Di Susun Oleh
: FAKKAR NUANSA PEKERTI
Kelas : 3PA18
Dosen : NATALIE KONRADUS
Kelas : 3PA18
Dosen : NATALIE KONRADUS
PSIKOLOGI
MANAGEMENT
A. Arti Psikologi
Menurut asalnya katanya, psikologi berasal
dari bahasa Yunani Kuno: "ψυχή" (Psychē yang
berarti jiwa) dan "-λογία" (-logia yang artinya ilmu) sehingga
secara etimologis, psikologi dapat
diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa.[1]Psikologi tidak
mempelajari jiwa atau mental secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi
pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa atau mental tersebut, yakni berupa
tingkah laku dan proses atau kegiatannya. Sehingga Psikologi dapat
didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses
mental.
Psikologi dalam istilah lama di sebut ilmu jiwa itu
berasal dari kata Bahasa
Inggris psychology. Kata psychology merupakan dua akar kata
yang bersumber dari bahasa Greek (Yunani), yaitu:
(1) psyche yang berarti jiwa; (2) logos yang berarti ilmu.
Jadi secara harfiah Psikologi adalah ilmu jiwa atau bisa di sebut ilmu yang
mempelajari kejiwaan.
Menurut pendapat Tatang
Somantri, Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki dan membahas
tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun
kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Lingkungan dalam hal ini
meliputi semua orang, barang, keadaan dan kejadian yang ada di sekitar manusia.
Menurut pendapat Gleitman (1986), Psikologi
lebih banyak dikaitkan dengan kehidupan organisme manusia. Dalam hubungan
ini psikologi didefenisikan sebagi ilmu pengetahuan yang berusaha
memahami perilaku manusia, alasan dan cara mereka melakukan sesuatu, dan juga
memahami bagimana makhluk tersebut berpikir dan berperasaan.[2]
Menurut pendapat Bruno (1987), membagi
pengertian psikologi kedalam tiga bagian yang pada perinsipnya saling
berhubungan. Pertama, psikologi adalah studi (penyelidikan)
mengenai “ruh”. Kedua, psikologi adalah ilmu pengetahuan
mengenai “kehidupan mental”, ketiga psikologi adalah ilmu
pengetahuan mengenai “tingkah laku” organisme.
Selanjutnya, dalam Ensiklopedia
Pendidikan, Poerbakawatja dan Harahap (1981) membatasi arti psikologi
sebagai cabang ilmu pengetahuan yang mengadakan penyelidikan atas
gejala-gejala dan kegiatan-kegiatan jiwa tersebut meliputi respons organisme
dan hubungannya dengan lingkungan.
Menurut Crow & Crow, Pschycology is
the study of human behavior and human relationship. Psikologi ialah tingkah
laku manusia, yakni interaksi manusia dengan dunia sekitarnya, baik berupa
manusia lain (human relationship) maupun bukan manusia: hewan, iklim,
kebudayaan, dan sebagainya.
Menurut Sartain, Psychology is the scientific
study of the behavior of living organism,with especial attention given to human
behavior. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku organisme yang hidup,
terutama tingkah laku manusia.
Menurut Richard Mayer (1981), Psikologi merupakan
analisis mengenai proses mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku
manusia.[3]
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari
perilaku manusia dan proses mental. Psikologi merupakan cabang ilmu yang masih
muda atau remaja. Sebab, pada awalnya psikologi merupakan bagian dari
ilmu filsafat tentang jiwa manusia. Menurut plato dalam buku Psikologi Umum
oleh Kartini Kartono pada tahun 1996, psikologi berarti ilmu pengetahuan yang
mempelajari sifat, hakikat, dan hidup jiwa manusia (psyche = jiwa; logos =
ilmu pengetahuan).
Jiwa secara harfiah berasal dari perkataan
sansekerta JIV, yang berarti lembaga hidup (levensbeginsel), atau daya
hidup (levenscracht). Oleh karena jiwa itu merupakan pengertian yang abstrak,
tidak bisa dilihat dan belum bisa diungkapkan secara lengkap dan jelas, maka
orang lebih cenderung mempelajari “jiwa yang memateri” atau gejala “jiwa yang
meraga/menjasmani”, yaitu bentuk tingkah laku manusia (segala aktivitas,
perbuatan, penampilan diri) sepanjang hidupnya. Oleh karena itu, psikologi
butuh berabad-abad lamanya untuk memisahkan diri dari ilmu filsafat.
