Minggu, 19 April 2015

Teori Kreativitas

A.    Teori-Teori Pendorong Kreativitas
 Kreativitas agar dapat terwujud diperlukan dorongan dari individu (motivasi intrinsik) maupun dorongan dari lingkungan (motivasi ekstrinsik)

·         Motivasi Intrinsik dari Kreativitas
Setiap individu memiliki kecenderungan atau dorongan mewujudkan potensinya, mewujudkan dirinya, dorongan berkembang menjadi matang, dorongan mengungkapkan dan mengaktifkan semua kapasitasnya.
Dorongan ini merupakan motivasi primer untuk kreativitas ketika individu membentuk hubungan-hubungan baru denganlingkungannya dalam upaya manjadi dirinya sepenuhnya. (Rogers dan Vernon 1982)

·         Kondisi eksternal yang mendorong perilaku kreatif
Kretaivitas memang tidak dapat dipaksakan, tetapi harus dimungkinkan untuk tumbuh, bibit unggul memerlukan kokdisi yang memupuk dan memungkinkan bibit itu mengembangkan sendiri potensinya.
Bagaimana cara menciptakan lingkungan eksternal yang dapat memupuk dorongan dalam diri anak (internal) untuk mengembangkan kreativitasnya?
Menurut pengalaman Carl Rogers dalam psikoterapi adalah dengan menciptakan kondisi keamanan dan kebebasan psikologis.

1.      Keamanan psikologis
Ini dapat terbentuk dengan 3 proses yang saling berhubungan:
a.     Menerima individu sebagaimana adanya dengan segala kelabihan dan keterbatasannya.
b.      Mengusahakan suasana  yang didalamnya evaluasi eksternal tidak ada / tidak mengandung efek mengancam. Evaluasi selalu mengandung efek mengancam yang menimbulkan kebutuhan akan pertahanan ego.
c.       Memberikan pengertian secara empatis
Dapat menghayati perasaan-perasaan anak, pemikiran-pemikirannya, dapat melihat dari sudut pandang anak dan dapat menenrimanya, dapat memberikan rasa aman.

2.      Kebebasan psikologis
Apabila guru mengijinkan atau memberi kebebasan kepada anak untuk mengekspresikan secara simbolis (melalui sajak atau gambar) pikiran atau perasaannya. Ini berarti mmebrei kebebasan dalam berfikir atau merasa apa yang ada dalam dirinya.

B.     TEORI-TEORI PROSES KREATIF

·         Teori Wallas
Wallas dalam bukunya “The Art of Thought” menyatakan bahwa proses kreatif meliputi 4 tahap :
1.      Tahap Persiapan, memperisapkan diri untuk memecahkan masalah dengan mengumpulkan data/ informasi, mempelajari pola berpikir dari orang lain, bertanya kepada orang lain.
  1. Tahap Inkubasi, pada tahap ini pengumpulan informasi dihentikan, individu melepaskan diri untuk sementara masalah tersebut. Ia tidak memikirkan masalah tersebut secara sadar, tetapi “mengeramkannya’ dalam alam pra sadar.
  2. Tahap Iluminasi, tahap ini merupakan tahap timbulnya “insight” atau “Aha Erlebnis”, saat timbulnya inspirasi atau gagasan baru.
  3. Tahap Verifikasi, tahap ini merupakan tahap pengujian ide atau kreasi baru tersebut terhapad realitas. Disini diperlukan pemikiran kritis dan konvergen. Proses divergensi (pemikiran kreatif) harus diikuti proses konvergensi (pemikiran kritis).

·         Teori tentang belahan otak kanan & kiri
Sejak anak lahir, gerakannya belum berdifensiasi, selanjutnya baru berkembang menjadi pola dengan kecenderungan kiri atau kanan. Hampir setiap orang mempunyai sisi yang dominan. Pada umunya orang lebih biasa menggunakan tangan kanan (dominasi belahan otak kiri), tetapi ada sebagian orang kidal (dominan otak kanan). Terdapat “dichotomia” yang membagi fungsi mentala menjadi fungsi belahan otak kanan dan belahan otak kiri.
Teori ini walaupun didukung data empiris, namun masih memerlukan pengkajian lebih lanjut (Dacey, 1989 : Piirto 1992).

