BIODATA
TOKOH
Nama
: Frank Bunker
Gilbreth
Tanggal
Lahir
: 7 Juli 1868
Tempat
Lahir : Fairfield, Maine, Amerika Serikat
Pendidikan terakhir : Sekolah Menengah Atas
Wafat
: 14 Juni 1924 di
Montclair, Amerika
Profesi
: Ilmuwan
Nama
istri
: Lillian Moller Gilbreth
Nama Anak : Anne, Mary (wafat tahun 1912), Ernestine, Martha, Frank Jr, Bill, Lill, Fred, Dan, Jack, Bob, dan Jane
PEMBAHASAN
Gilbreth dan Studi Waktu
Ketika membicarakan Studi Waktu, maka ada dua tokoh
sentral, yakni Frank Bunker Gilbreth dan Lillian Moller Gilbreth. Keduanya
adalah pasangan suami istri. Frank dan Lillian Gilbreth adalah ilmuwan yang
mengajarkan manajer agar mempertanyakan semua aspek di tempat kerja, dan secara
terus menerus menerapkan metode yang lebih baik. Penekanan Frank dan Lillian
Gilbreth adalah menemukan cara kerja paling efisien dengan tidak menyia-nyiakan
gerakan yang bisa menimbulkan kelelahan serta waktu yang tidak efisien. Metode
therblig menjadi cikal bakal perbaikan mutu kontinyu (CQI), dan penelitian di
abad ke-20 mengungkap gerakan berulang-ulang sebagai penyebab cedera gerakan
repetitif.
A. Frank Bunker Gilbreth
Gilbreth adalah penganjur manajemen ilmiah dan
perintis studi gerak (motion study). Pendidikan Gilbreth hanya sampai sekolah
menengah atas. Setelah bekerja sebagai pekerja bangunan, ia menjadi kontraktor
bangunan, dan berlanjut menjadi ahli manajemen. Gilbreth kadang-kadang diundang
sebagai dosen di Universitas Purdue yang banyak menerbitkan karya ilmiah yang
ditulisnya. Istrinya bernama Lillian Moller Gilbreth yang dinikahinya tahun
1904. Pasangan suami istri ini memiliki 12 orang anak, tapi seorang meninggal
dunia ketika masih kanak-kanak. Kedua belas putra-putri mereka adalah Anne,
Mary (wafat tahun 1912), Ernestine, Martha, Frank Jr., William, Lillian, Fred,
Daniel, John, Robert, dan Jane. Gilbreth meninggal mendadak akibat gagal
jantung pada usia 55 tahun. Istrinya, Lillian sangat panjang umur, dan hidup hingga
usia 93 tahun, meneruskan riset yang telah dilakukan bersama suaminya.
Gilbreth menemukan bidang penelitian yang disukainya
ketika masih bekerja sebagai kontraktor bangunan. Pada waktu itu, ia berusia 17
tahun dan mencari cara tercepat dan termudah untuk mendirikan tembok dari batu
bata. Bersama ilmuwan yang kemudian menjadi pasangan hidupnya, Lillian Moller
Gilbreth, ia meneliti kebiasaan kerja pegawai tingkat klerikal dan manufaktur
dalam usaha mencari cara meningkatkan hasil kerja dan membuat pekerjaan mereka
menjadi mudah. Bersama istrinya, ia mendirikan perusahaan konsultasi manajemen
bernama Gilbreth, Inc.
Frank Gilbreth, sangat peka terhadap efisiensi,
karena itu mencurahkan perhatiannnya pada penelitian kerja pemasangan bata. F.Gilbreth
meneliti tata cara pemasangan bata yang dilakukan oleh beberapa tukang.
Gerakan demi gerakan tangan dan tubuh para pekerja
di pelajari melalui kamera, sehingga sampai pada kesimpulan bahwa pekerja yang
tidak efisien melakukan beberapa gerakan tangan dan tubuh yang tidak perlu
dalam melaksanakan pemasangan bata.