Perkataan tingkah laku/perbuatan mempunyai
pengertian yang luas sekali. Yaitu tidak hanya mencakup kegiatan motoris saja
seperti berbicara, berjalan, berlari-lari, berolah-raga, bergerak dan
lain-lain, akan tetapi juga membahas macam-macam fungsi seperti melihat,
mendengar, mengingat, berpikir, fantasi, pengenalan kembali, penampilan emosi-emosi
dalan bentuk tangis, senyum dan lai-lain.
Kegiatan berpikir dan berjalan adalah sebuah
kegiatan yang aktif. Setiap penampilan dari kehidupan bisa disebut sebagai
aktivitas. Seseorang yang diam dan mendengarkan musik atau tengah melihat
televisi tidak bisa dikatakan pasif. Maka situasi dimana sama sekali sudah
tidak ada unsur keaktifan, disebut dengan mati.
Pada pokoknya, psikologi itu menyibukkan diri dengan
masalah kegiatan psikis, seperti berpikir, belajar, menanggapi, mencinta,
membenci dan lain-lain. Macam-macam kegiatan psikis pada umumnya dibagi menjadi
4 kategori, yaitu: 1) pengenalan atau kognisi, 2) perasaan atau emosi, 3)
kemauan atau konasi, 4) gejala campuran.
Namun hendaknya jangan dilupakan, bahwa setiap
aktivitas psikis/jiwani itu pada waktu yang sama juga merupakan aktifitas
fisik/jasmani. Pada semua kegiatan jasmaniah kita, otak dan perasaan selalu
ikut berperan; juga alat indera dan otot-otot ikut mengambil bagian didalamnya.[4]
Penyelidikan terhadap organ-organ manusia
digolongkan dalam ilmu fisiologi. Yaitu meneliti peranan setiap organ dalam
fungsi-fungsi kehidupan seperti meneliti segala sesuatu tentang mata, ketika
subyek bisa melihat dan juga meneliti pengaruh kerja otak untuk mengkoordinir
semua perbuatan individu guna menyesuaikan dengan lingkungnnya. Jika fungsi
segenap organ dan tingkah laku banyak dijelaskan oleh fisiologi, maka masih
perlukah bidang keilmuan psikologi?
Psikologi memberikan penjelasan macam-macam tingkah
laku lahiriah yang menjasmani sifatnya. Sedang manusia merupakan suatu
totalitas jasmaniah rokhani. Semua bentuk dorongan dan impuls dalam diri
manusia yang menyebabkan timbulnya macam-macam aktifitas fisik dan psikis,
dijelaskan oleh psikologi. Misalnya, jika seseorang menaruh rasa semangat yang
tinggi , ketika ia mengahadapi suatu masalah tertentu maka ia akan menaggapi
masalah itu dengan semangat untuk menyelesaikannya.[5]
Jadi, Psikologi atau ilmu jiwa ialah ilmu yang
mempelajari tingkah laku dan gejala-gejala kejiwaaan manusia.[6]
B. Arti Manajemen
Kata manajemen berasal dari bahasa
Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan
mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara
universal. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai
seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa
seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai
tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai
sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan
sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif
berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien
berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan
sesuai dengan jadwal. Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa
Italia (1561) maneggiare yang berarti
"mengendalikan," terutamanya "mengendalikan kuda" yang
berasal dari bahasa latin manus yang berati "tangan". Kata
ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manège yang berarti
"kepemilikan kuda" (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni
mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa
Italia.[7]
Dalam buku Manajemen Teori, Praktik, & Riset
Pendidikan, kata manajemen berasal dari bahasa Latin, yaitu dari
asal kata manus yang berarti tangan dan agere yang berarti
melakukan. Kata-kata itu digabung menjadi kata kerja managere yang
artinya menangani.Managere diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dalam
bentuk kata kerja to manage, dengan kata benda management, dan manager untuk
orang yang melakukan kegiatan manajemen. Akhirnya, management diterjemahkan ke
dalam bahasa Indonesia menjadi manajemen atau pengelolaan.[8]
Kata “manajemen” tampaknya sudah begitu sering kita
dengar. Manajemen erat kaitannya dengan konsep organisasi.[9] Manajemen
diperlukan ketika terdapat sekumpulan orang-orang (yang pada umumnya memiliki
karakteristik perbedaan) dan sejumlah sumber daya yang harus dikelola agar
tujuan sebuah organisasi dapat tercapai. Tujuan tersebut sangat beragam,
tergantung dari jenis sebuah organisasi.[10] Menurut
Tisnawati Sule, manajemen adalah sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan
tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian orang-orang serta sumber daya
organisasi lainnya.
