TUGAS
KELOMPOK
SOFTSKILL (PSIKOLOGI
MANAGEMENT)

DISUSUN OLEH :
ALFRED DEARDO (10514828)
FAKKAR NUANSA PEKERTI (13514906)
FARHAN ALAMSYAH
(13514949)
NAUVAL MUHAMAD ZIKRI (17514870)
KELAS : 3PA18
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2014
A.
PSIKOLOGI MANAGEMENT
Manajemen adalah proses perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota
organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan
yang telah ditetapkan (Stoner).
Psikologi manajemen adalah ilmu tentang bagaimana
mengatur / me-manage sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan.
Kaitannya dengan psikologi :
Dengan ditemukan dan dikembangkannya ilmu psikologi,
diketahui bahwa unsur SDM ternyata merupakan yang terpenting dari ketiga modal
kerja perusahaan manapun. Pasalnya, ilmu psikologi yg memang berpusat pada
manusia, mampu mengintervensi berbagai faktor internal manusia seperti
motivasi, sikap kerja, keterampilan, dsb dengan berbagai macam teknik dan
metode, sehingga bisa dicapai kinerja SDM yang setinggi-tingginya untuk
produktivitas perusahaan.
Pengertian Manejemen
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Manajemen adalah orang yg mengatur pekerjaan atau kerja sama di antara berbagai
kelompok atau sejumlah orang untuk mencapai sasaran atau orang yg berwenang dan
bertanggung jawab membuat rencana, mengatur, memimpin, dan mengendalikan
pelaksanaannya untuk mencapai sasaran tertentu.
Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis
kuno ménagement, yang artinya seni melaksanakan dan mengatur. Menurut Mary
Parker Follet, manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui
orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan
mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.
B.
ORGANISASI
Definisi Organisasi :
Organisasi dapat diartikan sebagai suatu alat atau
wadah kerjasama untuk mencapai tujuan bersama dengan pola tertentu ,yang
perwujudannya memiliki kekayaan baik fisik maupun non fisik.
Menurut Rosenzweig,organisasi dapat dipandang
sebagai :
(1) Sistem sosial,yaitu orang-orang dalam kelompok,
(2) integrasi atau kesatuan dari aktivitas-aktivitas
orang-orang yang bekerja sama dan
(3) orang-orang yang berorientasi dan berpedoman
pada tujuan bersama.Sedangkan Allen, berpendapat bahwa organisasi adalah suatu
proses identifikasi dan pembentukan serta pengelompokan kerja, mendefinisikan
dan mendelegasikan wewenang dan tanggung jawab dan menetapkan hubungan-hubungan
dengan maksud untuk memungkinkan orang-orang bekerja sama secara efektif dalam
menuju tujuan yang ditetapkan.
Karakteristik Organisasi (Nicholas Henry, 1988 :
73):
Punya maksud tertentu, dan merupakan kumpulan
berbagai manusia
Punya hubungan sekunder (impersonal)
Punya tujuan yang khusus dan terbatas
Punya kegiatan kerjasama pendukung
Terintegrasi dalam sistem sosial yang lebih luas
Menghasilkan barang dan jasa untuk lingkungannya dan
sangat terpengaruh atas setiap perubahan lingkungan.
C.
DEFINISI KOMUNIKASI
Komunikasi mengandung makna bersama-sama (common).
Istilah komunikasi atau communication berasal dari bahasa Latin., yaitu
communication yang berarti pemberitahuan atau pertukaran. Kata sifatnya
communis, yang bermakna umum atau bersama-sama. Jadi secara garis besar , dalam
suatu proses komunikasi haruslah terdapat unsure-unsur kesamaan makna agar
terjadi suatu pertukaran pikiran dan pngertian antara komunikator (penyebar
pesan) dan komunikan (penerima pesan).
Proses komunikasi dapat diartikan sebagai ‘transfer
informasi’ atau pesan (message) dari pengiriman pesan sebagai komunikator dan
kepada penerima sebagai komunikan. Dalam proses komunikasi tersebut bertujuan
untuk mencapai saling pengertian (mutual understanding) antara kedua pihak yang
terlibat dalam proses komunikasi. Dalam proses komunikasi, komunikator
mengirimkan pesan atau informasi pada komunikan sebagai sasaran komunikasi. Wilbur
Schrarmm menyatakan komunikasi sebagai suatu proses berbagi (sharing process),
Schrarmm menguraikannya demikian :” komunikasi berasal dari bahasa latin
communis yang berarti umum (common) atau bersama. Apabila kita berkomunikasi,
sebenarnya kita sedang berusaha menumbuhkan suatu kebersamaan (commonness)
dengan seseorang, yaitu kita berusaha berbagi informasi, ide atau sikap.
