TUGAS
SOFTSKILL
(Kepuasan Kerja & Contoh
Kasusnya)
FAKKAR NUANSA PEKERTI
13514906 (3PA18)
Kepuasan
Kerja
A. Pengertian
Kepuasan Kerja
Setiap orang yang
bekerja mengharapkan memperoleh kepuasan dari tempatnya bekerja. Pada dasarnya
kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat individual karena setiap individu
akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan nilai-nilai yang
berlaku dalam diri setiap individu. Semakin banyak aspek dalam pekerjaan yang
sesuai dengan keinginan individu, maka semakin tinggi tingkat kepuasan yang
dirasakan.
Menurut Kreitner dan
Kinicki (2001;271) kepuasan kerja adalah “suatu efektifitas atau respons
emosional terhadap berbagai aspek pekerjaan”. Davis dan Newstrom (1985;105)
mendeskripsikan “kepuasan kerja adalah seperangkat perasaan pegawai tentang
menyenangkan atau tidaknya pekerjaan mereka”. Menurut Robbins (2003;78)
kepuasan kerja adalah “sikap umum terhadap pekerjaan seseorang yang menunjukkan
perbedaan antara jumlah penghargaan yag diterima pekerja dan jumlah yang mereka
yakini seharusnya mereka terima”.
Kepuasan kerja
merupakan respon afektif atau emosional terhadap berbagai segi atau aspek
pekerjaan seseorang sehingga kepuasan kerja bukan merupakan konsep tunggal.
Seseorang dapat relatif puas dengan 14 salah satu aspek pekerjaan dan tidak
puas dengan satu atau lebih aspek lainnya. Kepuasan Kerja merupakan sikap
(positif) tenaga kerja terhadap pekerjaannya, yang timbul berdasarkan penilaian
terhadap situasi kerja. Penilaian tersebut dapat dilakukan terhadap salah satu
pekerjaannya, penilaian dilakukan sebagai rasa menghargai dalam mencapai salah
satu nilai-nilai penting dalam pekerjaan. Karyawan yang puas lebih menyukai situasi
kerjanya daripada tidak menyukainya.
Perasaan-perasaan yang
berhubungan dengan kepuasan dan ketidakpuasan kerja cenderung mencerminkan
penaksiran dari tenaga kerja tentang pengalaman-pengalaman kerja pada waktu
sekarang dan lampau daripada harapan-harapan untuk masa depan. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa terdapat dua unsur penting dalam kepuasan kerja, yaitu
nilai-nilai pekerjaan dan kebutuhan-kebutuhan dasar. Nilai-nilai pekerjaan
merupakan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam melakukan tugas pekerjaan.
Yang ingin dicapai ialah nilai-nilai pekerjaan yang dianggap penting oleh
individu. Dikatakan selanjutnya bahwa nilai-nilai pekerjaan harus sesuai atau
membantu pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar. Dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa kepuasan kerja merupakan hasil dari tenaga kerja yang berkaitan dengan
motivasi kerja.
Kepuasan kerja secara
keseluruhan bagi seorang individu adalah jumlah dari kepuasan kerja (dari
setiap aspek pekerjaan) dikalikan 15 dengan derajat pentingnya aspek pekerjaan
bagi individu. Seorang individu akan merasa puas atau tidak puas terhadap
pekerjaannya merupakan sesuatu yang bersifat pribadi, yaitu tergantung
bagaimana ia mempersepsikan adanya kesesuaian atau pertentangan antara
keinginan-keinginannya dengan hasil keluarannya (yang didapatnya).
Sehingga dapat
disimpulkan pengertian kepuasan kerja adalah sikap yang positif dari tenaga
kerja meliputi perasaan dan tingkah laku terhadap pekerjaannya melalui
penilaian salah satu pekerjaan sebagai rasa menghargai dalam mencapai salah
satu nilai-nilai penting pekerjaan.
B. Teori
Kepuasan Kerja
Teori kepuasan kerja
mencoba mengungkapkan apa yang membuat sebagian orang lebih puas terhadap suatu
pekerjaan daripada beberapa lainnya. Teori ini juga mencari landasan tentang
proses perasaan orang terhadap kepuasan kerja. Ada beberapa teori tentang
kepuasan kerja yaitu :
I.
Two
Factor Theory
Teori ini menganjurkan
bahwa kepuasan dan ketidakpuasan merupakan bagian dari kelompok variabel yang
berbeda yaitu motivators dan hygiene factors. Ketidakpuasan dihubungkan dengan
kondisi disekitar pekerjaan (seperti kondisi kerja, upah, keamanan, kualitas
pengawasan dan hubungan dengan orang lain) dan bukan dengan pekerjaan itu
sendiri. Karena faktor mencegah 16 reaksi negatif dinamakan sebagai hygiene
atau maintainance factors. Sebaliknya kepuasan ditarik dari faktor yang terkait
dengan pekerjaan itu sendiri atau hasil langsung daripadanya seperti sifat
pekerjaan, prestasi dalam pekerjaan, peluang promosi dan kesempatan untuk
pengembangan diri dan pengakuan. Karena faktor ini berkaitan dengan tingkat
kepuasan kerja tinggi dinamakan motivators.
II.