 






   DIKOTOMI FUNGSI MENTAL
Belahan Otak Kiri
Belahan Otak Kanan
Intelek
Intuisi
Konvergen
Divergen
Intelektual
Emosional
Rasional
Metaforik, intuitif
Verbal
Non Verbal
Horizontal
Vertikal
Konkret
Abstrak
Realistis
Impulsif
Diarahkan
Bebas
Diferensial
Eksistensial
Sekuensial
Multipel
Historikal
Tanpa Batas Waktu
Analitis
Sintesis, Holitik
Eksplisit
Implisit
Objektif
Subjektif
Suksesif
Simultan
Sumber : Springer, S.P dan Deutsch, 1981





C.    BELAJAR KREATIF

·         Pengertian Belajar kreatif
                                                                                             
Kreativitas belajar terdiri dari dua kata yaitu kreativitas dan belajar, dalam pengertian kreativitas beberapa ahli berpendapat dengan berdasarkan latar belakang dan kebudayaan yang berbeda-beda,diantaranya sebagai berikut : James R. Evans mendefinisikan kreativitas sebagai ketrampilan untuk menentukan pertalian baru, melihat subyek dari perspektif baru dan membentuk kombinasi-kombinasi baru dari dua atau lebih konsep yang telah tercetak dalam pikiran.
1. Kreativitas memerlukan adanya modal, yaitu konsep dalam pikiran untuk dilahirkan kembali dalam bentuk yang berbeda. Dalam pemecahan masalah, dia tidak harus mencari jawaban baru tetapi dia hanya perlu menggali informasi-informasi dalam pikirannya untuk dikaitkan dan dituangkan dalam bentuk solusi terhadap problem tersebut. Sedangkan Rogers menekankan bahwa sumber dari kreativitas adalah kecenderungan untuk mengaktualisasikan diri, mewujudkan potensi, dorongan untuk berkembang, dan menjadi matang, kecenderungan untuk mengekspresikan dan mengaktifkan semua kemampuan organisme.
2. Kreativitas dapat dinilai ketika hal tersebut tertuang dalam suatu tindakan nyata, ketika pemikiran baru belum dituangkan, maka itu adalah proses menuju kreativitas. Jadi, kreativitas tetaplah berpusat di otak manusia, kreativitas terjadi karena keseluruhan bagian otak bekerja secara bersamaan, terpadu pada satu waktu tertentu dengan tetap melakukan spesialisasi masing-masing, otak dengan sigap menanggapi setiap informasi yang masuk. Kadar pengelolaan otak akan sangat menentukan tingkat kreativitas seseorang, karena itu otak harus dilatih, tidak hanya dengan makanan bergizi tapi dengan latihan berfikir yang terus-menerus.
3. Untuk dapatmelahirkan kreativitas, seseorang harus dapat memanfaatkan kedua sifat otak (kiri dankreativitas kanan). Otak kiri yang bersifat logika, berurutan, lisan, pertambahan,dan dominan. Sedangkan otak kanan bersifat emosi, lompatan, visual, menyeluruh, dan tersembunyi. Akhir-akhir ini, istilah otak kanan telah digunakan sebagai cara popular untuk menyatakan kreatif, artistik, dan rapi. Kreativitas muncul dari interaksi yang luar biasa antara kedua otak.Kreativitas adalah suatu ketrampilan.
·         LIPUTAN PROSES BELAJAR KREATIF
Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang guru yang professional dalam menyusun program pembelajaran yang dapat meningkatkan  kreativitas siswa dalam belajar yaitu:
1. Menciptakan lingkungan di dalam kelas yang merangsang belajar kreatif
a)      Memberikan Pemanasan
Sebelum memulai dengan kegiatan yang menuntut prilaku kreatif siswa sesuai dengan rencana pelajaran lebih dahulu diusahakan sikap menerima (reseptif) di Kalangan siswa, terutama berlaku apabila siswa sebelumnya baru saja terlibat dalam suatu penguasaan yang berstruktur, mengerjakan soal fiqih, tugas atau kegiatan, bertujuan meningkatkan pemikiran kreatif menuntut sikap belajar yang berbeda lebih terbuka dan tertantang berperanserta secara aktif dengan memberikan gagasan-gagasan sebanyak mungkin untuk itu diberikan  pemanasan yang dapat tercapai dengan memberikan pertanyaan pertanyaan terbuka dengan menimbulkan minat dan rasa ingin tahu siswa.
b)      Pengaturan Fisik
Membagi siswa dalam kelompok untuk mengadakan diskusi kelompok.
c)      Kesibukan Dalam Kelas
kegiatan belajar secara kreatif sering menuntut lebih banyak kegiatan fisik, dan diskusi antara siswa oleh karena itu guru hendaknya agak tenggang rasa dan luwes dalam menuntut ketenangan dan sebagai siswa tetap duduk pada tempatnya. Guru harus dapat membedakan kesibukan yang asyik sert suara-suara yang produktif yang menunjukkan bahwa siswa bersibuk diri secara kreatif.
d)      Guru sebagai Fasilitator
Guru dan anak yang berbakat lebih berperan sebagai fasilitator dari pada sebagai pengarah yangmenentukan segalagalanya baigsiswa. Sebagai fasilitator gurumendorong siswa (memotivator) untuk menggabungkan inisiatif dalam menjajaki tugas-tugas baru. Guru harus terbuka menerima gagasa dari semua siswa dan gur harus dapat menghilangkan ketakutan, kecemasan siswa yang dapt menghambat dan pemecahan masalah secara keatif (Munandar, 2009 : 78-81).