Hakikat manajemen adalah merupakan proses pemberian
bimbingan, pimpinan, pengaturan, pengendalian, dan pemberian fasilitas lainnya.
Pengertian manajemen dapat disebut pembinaan, pengendalian pengelolaan,
kepemimpinan, ketatalaksanaan yang merupakan proses kegairahan untuk mencapai
tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.[11]
Bagi para manajer, pertanyaan yang paling penting
adalah bukan bagaimana melakukan pekerjaan dengan benar, tetapi bagaimana
menemukan pekerjaan yang benar utuk dilakukan, dan memusatkan sumber daya dan
usaha pada pekerjaan tersebut.[12]
Fungsi-fungsi manajemen adalah seangkaian kegiatan
yang dijalankan dalam manajemen berdasarkan fungsinya masing-masing dan
mengikuti satu tahapan-tahapan tertentu dalam pelaksanaannya.[13]
Fungsi-fungsi manajemen sebagaimana diterangkan oleh
Nickels. McHugh and McHugh (1997), terdiri dari empat fungsi, yaitu:
· Perencanaan
atau Planning, yaitu proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk
mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi
dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi.
· Pengorganisasian
atau Organizing, yaitu proses yang menyangkut bagaimana strategi dan
taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur
organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang
kondusif, dan bisa memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi bisa bekerja
secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi.
· Pengimplementasian
atau Directing, yaitu proses implementasi program agar bisa dijalankan
oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak
tersebut dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh kesadaran dan
produktivitas yang tinggi.
· Pengendalian
dan Pengawasan atau Controlling, yaitu proses yang dilakukan untuk
memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan,
dan diimplementasikan bisa berjalan sesuai dengan target yang diharapkan.[14]
Stoner & Freeman (1996) menyatakan bahwa
fungsi-fungsi manajemen ialahplanning, organizing, leading, dan controlling
(POLC). Schermerhorn juga sependapat dengan Stoner & Freeman yang
menyatakan fungsi manajemen ialah planning, organizing, leading, dan
controlling (POLC).
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia
(1996) menyatakan bahwa fungsi-fungsi manajemen ialah kesadaran akan pengaruh
luar; interpretasi; representasi; koordinasi; perencanaan; petunjuk;
penganggaran; administrasi sumber daya material; manajemen kepegawaian;
supervisi; pemantauan; dan evaluasi program.
Berdasarkan pendapat-pendapat diatas, dapat
disimpulkan bahwa fungsi-fungsi manajemen meliputi perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian.
Karakteristik keefektifan manajemen meliputi wawasan
yang luas, wawasan strategis, peka lingkungan, kepemimpinan, fleksibilitas,
orientasi tindakan, orientasi hasil, komunikasi, peka hubungan perseorangan,
dan kemampuan teknis.[15]
Untuk lebih memperjelas pengertian manajemen akan
dibicarakan topik-topik berikut ini:
1. Manajemen
sebagai ilmu dan seni
Luther Gulick mendefinisikan manajemen sebagai suatu
bidang ilmu pengetahuan (science) yang berusaha secara sistematis untuk
memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja bersama untuk mencapai tujuan
dan membuat sistem kerjasama ini lebih bermanfaat bagi kemanusiaan.
2. Manajemen
sebagai profesi
Manajemen telah berkembang menajdi bidang yang
semakin profesional melalui perkembangan yang menyolok program- program latihan
manajemendi universitas-universitas maupun lembaga-lembaga manajemen swasta,
dan melalui pengembanganpara eksekutif oragnisasi (perusahaan).
3. Pengertian-pengertian
yang berbeda dengan istilah manajemen
Pengertian manajemen perlu dibedakan dengan
pengertian istilah-istilah lain seperti kewiraswastaan (entrepreneurship) dan
supervisi:
- Manajemen
berbeda dengan kewiraswastaan. Wiraswasta menurut definisi, memahami,
mendapatkan sumber daya-sumber daya, mengorganisasikan dan menjalankan
perusahaan. Manajemen sebaliknya, terlibat dalam pengorganisasian dan memimpin
perusahaan dan organisasi lainnya, tetapi tidak mencakup pemilikan.
- Manajemen
berbeda dengan supervisi. Pada umumnya, supervisi adalah pengarahan dan
pengendalian karyawan-karyawam tingkat bawah dalam suatu organisasi. Supervisi
merupakan bagian dari manajemen.