Dari pengalaman tersebut Gilbreth menetapkan tata
cara standar yang harus dilaksanakan oleh pekerjaannya untuk mencapai efisiensi
kerja yang tinggi. Teknik penelitian kerja cara Gilbreth ini dikenal sebagai
motion study (penelitian gerakan kerja). Gilbreth menetapkan juga waktu kerja
standar bagi pekerja normal yang melaksanakan cara kerja standar. Penelitiannya
dilanjutkan sampai menemukan gerakan-gerakan dasar yang biasa disebut dengan
THERBLIG. Dari penelitiannya itu akhirnya Gilbreth mendapat suatu prosedur
untuk menganalisis gerakan kerja dan memperbaikinya. Prosedur tersebut adalah
membagi-bagi gerakan kerja menjadi elemen-elemen gerakan dasar yang merupakan
bagian dari suatu gerakan. Misalnya gerakan tangan mengambil sebuah gelas
diuraikan menjadi elemen-elemen menjangkau, memegang dan mengangkut.
Gilbreth mengurangi semua gerakan tangan menjadi
sejumlah 17 gerakan dasar, termasuk memegang, membawa, dan memegang untuk
memakai. Nama ke-17 gerakan dasar tersebut adalah therblig yang diambil dari
namanya sendiri ("Gilbreth") yang dieja terbalik. Dalam
penelitiannya, ia menggunakan kamera film untuk menghitung waktu tersingkat
dalam melakukan sebuah gerakan. Tahun 1911 Gilbreth menerbitkan buku yang
berjudul "Motion Study ".
Gilbreth adalah orang pertama yang mengusulkan
perawat kamar bedah bertugas menyodorkan peralatan bedah kepada dokter bedah
seperti halnya seorang "kedi" (istilah yang digunakan Gilbreth).
Gilbreth juga merancang teknik standar yang digunakan angkatan bersenjata di
seluruh dunia dalam mengajarkan cara membongkar pasang senjata dengan cepat,
termasuk dalam keadaan mata tertutup dan ruangan gelap total. Sebagian orang
menganggap inovasi yang dilakukan Gilbreth telah menyelamatkan jutaan jiwa.
Frank dan Lillian Gilbreth sering menggunakan
keluarga besarnya sebagai subyek percobaan. Kisah ini diangkat dalam novel
Cheaper by the Dozen yang ditulis anaknya yang bernama Frank Jr. dan Ernestine
Gilbreth Carey. Kisah lanjutan berjudul Belles on Their Toes diterbitkan tahun
1950. Isinya mengisahkan perjalanan hidup keluarga Gilbreth setelah Frank
Gilbreth meninggal dunia pada tahun 1924. Frank Jr kembali menulis novel
lanjutannya, Time Out For Happiness yang terbit tahun 1971, dan sekarang sudah
habis dan tidak dicetak lagi.
Lillian Evelyn Moller lahir tanggal 24 Mei 1878 di
Oakland, California, Amerika Serikat dan meninggal pada tanggal 2 Januari 1972
dalam usia 93 tahun, di Phoenix, Arizona. Lillian Moller Gilbreth, BA, MA, PhD
adalah salah seorang wanita ilmuwan Amerika Serikat yang pertama kali
menyandang gelar doktor (Ph.D).
Sebagian orang berpendapat bahwa Lillian ahli
psikologi organisasi dan industri yang pertama. Bersama suami bernama Frank
Bunker Gilbreth, ia adalah perintis bidang teknik industri. Pasangan suami
istri Frank dan Lillian Gilbreth memiliki banyak anak, 12 anak namun satu
meninggal dunia, sehingga mereka tertarik dalam studi waktu dan gerak.
Kesibukan pasangan ini digambarkan dalam novel Cheaper by the Dozen dan Belles
on Their Toes.
Sebagai penghormatan baginya, Dinas Pos Amerika
Serikat mengeluarkan prangko bergambar Lillian Gilbreth pada tahun 1984.
Gilbreth dianggap sebagai "Ratu Bidang Teknik yang Pertama", dan
menjadi wanita pertama yang dipilih sebagai anggota Akademi Teknik Nasional
Amerika Serikat. Gilbreth bekerja sebagai staf pengajar di Universitas Purdue,
Akademi Teknik
Newark dan Universitas Wisconsin-Madison.