2. Mengajukan dan mengundang pertanyaan
Dalam proses belajar mengjar, diperlukan keterampilan guru baik dalam mengajukan pertanyaan kepada siswa maupun dalam mengundang siswa untuk bertanya.
a)      Teknik Bertanya
Pertanyaan yang merangsang pemikiran kreatif adalah pertanyaan semacam divergen atau terbuka. Pertanyaan semacam ini membantu siswa mengembangkan keterampilan mengumpulkan fakta, merumuskan hipotesis, dan menguji atau menilai informasi mereka.
b)      Metode Diskusi
Dalammetode dikusi, peran guru dangat menentukan keberhasilan, guru berperan sebagai pasilitator yang mengenalkan masalah kepada siwa dan memberikan informasi seperlunya yang mereka butuhkan unutk membahas masalah. Guru memang diperlukan misalnya jika timbul kemacetan dalam diskusi atau untuk menghindari kesalahan yang tersembunyi agar siswa tidak terlalu menyimpang dari arah yang dituju.
c)      Metode Inquiri-Discovery
Pendekatan inquiry (pengajuan pertanyaan, penyelidikan) dan discovery (penemuan) dalam belajar penting dalam proses pemecahan masalah. Ada tiga tahap dalam proses pemecahan masalah melalui inquiry, pertama adanya kesadaran bahwa ada masalah. Hal ini merupakan factor yang memotivasi siswa untuk melanjutkan dengan  merumuskan  masalah (tahap kedua), pada tahap ini masalah dirumuskan dan timbul gagasan-gagasan sebagai strategi kemungkinan pemecahan. Melalui inquiry informasi mengenai masalah dihimpun. Tahap ketiga adalah mencari atau  menjajaki (searching).
3.  Mengajukan pertanyaan yang menantang (provokatif)
Salah satu cara untuk merangsang daya pikir kreatif adalah dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menantang (provokatif) antara lain dengan menanyakan apa kemungkinan-kemungkinan akibat apabila suatu kejadian yang telah terjadi, atau dengan menanyakan suatu kejadian yang telah terjadi, atau dengan menanyakan kemungkinan-kemungnkinan akibat dari suatu situasi yang memang belum pernah terjadi, tetapi siswa harus membayangkan apa saja kemungkinan-kemungnkinan akibatnya andaikan kejadian atau situasi itu terjadi di sini.
Memadukan perkembangan kognitif (berfikir), afektif (sikap) dan Psikomotorik (perasaan).Dalam rangka membangun manusia seutuhnya perlu ada keseimbanganaantara semua aspek perkembangan yaitu perkembangan  mental intelektual, perkembangan social, perkembanan emosi (kehidupan perasaan) dan perkembangan moral.

