanaan, yang mendorong kemauan baik, memandang makhluk lain sama dengan dirinya sendiri. Metta juga suatu keinginan untuk membahagiakan makhluk lain dan menyingkirkan kebencian (dosa) serta keinginan jahat (byapada), *Hanya demikian yang saya ketahui, mungkin bisa ditanyakan kepada agama Budha agar penjelasan dan pemahamannya detail. terimakasih..