Misalnya , saya sedang berusaha berkomunikasi dengan para pembaca untuk
menyampaikan ide bahwa hakikat sebuah komunikasi sebenarnya adalah usaha
membuat penerima atau pemberi komunikasi memiliki pengertian atau pemahaman
yang sama terhadap pesan tertentu.
“Dari uraian Schrarmm , dapat disimpulkan bahwa
sebuah komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang berhasil melahirkan
kebersamaan (commonness) , kesepahaman antara sumber (source) dengan penerima (audience
- receiver) . sebuah komunikasi akan efektif apabila audience menerima pesan,
pengertian dan lain-lain sama seperti yang dikehendaki oleh penyampai.
Menurut
tokoh :
Sarah Trebholm dan Arthur Jensen (1996
: 4) mendefinisikan komunikasi demikian: “A process by which a source
transmits a message to a reciever through some channel.” (Komunikasi
adalah suatu proses dimana sumber mentransmisikan pesan kepada penerima melalui
beragaman saluran.)
Hoveland ( 1948:371)11 mendefinisikan
komunikasi, demikian:” The process by which an individual ( the communicator )
transmits stimuli (usually verbal symbols ) to modify, the behavior of other
individu”.(Komunikasi adalah proses di mana individu mentransmisikan stimulus
untuk mengubah perilaku individu yang lain.)
Gode ( 1969: 5) memberikan pengertian mengenai
komunikasi, sebagai berikut:“It is a process that makes common to or several
what was the monopoly of one or some.” (Komunikasi adalah suatu proses
yang membuat kebersamaan bagi dua atau lebih yang semula monopoli oleh satu
atau beberapa orang.)
Raymond S. Ross (1983:8) mendefinisikan
komunikasi sebagai suatu proses menyortir, memilih dan mengirimkan
symbol-simbol sedemikian rupa, sehingga membantu pendengar membangkitkan makna
atau respons dari pikirannya yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh sang
komunikator.
Komunikasi merupakan proses pengalihan suatu maksud
dari sumber kepada penerima, proses tersebut merupakan suatu seri aktivitas ,
rangkaian atau taha-tahap yang memudahkan peralihan maksud tersebut (A.Winnet).
Komunikasi merupakan interaksi antar pribadi yang
menggunakan sistem simbol linguistik, seperti sistem simbol verbal (kata-kata)
dan non-verbal. Sistem ini dapat di sosialisasikan secara langsung atau tatap
muka atau melalui media lain (Tulisan, Oral dan Visual ) (Karlfriet Knapp).
D.
DIMENSI-DIMENSI KOMUNIKASI
Terdapat 4 dimensi didalam komunikasi, yaitu
:
1. Isi
Ani biasanya berbicara kepada Bimo tentang sesuatu.
Proses itu mempunyai suatu isi. Apabila kita bersuara di dalam suatu
percakapan, biasanya isinya pertama-tama adalah diri kita. Memang, isi dari
komunikasi adalah merupakan hal yang dipikirkan oleh para ahli psikologi dan
ahli bisnis ketika mereka memikirkan tentang hubungan antar manusia. Kita juga
dapat melihat adanya pembagian golongan dalam hal isi. Kita dapat
membeda-bedakan kategori dari jenis isi, misalnya apakah hal itu merupakan
fakta atau merupakan perasaan.
2. Suara
2. Suara
Kita dapat menjumpai suara saluran seperti gangguan
udara pada kawat telepon yang menyebabkan Bimo sukar untuk mendengar apa yang
dikatakan oleh Ani. kita juga perlu memikirkan tentang adanya suara-suara
psikologis, seperti misalnya pikiran Bimo tentang hal-hal lain, sehingga sekali
lagi adalah sukar bagi Bimo untuk mendengarkannya: ia tidak memahami kata-kata
yang dipergunakan oleh Ani di dalam cara sebagaimana Ani memahaminya.