Teknik-teknik belajar kreatif dijelaskan sebagai berikut:
       I.            Pemikiran dan perasaan terbuka
Cara yang paling sederhana untuk merangsang pemikiran kreatif ialah dengan mengajukan pertanyaan yang memberikan kesempayan timbulnya berbagai macam jawaban sebagai ungkapan pikiran dan perasaan serta dengan membantu siswa mengajukan pertnayaan. Contoh-kegiatan pemikiran dan perasaaan terbuka
·         Menyelesaikan sesuatu yang telah dimulai
·         Mencari penggunaan baru dari benda sehari-hari
·         Meningkatkan atau memperbaiki suaut produk atau benda (Munandar, 2009 : 100-1003).

                      II.      Sumbang Saran

Tehnik yang dikembangkan oleh Osborn ini dapat diterapak unutk memecahkansuaut masalah dalam kelompok kecil (Sekitas 8-10 orang) dengan “menggali” gagasan-gagasan sebanyak mungkin dari anggota kelompok. Hal-hal yang pelru diperhatikan meliputi :
a.       Kebebasan dalam memberikan gagasan
b.      Penekanan pada kuantitas
c.       Kritik ditangguhkan
d.      Kombinsi dan peningkatan gagasan
e.       Mengulangi gagasan (Munandar, 2009 : 104).

                   III.      Daftar pertanyaan yang memacu gagasan

Tehnik ini bertujuan melancarkan arus pencetusan gagasan dalam pemecahan masalah seperti mengembangkan, meningkatkan, dan memperbaiki suatu subyek atau situasi.dengan meninjau daftar pertanyaan yang membantu melihat hubungan-hubungan baru.

                   IV.      Menyimak sifat benda atau keadaan

Tehnik ini digunakan untuk mengubah gagasan guna meningkatkan atau memperbaiki suatu subyek atau situasi. Pertama-tama semua atribut (sifat) dari suatu subyek atau situasi dicatat, kemudian masing-masing ciri ditinjau satu persatu untuk mempertimbangkan kemungkinan mengubah atau memperbaiki obyek atau situasi tersebut.

                      V.      Hubungan yang dipaksakan

Tehnik lain untuk merangsang gagasan-gagasan kreatif ialah dengan cara “memaksakan” suatu hubungan antara objek atau situasi yangn dimasalahkan dengan unsure-unsur lain untuk menimbulkan gagasan-gagsan baru. Maksud dari “memaksakan hubungan” ialah agar kita dapat melepskan diri dari hubungan-hubungan yang lazim atau yang sudah mejadi tradisi (kebiasan) untuk menjajaki kemungkinan-kemungkinan baru.

                   VI.      Pendekatan Morfologis

Pada tehnik pendekatan atau analisis morfologis kita berusaha memecahkan suatu masalah atau memperoleh ide-ide baru dengan cara mengkaji dengan cermat bentuk struktur masalahPemecahan masalah secara kreatif

3. MENGAPA BELAJAR KREATIF ITU PENTING
Refinger (1980 : 9-13) dalam Conny Semawan (1990:37-38) memberikan empat alasan mengapa belajar kreatif itu penting.
1.      Belajar kreatif membantu anak menjadi berhasil guna jika kita tidak bersama mereka. Belajar kreatif adalah aspek penting dalam upaya kita membantu siswa agar mereka lebihmampu menangani dan mengarahkan belajar bagi mereka sendiri.
2.      Belajar kreatif menciptakan kemungkinan-kemungkinan untuk memecahkan masalah-masalah yang tidak mampu kita ramalkan yang timbul di masa depan.
3.      Belajar kreatif dapat menimbulkan akibat yang besar dalam kehiduppan kita. Banyak pengalamankreatif yang lebih dari pada sekedar hobi atau hiburan bagi kita. Kita makin menyadari bahwa belajar kreatif dapat mempengaruhi, bahkan mengubah karir dan kehidupan pribadi kita.
4.      Belajar kreatif dapat menimbulkan kepuasan dan kesenangan yang besar.