Selain itu, Lillian Gilbreth juga bekerja sebagai
penasihat lima orang presiden, mulai dari Presiden Hoover, Roosevelt,
Eisenhower, Kennedy, hingga Johnson. Di antara topik yang dikuasainya terdapat
masalah pertahanan sipil, produksi di masa perang, dan rehabilitasi orang
cacat. Pasangan suami istri Gilbreth mendirikan firma konsultasi manajemen
bernama Gilbreth, Inc. yang mengkhususkan diri pada studi waktu dan gerak.
Lillian menulis buku The Psychology of Management
(1921) yang membahas soal tipe manajemen dan juga masalah kompensasi. Pasangan
Gilbreth mendapat tempat khusus dalam ruang pamer Museum Nasional Sejarah
Amerika yang dikelola Lembaga Smithsonian. Selain itu, potretnya juga dipajang
di Galeri Potret Nasional.
C. Gerakan Dasar (Therblig)
Keluarga Gilbreth berhasil menciptakan kronometer
yang dapat mencatat setiap gerakan yang dilakukan oleh pekerja dan lamanya
waktu yang dihabiskan untuk melakukan setiap gerakan tersebut. Gerakan yang
sia-sia yang luput dari pengamatan mata telanjang dapat diidentifikasi dengan
alat ini, untuk kemudian dihilangkan. Dalam proses analisis gerakan-gerakan,
pertama-tama suatu pekerjaan diuraikan menjadi dasar pembentukanya. Pengertian
dari setiap elemen gerakan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Mencari (Search)
Elemen gerakan mencari merupakan gerakan dasar dari
pekerja untuk menemukan lokasi objek. Yang bekerja dalam hal ini adalah mata.
Gerakan ini dimulai pada saat mata bergerak mencari objek dan berakhir bila
objek telah ditemukan.
Tujuan dari penganalisaan ini adalah menghilangkan
sedapat mungkin gerakan yang tidak perlu. Mencari merupakan gerakan yang tidak
efektif dan masih dapat dihindarkan misalnya dengan menyimpan peralatan atau
bahan-bahan pada tempat yang tetap sehingga poses mencari dapat dihilangkan
2. Memilih (Select)
Memilih merupakan gerakan untuk menemukan suatu
objek yang tercampur, tangan dan mata adalah dua bagian badan yang digunakan
untuk melakukan gerakan ini. Therblig ini dimulai pada saat tangan dan mata
mulai memilih, dan berakhir bila objek telah ditemukan. Batas antara mulai
memilih dan akhir dari mencari agak sulit untuk ditentukan karena ada pembaruan
pekerja diantara kedua gerakan tersebut, yaitu gerakan yang dilakukan oleh
mata.
Gerakan memilih merupakan gerakan yang tidak
efektif, sehingga sedapat mungkin elemen gerakan ini dihindarkan. Contoh dari
elemen gerakan memilih adalah gerakan yang diperlukan untuk memilih pulpen dari
tempatnya, sedangkan pada tempat tersebut terdapat pula pinsil-pinsil dan pulpen-pulpen
yang satu dengan yang lainnya tercampur tidak beraturan
3. Memegang (Grasp)
Therblig ini adalah gerakan untuk memegang objek,
biasanya didahului oleh gerakan menjangkau dan dilanjutkan oleh gerakan
membawa. Therblig ini merupakan gerakan yang efektif dari suatu pekerjaan dan
meskipun sulit untuk dihilangkan, dalam beberapa keadaan masih dapat dikurangi.
4. Menjangkau (Reach)
Pengertian menjangkau dalam therblig adalah gerakan
tangan berpindah tempat tanpa beban, baik gerakan mendekati maupun menjauhi
objek.
Frank Gilbreth dengan model gerakan.
Gerakan ini biasanya didahului oleh gerakan melepas
dan diikuti oleh gerakan memegang. Therblig ini dimulai pada saat tangan mulai
berpindah dan berakhir bila tangan sudah berhenti.
Waktu yang digunakan untuk menjangkau, tergantung
pada jarak dari pergerkan tangan dan dari tipe menjangkaunya. Seperti juga
memegang, menjangkau sulit untuk dihilangkan secara keseluruhan dari siklus
kerja, yang masih mungkin adalah pengurangan dari waktu gerak ini.