3. Jaringan Komunikasi
Biasanya kita berpikir bahwa percakapan antara Ani
dengan Bimo adalah langsung. Tetapi banyak percakapan semacam itu, terutama di
dalam organisasi, ditengahi oleh orang lain. Suatu hal yang dianggap harus
dinyatakan oleh bagan organisasi kepada kita ialah bahwa Ani dapat berbicara dengan
Bimo hanya dengan melalui Cika atau Deni. Sebagaimana satu bab berikut akan
memperlihatkan, bahwa struktur jaringan yang dipergunakan oleh suatu organisasi
dapat sangat bermanfaat bagi kecepatan dan ketepatan komunikasi antar
anggotanya satu sama lain.
4. Arah Komunikasi
Arah Komunikasi dibagi menjadi dua, yaitu satu arah
dan dua arah. Lagi-lagi ini adalah merupakan dimensi yang bebas. Apapun yang
mungkin dikatakan oleh Ani dan Bimo, sejauh manapun gangguan suara ikut
terlibat, bagaimanapun jaringannya, Ani mungkin berbicara dengan Bimo
cara ini: Ani =>Bimo; atau cara ini: Ani=><=Bimo. Ani dapat berbicara
dan Bimo hanya dapat mendengarkan, yaitu komunikasi satu arah; atau Ani dapat
berbicara dan Bimo dapat membalas berbicara kembali, yaitu komuniksai dua arah.
A.
DEFINISI PENGARUH
Dampak sangat berhubungan erat dengan pengaruh. Bahkan tidak sedikit dari kita yang menganggap bahwa antara dampak dan pengaruh adalah sama. Sampai akhirnya beberapa ahli menguraikan keduanya berdasarkan pendapat apakah dampak dan pengaruh merupakan dua konsep yang berbeda atau salah satu diantaranya merupakan kosep pokok dan yang lainnya merupakan bentuk khususnya.
Definisi pengaruh menurut para ahli :
·
Pengertian Pengaruh Menurut M. Suyanto :
Pengaruh merupakan nilai kualitas suatu iklan
melalui media tertentu.
·
Pengertian Pengaruh Menurut Albert R.
Roberts & Gilber :
Pengaruh adalah wajah kekuasaan yang diperoleh oleh
orang ketika mereka tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan.
·
Pengertian Pengaruh Menurut Bertram
Johannes Otto Schrieke :
Pengaruh merupakan bentuk dari kekuasaan yang tidak
dapat diukur kepastiannya
F.
KUNCI-KUNCI PERUBAHAN PERILAKU
Perubahan merupakan peralihan kondisi yang tadinya
buruk, menjadi baik. Masyarakat yang berubah adalah masyarakat yang terdiri
dari individu berkepribadian (personality) baik. Personality tidak dibentuk
dari performance dan style seseorang, melainkan dari adanya daya intelektual
dan perbuatan. Selanjutnya, tidak hanya membentuk saja, tapi juga disertai
upaya menjadikan personality tersebut berkualitas.
Kunci perubahan masyarakat adalah membentuk daya
intelektual dan perbuatan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,
sehingga terjadilah perubahan perilaku yang secara otomatis diikuti dengan
perubahan masyarakat.
Perilaku yang akan menjadi kunci perubahan di
masyarakat adalah sikap yang mampu melalui berbagai benturan dengan gemilang,
adanya kepercayaan diri tanpa batas, dan tekad untuk terus berjuang hingga
titik nadi. Perubahan masyarakat akan berimplikasi terhadap perubahan individu,
karena di dalamnya ada interaksi sebagai kontrol sosial yang dapat mendidik manusia.
Secara definisi, masyarakat adalh kumpulan
individu-individu yang salingberinteraksi dan memiliki komponen perubahan yang
dapat mengikat satu individu dengan individu lain dengan perilakunya. Sedangkan
perubahan merupakan peralihan kondisi yang tadinya buruk, menjadi baik.
Masyarakat yang berubah adalah masyarakat yang terdiri dari satu individu
kepribadian
G.
MODEL MEMPENGARUHI PERILAKU
Jika minoritas bertahan, pada akhirnya mereka bisa
saja menang dan menemukan bahwa pandangan mereka kini menjadi mayoritas; hal
inilah yang tepatnya dialami oleh gerakan environmentalis, seperti yang ditulis
diatas. Akan tetapi apa yang terjadi terhadap minoritas ketika mereka menjadi
mayoritas? Dan apa yang terjadi pada mayoritas ketika mereka jatuh dari posisi
tersebut? Prisilin, Limbert dan Bauer (2000) telah meneliti
pertanyaan-pertanyaan tersebut dan memperoleh beberapa hasil yang mengejutkan.