REFERENSI :
Basuki, Heru (2005) Pengembangan Kreativitas. Jakarta: Gunadarma.
Muhandar, Utami. 1977. Creativity and Education. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Fenomena Kreatif dan Inovatif di bidang bisnis

Membidik laba cantik dari penjualan lensa fisheye

Perkembangan teknologi menciptakan ceruk bisnis baru. Lihat saja salah satunya adalah peluang bisnis menjadi reseller produk lensa fisheye atau mata ikan yang kini sedang populer di kalangan anak muda. Ini adalah lensa terpisah yang bisa dipasang di berbagai ponsel pintar untuk membuat efek foto surealis melengkung seperti di kamera profesional DSLR.
Salah satu pelaku usaha lensa mata ikan ini adalah Ferdinand Saragih. Dia menjual lensa jelly fisheye dan fisheye 3in1. Produk lensa fisheye 3in1 terdiri dari tiga lensa yang bisa membuat efek berlainan yakni lensa fisheye, wide dan lensa macro.  Dia mengaku mengikuti tren berjualan produk ini.
Awalnya dia terinspirasi menggeluti bisnis ini sejak bertandang ke konter ponsel di Bandung. Pada saat itu banyak masyarakat yang mencari lensa fisheye. "Dari situlah saya berniat menjalani bisnis yang sedang berkembang ini," kata dia.
Ferdinand memulai berjualan lensa mata ikan pada tahun 2013 lewat Facebook. Dia mengambil pasokan produk dari importir di Tanjung Priok. Sebagian besar pembeli lensa ini adalah kaum muda. Dalam sehari Ferdinand bisa menjual 20 paket fisheye. Lokasi pembeli mulai dari Jabodetabek hingga Papua dan Aceh.
Dia menjual produk jelly fisheye sekitar Rp 25.000 per bungkus dan lensa fisheye 3in1 seharga Rp 59.000 per bungkus. Dia bisa meraup omzet sekitar Rp 1,18 juta per bulan atau sekitar Rp 35 juta per bulan.
Ferdinand bilang, belakangan produk yang sedang banyak dicari adalah fisheye 3in1 karena bisa mendapat tiga lensa yang bisa memberi efek berbeda. Tren ini bergeser dari sebelumnya lensa jelly fisheye yang lebih dulu populer.
Karena target pasarnya adalah anak-anak muda, sehingga media promosi yang dipakai Ferdinand pun menggunakan media sosial, toko online dan forum komunitas seperti Kaskus, Olx, dan Facebook.
Sementara, Izulkarnaen, penjual lensa fisheye lainnya baru saja memulai usaha di awal 2014. Area pembeli produk selama ini banyak berasal dari wilayah Jabodetabek. Ada juga beberapa pembeli berasal dari Kalimantan.
Pria yang akrab disapa Izul ini dapat menjual sekitar lima lensa per hari atau sekitar 100 lensa dalam satu bulan. Izul menjual lensa fisyeye 3in1 seharga Rp 90.000 untuk harga eceran dan Rp 30.000 untuk harga grosir. "Kebanyakan pembeli membeli secara grosir untuk dijual lagi," kata dia.
Izul mengaku bisa meraup omzet Rp 3 juta sampai-4 juta sebulan. Dia menggunakan kaskus.co.id dan Istagram sebagai media penjualan. Namun, Izul bilang, kini sudah ada beberapa ponsel pintar yang memiliki aplikasi fisheye di dalamnya.
Sehingga dia menganggap ke depannya orang tidak lagi butuh lensa tambahan seperti ini lagi.  Meski begitu, dia optimistis usaha ini masih akan tetap ada peminatnya.
Sejarah :
Lensa fisheye mulai dikembangkan oleh Nikon pada tahun 1935. Pada bulan Maret tahun 1957, lensa ini semakin disempurnakan dan digunakan untuk keperluan meteorologi dan pertahanan di Jepang. Pada tahun 1960, lensa fisheye telah tersedia untuk masyarakat umum dan dapat dibeli bebas.
Beberapa tahun belakangan ini lahir lensa fisheye untuk smartphone, belum jelas siapa penemu fisheye untuk smarthphone yang dibutuhkan masyarakat umum khususnya kaum remaja, dengan adanya produk unik tersebut kita tidak perlu lagi menguras kantong untuk membeli lensa fisheye SLR yang harganya berkisar 4 – 8 juta. Jelas produk fisheye untuk handphone sangat kreatif, dengan berkembangnya jaman yang kian modern, ketika remaja berpergian dan momentnya tidak ingin terlewatkan, mereka menyerbu produk kreatif tersebut untuk kebutuhan sehingga menjadikan laba cantik kepada para penjual produk kreatif tersebut (fish eye)