5. Membawa (Move)
Elemen gerak membawa juga meruapakan gerak
perpindahan tangan, hanya dalam gerakan ini tangan dalam keadaan terbebani.
Gerakan membawa biasanya didahului oleh memegang dan dilanjutkan oleh melepas
atau dapat juga oleh pengarahan.
Therblig ini mulai dan berakhir pada saat yang sama
dengan menjangkau, karena itu faktor-faktor yang mempengaruhi waktu gerakannya
pun hampir sama yaitu jarak pindah, dan macamnya. Pengaruh yang lain adalah
beratnya beban yang dibawa oleh tangan.
6. Memegang Untuk Memakai (Hold)
Pengertian memegang untuk memakai disini adalah
memegang tanpa menggerakkan objek yang dipegang tesebut, perbedaannya dengan
memegang yang terdahulu adalah pada perlakuan terhadap objek yang dipegang.
Pada memegang, pemegangan dilanjutkan dengan gerak membawa, sedangkan memegang
untuk memakai tidak demikian.
Therblig ini merupakan gerakan yang tidak efektif,
dengan demikian sedapat mungkin harus dihilangkan atau paling tidak dikurangi.
7. Melepas (Release)
Elemen gerak melepas terjadi bila seorang pekerja
melepaskan objek yang dipegangnya. Bila dibandingkan dengan gerak therblig
lainnya, gerakan melepas merupakan gerakan yang relatif lebih singkat.
Therblig ini mulai pada saat pekerja mulai
melepaskan tangannya dari objek dan berakhir bila seluruh jarirnya sudah tidak
menyentuh objek lagi. Gerakan ini biasanya didahului oleh gerakan membawa atau
dapat juga gerakan mengarahkan dan biasanya diikuti oleh gerakan menjangkau.
8. Mengarahkan (Position)
Gerakan ini merupakan gerakan mengarahkan suatu
objek pada suatu lokasi tertentu. Mengarahkan biasanya didahului oleh gerakan
membawa dan biasa diikuti oleh gerakan merakit, gerkan ini mulai sejak tangan
mengendalihan objek dan berakhir pada saat gerakan merakit atau memakai dimulai
9. Mengarahkan Sementara (Pre position)
Mengarahkan sementara merupakan elemen gerakan
mengarahkan pada suatu tempat sementara. Tujuan dari penempatan ini adalah
memudahkan pemegangan apabila objek tersebut akan dipakai kembali. Dengan
demikian siklus kerja berikutnya elemen gerakan mengarahkan diharapkan
berkurang.
10. Pemeriksaan (Inspect)
Gerakan ini merupakan pekerjaan memeriksa objek
untuk mengetahui apakah objek telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Elemen ini
dapat berupa gerakan melihat seperti untuk memriksa warna, meraba seperti untuk
memeriksa kehalusan dan lain-lain.
Biasanya pemeriksaan dilakukan dengan membandingkan
objek dengan suatu standart. Sehingga banyak atau sedikitnya waktu untuk
pemeriksaan, tergantung pada kecepatan operator untuk menemukan perbesaan
antara objek dengan standart yang dibandingkan.
11. Perakitan (Assemble)
Mempelajari gerak yang digunakan untuk merakit
senjata.
Perakitan adalah gerakan untuk menggabungkan satu
objek dengan objek yang lain sehingga menjadi satu kesatuan. Pekerjaan dimulai
bila objek sudah siap dipasang dan berakhir bila objek tersebut sudah tergabung
secara sempurna
12. Lepas Rakit (Disassemble)
Gerakan ini merupakan kebaikan dari gerakan diatas,
disini dua bagian objek dipisahkan dari satu kesatuan. Gerakan lepas rakit
biasanya didahului oleh memegang dan dilanjutkan oleh membawa atau biasanya
juga dilanjutkan oleh melepas.
13. Memakai ( Use )
Yang dimaksud memakai disini adalah bila satu tangan
atau kedua - duanya dipakai untuk menggunakan alat. Lamanya waktu yang
dipergunakan untuk gerak ini tergantung dari jenis pekerjaannya dan
keterampilan dari pekerjaannya.