4. Aplikasi-aplikasi
yang berbeda dari istilah manajemen
Istilah manajemen dapat digunakan untuk hal-hal yang
berhubungan dengan:
- Pengelompokan
pekerjaan. Manajemen dapat berarti suatu kelompok orang yang melaksanakan
tugas-tugas atau fungsi-fungsi manajerial.
- Seorang
individu. Individu yang melaksanakan fungsi-fungsi manajerial atau bagian dari
kelompok secara keseluruhan dapat disebut bagian manajemen.
- Suatu
disiplin akademik. Manajemen adalah suatu bidang spesialisasi akademik, atau
suatu bidang studi.
- Suatu
proses. Manajemen juga merupakan suatu proses, karena mencakup pelaksanaan
suatu rangkaian tipe-tipe khusus kegiatan atau fungsi.[16]
Jadi, Manajemen adalah proses perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi
dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan
organisasi yang telah ditetapkan.
C. Konsep Dasar
Psikologi Manajemen
Psikologi manajemen adalah ilmu tentang bagaimana
mengatur / me-manage sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan. Sebagai
ilustrasi, dulu dalam manajemen, orang berproduksi hanya mengandalkan
sumber daya alam. Misalnya, orang berburu, memancing atau memetik hasil hutan
saja untuk memenuhi keperluannya. Tetapi lama-kelamaan mulai terasa bahwa
dengan menambahkan sumber daya manusia (terutama akalnya), maka orang akan bisa
lebih efektif dan efisien dalam berproduksi. Maka mulailah dikenal pertanian,
peternakan dan upaya budi daya sumber-sumber alam lainnya.
Setelah itu, timbul lagi kebutuhan akan modal,
karena dengan investasi dana tertentu, akan bisa dibuat alat tertentu untuk
lebih meningkatkan lagi efisiensi dan efektivitas produksi. Maka sejak zaman
revolusi industri, tiga modal kerja yang utama adalah SDA (Sumber Daya Alam),
SDU (Sumber Daya Uang) dan SDM (Sumber Daya Manusia), dan ilmu manajemen pun
berkisar pada upaya untuk mengoptimalkan kinerja antar ketiga modal kerja itu.
Kaitannya dengan psikologi: dengan ditemukan
dan dikembangkannya ilmu psikologi, diketahui bahwa unsur SDM (Sumber Daya
Manusia) ternyata merupakan yang terpenting dari ketiga modal kerja perusahaan
manapun. Pasalnya, ilmu psikologi yang memang berpusat pada manusia, mampu
mengintervensi berbagai faktor internal manusia seperti motivasi, sikap kerja,
keterampilan, dsb dengan berbagai macam teknik dan metode, sehingga bisa
dicapai kinerja SDM (Sumber Daya Manusia) yang setinggi-tingginya untuk
produktivitas perusahaan.
Kegiatan intervensi (yang bertujuan untuk
"mengolah" manusia) inilah yang menjadi titik tolak dari kajian ilmu
psikologi manajemen. Hal ini bertujuan agar seluruh kayawan / SDM (Sumber Daya
Manusia) dari suatu organisasi/perusahaan mengerti betul akan tugasnya, mampu
memberikan informasi kepada pelanggan atau rekan sekerjanya, dan pada akhirnya
membuat karyawan itu senang pada pekerjaan dan perusahaannya.[17]
D. Manfaat Psikologi
Manajemen
- Untuk
mendapatkan pemecahan bagi masalah-masalah yang penting berkenaan dengan
penggunaan tenaga manusia di dalam proses manajemen.
- Agar
dunia manajemen mampu menggunakan prosedur-prosedur yang lebih relevan / tepat
untuk memecahkan masalah-masalah human (kemanusiaan).[18]
Contoh Kasus :
a. Di Negara China terdapat salah satu pabrik yang telah memperbudak 11 orang pekerja yang memiliki cacat mental selama bertahun-tahun. Ke-11 orang itu bekerja dengan jam kerja yang panjang, mengalami pemukulan secara reguler, dan diberi makanan yang layak untuk binatang. Walaupun jam kerja mereka panjang, namun tidak seorang pun dari mereka diberikan upah yang sesuai dengan kerja kerasnya.
b. Di sebuah perusahaan rokok memiliki cara untuk memproduksikan produknya yaitu dengan membutuhkan spg (salles promotion girl), maka dalam pemilihan spg ini perusahaan tersebut akan mencari perempuan yang cantik dan berpenampilan menarik. Sedangkan apabila perempuan tersebut dinilai kurang cantik dan kurang menarik perhatian maka tidak akan diterima oleh perusahaan tersebut.