Pebisnis hebat asal Indonesia melalu kreatif dan inovatif
RABU (11/6) malam, sekitar pukul 21.00 waktu setempat, cuaca Singapura begitu panas. Lantaran tak betah berdiam diri di hotel, wartawan media ini memilih berjalan-jalan. Kebetulan seorang teman di kamar sebelah, juga sedang ingin menikmati suasana malam di negeri singa. 
Dengan mengendarai moda transportasi Mass Rapid Transit (MRT), kami menuju kawasan Orchard. Tak sampai 10 menit dari stasiun Dhoby Ghaut. Kata teman media koran ini, kami akan menemui seseorang yang dianggapnya sebagai hantu di dunia jejaring sosial. 
Bertempat di Oriole cafe di kawasan Somerset, kami menjumpai hantu jejaring sosial itu. Perawakannya justru berbanding terbalik dengan hantu. Kepalanya memang plontos, tapi bukan tuyul. Badannya tegap tinggi dengan perut yang sedikit buncit. "Gue Babab," katanya, mengenalkan diri. 
Babab merupakan nama populernya di dunia maya. Di blognya, ia menulis, Babab bukan berarti singkatan dari buang air besar agak banyak. Tapi, itu merupakan panggilan kesayangan yang diucapkan anaknya. "Tapi terbawa sampai sekarang. Jadi teman gue juga manggil Babab," ujarnya. 
Sepintas, tak ada yang spesial dari laki-laki yang bekerja di sebuah provider ternama ini. Namun, kesan spesial itu seketika berpendar kala ia mengeluarkan sebuah peranti dari tas selempangnya. 
Voila! Babab mengeluarkan tongkat dengan panjang sejengkal. Namun, ketika dipanjangkan, bisa mencapai 1,3 meter. Kemudian, Babab menyelipkan ponsel di bagian ujung tongkat itu. "Cheeersss..." cetusnya. Mendengar itu, sontak kami bergaya. 
Ya, peranti yang Babab keluarkan itu bukan sesuatu yang asing akhir-akhir ini. Itu tongsis alias tongkat narsis. Babab adalah sang kreator tongkat yang semula diberi nama tongkat ajaib ini. "Terpaksa gue ganti namanya biar lebih familiar dan nge-brand," terang pemilik akun twitter @bababdito ini. 
Tak ada Babab maka tak pernah ada tongsis. Ide gila ini bermula dari kegilaan juga. Dulunya, di era-era tenarnya pelbagai aplikasi jejaring sosial, Babab mengaku bisa menghabiskan waktunya 10 jam tiap harinya, hanya sekadar menatap layar ponselnya. "Pokoknya, saat itu, gue nggak bisa lepas dari socmed (social media, red)," ungkap penyandang gelar sarjana hukum ini. 
Setelah memiliki beragam akun jejaring sosial, mulai tercetus di benak Babab untuk menciptakan peranti yang memudahkan setiap orang mengambil potret dirinya sendiri tanpa harus meminta tolong orang lain, atau yang marak disebut selfie. Ide itu kemudian tersambung lewat monopod yang dimilikinya. Kemudian, iseng-iseng ia sambungkan dengan pengikat ponsel yang biasa dipakai sekadar untuk memajang ponsel di etalase. 
Setelah menemukan bentuk idealnya, Babab membawa peranti rancangannya itu pada temu komunitas iphonesia, pengguna ponsel iphone, di Labuhan Bajo. Di situ, sembari ketawa-ketiwi ia sibuk selfie di tepi kapal. "Temen-temen gue pada nanyain, alat apaan ini? Ya, gue jelasin ini tongkat ajaib. Elo bisa selfie dengan high-angel," tutur Babab. 