Berdasarkan penelitian yang lebih awal, mereka memprediksi bahwa kehilangan
yang dialami oleh kelompok mayoritas yang minoritas akan lebih besar daripada
yang dialami oleh minoritas yang menjadi mayoritas (model asimetris). Untuk
menguji hipotesis ini, mereka meminta beberapa kelompok yang terdiri dari empat
orang untuk mendiskusikan pandangan mereka mengenai perlindungan lingkungan.
Tanpa di ketahui oleh partisipan, tiga orang pada setiap kelompok asisten
peneliti dan dua dari mereka bisa saja setuju dengan partisipan pada sebagian
besar isu (sehingga menempatkan orang tersebut sebagai mayoritas) atau tidak
setuju dengan partisipan (sehingga menempatkan orang tersebut
sebagai minoritas). Dengan berjalannya diskusi,baik ketiga asisten
mempertahankan posisi mereka (kondisi tidak berubah) atau salah satu dari
mereka berubah (menjadi setuju dengan partisipan jika pada awalnya asisten
tersebut tidak setuju atau menjadi tidak setuju jika pada awalnya asisten
tersebut setuju; kondisi ini adalah kondisi perubahan parsial). Akhirnya pada
kondisi ketiga (kondisi perubahan total), dua orang asisten mengubah pandangan
mereka.
Menjelaskan Berbagai Model Mempengaruhi Orang lain
& Perannya dalam Psikologi Manajemen
Model-model dalam Mempengaruhi Perilaku Orang Lain
dan Peranannya dalam Psikologi Manajemen
Cara mempengaruhi orang lain dengan dasar Pendekatan
Komunikasi Persuasi dikemukakan oleh Aristotle yang menyatakan terdapat 3
pendekatan dasar dalam komunikasi yang mampu mempengaruhi orang lain, yaitu;
1. Logical argument (logos), yaitu
penyampaian ajakan menggunakan argumentasi data-data yang ditemukan. Hal ini
telah disinggung dalam komponen data.
2. Psychological/ emotional
argument (pathos), yaitu penyampaian ajakan menggunakan efek emosi positif
maupun negatif.
3. Argument based on credibility
(ethos), yaitu ajakan atau arahan yang dituruti oleh komunikate/ audience
karena komunikator mempunyai kredibilitas sebagai pakar dalam bidangnya.
Contoh, kita menuruti nasehat medis dari dokter, kita mematuhi ajakan dari
seorang pemuka agama, kita menelan mentah-mentah begitu saja kuliah dari dosen.
Hal ini semata-mata karena kita mempercayai kepakaran seseorang dalam
bidangnya.
Menurut Burgon & Huffner (2002), terdapat
beberapa pendekatan yang dapat dilakukan agar komunikasi persuasi menjadi lebih
efektif. Maksudnya lebih efektif yaitu agar lebih berkesan dalam mempengaruhi
orang lain. Beberapa pendekatan itu antaranya;
1. Pendekatan berdasarkan bukti,
yaitu mengungkapkan data atau fakta yang terjadi sebaga bukti argumentatif agar
berkesan lebih kuat terhadap ajakan.
2. Pendekatan berdasarkan
ketakutan, yaitu menggunakan fenomena yang menakutkan bagi audience atau
komunikate dengan tujuan mengajak mereka menuruti pesan yang diberikan
komunikator. Misalnya, bila terjadi kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah
maka pemerintah dengan pendekatan ketakutan dapat mempersuasi masyarakat untuk
mencegah DBD.
3. Pendekatan berdasarkan humor,
yaitu menggunakan humor atau fantasi yang bersifat lucu dengan tujuan
memudahkan masyarakat mengingat pesan karena mempunyai efek emosi yang positif.
Contoh, iklan-iklan yang menggunakan bintang comedian atau menggunakan humor
yang melekat di hati masyarakat.
4. Pendekatan berdasarkan diksi,
yaitu menggunakan pilihan kata yang mudah diingat (memorable) oleh audience/
komunikate dengan tujuan membuat efek emosi positif atau negative. Misalnya,
iklan rokok dengan diksi “nggak ada loe nggak rame…”.