Value
Theory
Menurut teori ini
kepuasan kerja terjadi pada tingkatan dimana hasil pekerjaan diterima individu
seperti diharapkan. Semakin banyak orang menerima hasil, akan semakin puas dan
sebaliknya. Kunci menuju kepuasan pada teori ini adalah perbedaan antara aspek
pekerjaan yang dimiliki dengan yang diinginkan seseorang. Semakiin besar
perbedaan, semakin rendah kepuasan orang.
Contoh Kasus
Bekerja sebenarnya
bukan sekadar aktivitas mencari penghasilan saja. Lebih dari itu, bagi
perempuan, bekerja bisa menjadi sarana untuk mengaktualisasikan diri dan
mendapat kepuasan pribadi. Menurut survei yang dilakukan Accenture
"Defining Success Your Way" tahun 2013, 53 persen perempuan yang
bekerja sudah merasa puas dengan pekerjaan dan pencapaian
mereka."Dibandingkan survei tahun lalu (2012), di tahun 2013 ini kepuasan
kerja perempuan ternyata meningkat sampai 10 persen. Karenanya, mereka tidak
berniat untuk mencari pekerjaan yang lain," ungkap Neneng Goenadi,
Executive Director dan Country Lead Accenture Indonesia, di Jakarta, beberapa
waktu lalu.
Survei ini juga
mengungkapkan bahwa peningkatan kepuasan akan pekerjaan juga disebabkan oleh
lingkungan kerja yang lebih menyenangkan dan kondusif untuk peningkatan kinerja
mereka. Melalui survei ini, Accenture juga mengungkapkan lingkungan yang ideal
dan paling diinginkan para pekerja untuk meningkatkan kepuasan mereka dalam
bekerja. Survei ini melaporkan bahwa 59 persen responden mengaku bahwa
lingkungan kerja yang baik dan bisa memberikan kepuasan kerja adalah yang tahu
bagaimana cara menghargai karyawannya dalam segala hal. "Adanya pengertian
dan penghargaan dari bos atau perusahaan bisa meningkatkan semangat pekerja
untuk bisa lebih berprestasi, dan meningkatkan kinerja mereka dengan lebih
baik".
Perusahaan yang bisa
mengerti dan menghargai karyawannya akan memiliki hubungan yang lebih erat
dengan karyawan. Dengan demikian, pada akhirnya semua pihak mendapatkan
keuntungan saat mereka berhasil merekrut dan mempertahankan karyawan yang
berkinerja baik. Selain itu, responden juga mengungkapkan kondisi lingkungan
kerja yang bisa membuat mereka merasa puas bekerja adalah: lingkungan yang
fleksibel (50 persen), menyenangkan dan penuh tantangan (49 persen), dan
menyenangkan (43 persen). Kepuasan kerja juga dipengaruhi oleh kehadiran
partner kerja yang jujur (54 persen), bisa diandalkan dan dipercaya (44
persen), dan pandai (33 persen). Survei online dari Accenture ini dilakukan
terhadap 4.100 eksekutif dari organisasi menengah sampai besar dari 33 negara
di dunia. Masing-masing negara yang berpartisipasi dalam survei ini memberikan
100 responden, yang kemudian dikelompokkan berdasarkan usia, jenis kelamin, dan
jabatan.
ANALISIS
Dari kasus di atas
dapat di analisa bahwa kepuasan kerja pada perempuan adanya pengaruh lingkungan
kerja yang baik dan bisa memberikan kepuasan kerja dengan cara menghargai
karyawannya dalam segala hal. Dengan mengungkapkan bahwa peningkatan kepuasan
akan pekerjaan juga disebabkan oleh lingkungan kerja yang lebih menyenangkan
dan kondusif untuk peningkatan kinerja mereka. Melalui survei ini, Accenture
juga mengungkapkan lingkungan yang ideal dan paling diinginkan para pekerja
untuk meningkatkan kepuasan mereka dalam bekerja. Adanya pengertian dan
penghargaan dari bos atau perusahaan bisa meningkatkan semangat pekerja untuk
bisa lebih berprestasi, dan meningkatkan kinerja mereka dengan lebih
baik".
Perusahaan yang bisa
mengerti dan menghargai karyawannya akan memiliki hubungan yang lebih erat
dengan karyawan. Dengan demikian, pada akhirnya semua pihak mendapatkan
keuntungan saat mereka berhasil merekrut dan mempertahankan karyawan yang
berkinerja baik. Selain itu, responden juga mengungkapkan kondisi lingkungan
kerja yang bisa membuat mereka merasa puas bekerja adalah: lingkungan yang
fleksibel (50 persen), menyenangkan dan penuh tantangan (49 persen), dan
menyenangkan (43 persen). Kepuasan kerja juga dipengaruhi oleh kehadiran
partner kerja yang jujur (54 persen), bisa diandalkan dan dipercaya (44
persen), dan pandai (33 persen). Survei online dari Accenture ini dilakukan
terhadap 4.100 eksekutif dari organisasi menengah sampai besar dari 33 negara
di dunia. Masing-masing negara yang berpartisipasi dalam survei ini memberikan
100 responden, yang kemudian dikelompokkan berdasarkan usia, jenis kelamin, dan
jabatan.
Sumber :
http://bola.kompas.com/read/2013/04/15/11052416/Kantor.Kondusif.Kepuasan.Kerja.Tercapai