Akhirnya, satu demi satu teman sesama iphonesia mulai mengorder peranti yang kemudian beralih nama menjadi tongsis itu. Puncak kepopuleran tongsis dua tahun lalu, ketika ibu negara Ani Yudhoyono, yang hobi fotografi, dihadiahi tongsis oleh anak-anak iphonesia. "Habis foto tongsis yang dipakai Bu Ani terpublish di social media, rame banget deh orderan," kelakarnya. Sayangnya, Babab enggan menyebutkan orderan tongsis yang telah diproduksinya selama ini. "Ada deh," ucapnya seraya tertawa. 
Babab mengaku, tak pernah menyangka ide yang bermula dari hobi selfie-nya ini justru mendatangkan pundi-pundi rupiah. "Lha gue aja modalnya cuma sejuta. Itu pun pakai kredit," ungkapnya. Dari uang sejuta itu, tongsis mulai mendunia. 
Ada beberapa negara yang menjadi pemasok setia tongsis buatan Babab. Seperti sejumlah negara Asia Tenggara, hingga merambah ke Korea Selatan, Jepang, dan Cina. "Kemarin ada beberapa pemasok dari London yang juga sempat ngorder," tambah Babab. 
Seiring ketenaran tongsis, marak pula kreator tandingan. Melihat kondisi ini, Babab merasa kecolongan. "Gue pikir yang beginian (tongsis, red) gak bisa dipatenin," katanya. Namun, setelah bersua Yoris Sebastian, pengusaha yang bergerak di bidang industri kreatif, Babab baru tahu, kreasinya ini bisa dipatenkan. 
Enggan kecolongan lebih lama, dibantu Yoris Sebastian, Babab kemudian mendaftarkan tongsis agar memiliki hak paten. Tidak tanggung-tanggung. Pada 20 September 2012 silam, temuan tongsis ini dipatenkan hingga ke Amerika Serikat. "Yoris yang banyak bantu gue soal pencarian hak paten ini," ujarnya. Hanya saja Babab menyayangkan, meski sudah dua tahun didaftarkan, sertifikat hak paten tongsis belum juga keluar. "Kalau sertifikatnya udah keluar, ya orang kalau mau beli tongsis ya harus ke gue," harapnya. 
Saat ini, sembari menunggu sertifikat hak paten itu sampai di tangannya, Babab tak berdiam diri. Di sela-sela kesibukannya bekerja, Babab masih meluangkan waktunya untuk meningkatkan mutu dan kualitas tongsis. 
Impiannya, ia ingin tongsis hanya dirakit di Indonesia. "Barang bakunya boleh dari mana aja, asal tetap di Indonesia buat merakitnya," ujarnya. Kemudian, sambungnya, Babab sekarang sedang mengutak-atik tongsis yang coba dipadukan dengan kekayaan khazanah Indonesia. "Gue pengin monopod tongsis itu bisa customize. Misalnya, yang udah gue buat nih, gua lukis tongkatnya itu dengan motif batik," ujarnya. 
Sedangkan proyek yang lebih gilanya, Babab ingin memodifikasi bentuk fisik tongsis. Ia menyadari, makin hari, orang makin malas membawa peranti tongkat sepanjang jengkal tangan dewasa ini. Tapi, Babab tak kehabisan akal. "Orang boleh malas bawa tongsis, tapi orang nggak pernah malas bawa powerbank kan kemana-mana. Kenapa? Karena bentuknya yang simpel. Tongsis kan nggak mungkin dikantongin," cetusnya. Sehingga, Babab sedang merancang tongsis dengan bentuk ceper, menyerupai power bank, tanpa mengesampingkan fungsi utama tongsis sebagai peranti pendukung selfie dan daya tahannya. "Itu yang lagi gue pikirin," ujarnya. 
Selain promo jor-joran lewat jejaring sosial, Babab kini juga sudah punya website resmi untuk memesan tongsis. "Elo bisa akses tongsis.net buat tahu lebih banyak tongsis," selorohnya. Dari situ pula, tongsis kini sudah tersebar dari Sabang sampai Merauke. 
Apa Babab tak takut bila suatu hari tongsisnya ini tak lagi digemari orang? Mendengar pertanyaan ini, Babab tergelak. "Gue yakin, urusan narsis, orang Indonesia juaranya," kelakarnya. (*)