Namun keempat pendekatan tersebut dapat
dikombinasikan sesuai dengan tujuan persuasi dari komunikator.
H.
WEWENANG
Menurut beberapa tokoh :
G. R. Terry
“Authority is the official and legal right to
command by others and enforce compliance”.
Wewenang adalah kekuasaan resmi dan kekuasaan
pejabat untuk menyuruh pihak lain, supaya bertindak dn taat kepada pihk yang
memiliki wewenang itu.
Louis A Allen
“Authority is the sum of the power and rights
entrusted to make possible the performance of the worh delegated.
Wewenang adalah sejumlah kekuasaan (powers) dan hak
(rights) yang didelegasikan pada suatu jabatan.
Harold Koontz dan Cyril O’Donnel
“Authority is legal or right full power, right to
command or to act.”
Wewenang adalah kekuasaan yang sah, suatu hak untuk
memerintah atau bertindak.
Kesimpulan:
Wewenang (Authority) merupakan dasar untuk
bertindak, berbuat, dan melakukan kegiatan/aktivitas dalam suatu perusahaan.
Tanpa wewenang orang-orang dalam perusahaan tidak dapat berbuat apa-apa. Dalam
authority selalu terdapat power and right, tetapi dalam power belum tentu
terdapat authority and right.
Kenapa Authority sangat penting bagi seseorang?
1. Authority merupakan dasar hokum bagi seseorang
untuk dapat melakukan pekerjaan atau tugas-tugasnya.
2. Authority selalu akan menciptakan power, right,
dan responsibility.
3. Authority menyebabkan perintah-perintah manajer
dipatuhi dan ditaati.
4. Authority menyebabkan tolok ukur kedudukan, sifat
pekerjaan, dan tanggung jawab seorang karyawan dalam perusahaan.
5. Authority menjadi batas apa yang boleh dikerjakan
dan apa yang tidak boleh dikerjakan seseorang.
6. Authority merupakan kunci pekerjaan material.
Jenis-jenis Authority:
1. Line Authority (Wewenang garis)
2. Staff Authority (wewenang staf)
3. Functional Authority (wewenang fungsional)
4. Personality Authority (wewenang wibawa)
Sumber-sumber Authority:
1. Formal Authority Theory (Institutional approach =
teori wewenang formal)
2. Acceptance Authority theory (teori penerimaan
wewenang)
3. Authority of the stuation artinya wewenang
diperoleh seseorang karena situasi.
4. Position Authority artinya wewenang karena posisi
(jabatan) dalam organisasi.
5. Technical Authority (wewenang teknis) artinya
wewenang diperoleh seseorang karena keahlian khusus sebagai akibat dari
pengalaman, popularitas, kemampuan mengambil keputusan yang jitu.
6. Yuridis Authority (wewenang hokum) artinya
wewenang itu diperoleh seseorang karena hokum atau undang-undang.
Batas-batas Authority (Limits of Authority)
1. Kemampuan jasmaniah (fisik)
2. Alamiah
3. Teknologi
4. Pembatasan ekonomi
5. Partnership agreement
6. Lembaga
7. Pembatasan hukum
Sumber
:
Wiryanto. 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta :PT.Gramedia Widiarsana
Indonesia.
Zarkasi, Muslichah. 1978. Psikologi Manajemen. Jakarta: Erlangga
Supratiknya, A. (1995). Komunikasi Antar Pribadi, Tinjauan Psikologis.
Nawangsari, Sri. 1997. Komunikasi Bisnis. Jakarta: Gunadarma
Sarwono, Sarlito W. 2005. Psikologi Sosial
(Psikologi Kelompok dan Psikologi Terapan). Balai Pustaka, Jakarta.
Munandar, A.S. 2001. Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta : Penerbit Universitas
Indonesia
Munandar, A.S. 2001. Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia
Edgar, H Schein. (1991). Psikologi Organisasi. Jakarta. Pustaka Binaman Pressindo
Munandar, A.S. 2001. Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia
Edgar, H Schein. (1991). Psikologi Organisasi. Jakarta. Pustaka Binaman Pressindo
Merry, Meria.eJurnal. Taktik dan cara mempengaruhi orang lain dalam organisasi. 2011.diunduh
pada 11 oktober 09:00
Tidak ada komentar:
Posting Komentar