Pelanggaran yang terjadi :
a. Pelanggaran yang terjadi pada kasus di atas adalah adanya diskriminasi terhadap orang yang memiliki kecacatan mental. Sebaiknya hal ini tidak boleh terjadi karena sama saja melanggar Hak Asasi Manusia, karena walaupun mereka memiliki kekurangan tetapi mereka juga memiliki hak untuk hidup, mengeluarkan pendapat dan bekerja.
b. Pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan rokok tersebut adalah diskriminasi kepada perempuan. Mereka hanya mencari perempuan yang dapat menarik perhatian orang-orang di umum untuk dapat menjual produknya dengan banyak. Namun, sebenarnya tidak semua perempuan cantik bisa melakukan penjualan dengan baik. Adanya aturan yang dibuat oleh perusahaan ini sangat tidak selaras dengan UUD 1945 pada pasal 27 ayat 2 yang berbunyi bahwa "setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan."
a. Di Negara China terdapat salah satu pabrik yang telah memperbudak 11 orang pekerja yang memiliki cacat mental selama bertahun-tahun. Ke-11 orang itu bekerja dengan jam kerja yang panjang, mengalami pemukulan secara reguler, dan diberi makanan yang layak untuk binatang. Walaupun jam kerja mereka panjang, namun tidak seorang pun dari mereka diberikan upah yang sesuai dengan kerja kerasnya.
b. Di sebuah perusahaan rokok memiliki cara untuk memproduksikan produknya yaitu dengan membutuhkan spg (salles promotion girl), maka dalam pemilihan spg ini perusahaan tersebut akan mencari perempuan yang cantik dan berpenampilan menarik. Sedangkan apabila perempuan tersebut dinilai kurang cantik dan kurang menarik perhatian maka tidak akan diterima oleh perusahaan tersebut.
Pelanggaran yang terjadi :
a. Pelanggaran yang terjadi pada kasus di atas adalah adanya diskriminasi terhadap orang yang memiliki kecacatan mental. Sebaiknya hal ini tidak boleh terjadi karena sama saja melanggar Hak Asasi Manusia, karena walaupun mereka memiliki kekurangan tetapi mereka juga memiliki hak untuk hidup, mengeluarkan pendapat dan bekerja.
b. Pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan rokok tersebut adalah diskriminasi kepada perempuan. Mereka hanya mencari perempuan yang dapat menarik perhatian orang-orang di umum untuk dapat menjual produknya dengan banyak. Namun, sebenarnya tidak semua perempuan cantik bisa melakukan penjualan dengan baik. Adanya aturan yang dibuat oleh perusahaan ini sangat tidak selaras dengan UUD 1945 pada pasal 27 ayat 2 yang berbunyi bahwa "setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan."
Kesimpulan :
Apakah penting psikologi management dalam kehidupan
sehari hari?
Penting, untuk mendapatkan pemecahan bagi
masalah-masalah yang penting berkenaan dengan penggunaan tenaga manusia di
dalam proses manajemen, Agar dunia manajemen mampu menggunakan
prosedur-prosedur yang lebih relevan / tepat untuk memecahkan masalah-masalah
human (kemanusiaan).
Sumber :
[1]
Kartini Hartono, Psikologi Sosial untuk Manajemen,
Perusahaan, dan Industri, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 1994), hlm 1
[2] Husaini
Usman, Manajemen Teori, Praktik,
& Riset Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), Edisi Kedua, hlm 4
[5] H.
Abdurrahmat Fathoni, Organisasi dan
Manajemen Sumber Daya Manusia, (Bandung: Rineka Cipta, 2006), hlm 5-6
[8] Erni
Tisnawati Sule, dkk, Pengantar
Manajemen, (Bandung: Kencana, 2004), Cetakan ke-4, hlm 8
[9] Husaini
Usman, Manajemen Teori, Praktik,
& Riset Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2010), Edisi Ketiga, hlm
47-48
[10] T.
Hani Handoko, Manajemen,
(Yogtakarta: BPFE, 1999), Edisi 2, hlm 10-15
[11] Kartini
Hartono, Psikologi Sosial untuk Manajemen,
Perusahaan, dan Industri, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 1994), hlm 1
[12]http://internasional.kompas.com/read/2010/12/14/18190861/Pabrik.China.Perbudak.Orang.Cacat.Mental
[13] http://www.scribd.com/doc/218336845/Contoh-Kasus-Diskriminasi-Pekerjaan#scribd