Kesimpulan :
Seiring dengan berkembangnya zaman, teknologi selalu saja tak mau kalah dengan zaman yang selalu memberikan sesuatu yang baru. Fisheye dan tongsis merupakan aksesoris yang paling dicari untuk melengkapi kebutuhan smartphonenya, berpikir maka tumpahkanlah dalam suatu karya, itu mungkin sebuah alasan penemu ide-ide konyol tersebut yang sekarang menarik rupiah dengan menambahkan apa yang sudah berhasil diciptakan terus dikembangkan, contohnya fisheye 3 in 1 atau tongsis yang mempunyai Bluetooth, dan terus dikembangkan dengan berpikir. Mengembangkan penemuannya, melebihkan fungsinya atau menjadikan alat penemuannya untuk bisa multifungsi, apa yang ada dipikirkannya selalu ditumpahkan ke dalam karya dan mencari cara agar karyanya diketahui orang itulah yang dapat dikatakan kreatif inovatif bisnis.
Sampai saat ini banyak orang bertanya, mengapa kreatif bisa menjadi bisnis? Hal pertama yang harus dilakukan untuk melakukan ini mungkin kita bisa membuang rasa malu. Karena malu (merasa tidak enak hati / segan melakukan sesuatu) menurut kami bisa menutup kemauan seseorang untuk melakukan sesuatu, percaya diri adalah tanaman yang subur untuk kita semua. Dengan percaya diri kita bisa menunjukkan sesuatu kepada orang lain meski hasil yang kita buat belum tentu selalu baik, tidak harus selalu baik untuk menunjukkan sesuatu. Kita bisa meraup rupiah dengan mudah, terlebih dengan kemampuan yang terpendam pada masing-masing orang, jika saja kami boleh mengajak teman berandai-andai untuk meraup rupiah dengan cara yang agak aneh mungkin sedikit terlihat lebih mudah, bawa saja karpet dan ember dengan tulisan orang aneh pada saat acara car free day, untuk menarik perhatian, kita harus berdiri diatas karpet dan kita joget uler atau pura-pura menjadi guru silat di akhir pekan, sekaligus untuk refreshing otak. Berlibur tidak harus selalu ke pantai ataupun gunung. Car free day merupakan salah satu wadah untuk olahraga, berlibur, serta mencari uang, banyak ditemukan pedagang dipinggir jalan, bukan hanya pedagang bahkan mereka yang menarik perhatian melalui seni bisa mendapatkan rupiah yang lumayan jumlahnya.

Inovatif juga membutuhkan keberanian seperti cerita CFD tadi, jangan segan untuk melakukan suatu hal yang baik, orang yang dengan tingkat keberhasilannya tinggi yaitu orang yang berani, mereka yang memiliki jiwa menguasai. Banyak bakat terpendam pada orang yang sebenarnya bisa dijadikan sesuatu yang mewah, namun mereka tidak tau bagaimana menyalurkan bakatnya tersebut. Contohlah Babab seorang penemu tongsis, babab tidak akan berhasil seperti sekarang jika dia malu untuk menunjukkan suatu karya miliknya, dengan tingkat keberanian yang hebat dia memulai bisnis tersebut dengan mengenalkan karya miliknya pada teman2 yang produknya sekarang dikenal bukan hanya di Indonesia. Juga kita bisa mencontoh Ferdinand Saragih, sosoknya mampu mengerti situasi dan kondisi, ketika banyak orang mencari dia menggunakan peluangnya. Reseller lain juga sama suksesnya, izul yang mampu meraup rupiah dari 3 hingga 4 juta perbulan. Itu semua karena mereka mampu mengerti suasana dan menguasai keberanian. Produk kreatif melalui perkembangan teknologi yang menciptakan ceruk bisnis.