14. Keterlambatan Yang Tak Terhindarkan (Unavoidable
delay)
Keterlambatan yang dimaksud disini adalah
keterlambatan yang diakibatkan oleh hal-hal yang terjadi diluar kemampuan
pengendalian pekerja. Contohnya adalah padamnya listrik, rusaknya alat-alat dan
lain-lain. Keterlambatan ini dapat dihindarkan dengan mengadakan perubahan atau
perbaikan pada proses operasinya.
15. Keterlambatan Yang Dapat Dihindarkan (Avoidable
delay)
Keterampilan ini disebabkan oleh hal-hal yang
ditimbilakan sepanjang waktu kerja oleh pekerjanya baik disengaja maupun tidak
disengaja. Misalnya pekerja yang sedang merokok ketika sedang bekerja dan
lain-lain. Untuk mengurangi keterlambatan ini harus diadakan perbaikan oleh
pekerjanya tanpa harus merubah proses operasinya
16. Merencana ( Plan)
Merencana merupakan proses mental, diaman operator
berfikir untuk menentukan tindakan yang akan diambil selanjutnya. Waktu untuk
therblig ini sering pada seorang pekerja baru.
17. Istirahat Untuk Menghilangkan Rasa Fatique (Rest
to Overcome fatique)
Hal ini tidak terjadi pada setiap siklus kerja,
tetapi terjadi secara periodik. Waktu untuk memulihkan kembali kondisi badannya
dari ras fatique sebagai akibat kerja berbeda-beda, tidak saja karena jenis
pekerjaannya tetapi juga oleh individu pekerjanya.
PENGARUH TOKOH LAIN
D. Gilbreth dan Taylor
Frank dan Lillian Gilbreth mendukung Taylor yang
berusaha menerapkan prinsip manajemen ilmiahnya bagi praktek organisasi.
Keduanya tertarik dengan ide Taylor setelah mendengarkan ceramahnya pada sebuah
pertemuan profesional. Mereka menyempurnakan studi waktu dan gerak dalam ilmu
pengetahuan yang menggunakan analisis gambar gerak untuk mengevaluasi kinerja
pegawai. Mereka menekankan pentingnya faktor manusia dalam manajemen dan studi
pekerja. Bersama dengan Taylor, mereka membantu mempopulerkan manajemen ilmiah
dalam tatanan organisasi.
Walaupun penelitian Gilbreth sering dihubungkan
dengan penelitian yang dilakukan Frederick Winslow Taylor, di antara keduanya
terdapat perbedaan filosofi yang mendasar. Taylorism
identik dengan penggunaan stopwatch, dan Taylorisme
pada prinsipnya berhubungan dengan pengurangan waktu yang dibutuhkan untuk
melakukan suatu proses. Di lain pihak, fokus penelitian Frank dan Lillian
Gilbreth adalah proses yang lebih efisien dengan mengurangi gerakan yang
dibutuhkan. Dibandingkan dengan Taylorisme yang mengutamakan keuntungan,
prinsip Gilbreth lebih mengutamakan kesejahteraan pekerja. Perbedaan mencolok
di antara Taylorisme dan prinsip Gilbreth menyebabkan perbedaan pendapat di
antara pengikut Gilbreth dan Taylor.
Berdasarkan pada gagasan hasil penelitian tentang
hubungan gerakan dan kelelahan dalam pekerjaan. Menurut Frank, antara gerakan
dan kelelahan saling berkaitan. Setiap gerakan yang dihilangkan juga
menimbulkan kelelahan. Menurut Lillian, dalam pengaturan untuk mencapai gerakan
yang efektif dapat mengurangi kelelahan.
Dengan studi gerak dapat diperoleh berbagai
rancangan sistem kerja yang baik bagi suatu pekerjaan, suatu hal juga
diinginkan oleh Taylor, untuk mencari rancangan terbaik perlu dilakukan
pengukuran waktu untuk memilihnya yaitu untuk mencari rancangan mana yang
membutuhkan waktu tersingkat. Karena itu penerapan kedua penemuan itu selalu
dilakukan bersamaan sebagai dua hal yang saling melengkapi. Dalam
perkembangannya kemudian keduanya dipandang sebagai suatu kesatuan yang dikenal
dengan nama "Time and Motion Study" atau studi waktu dan gerakan.
Istilah lain yang juga digunakan adalah "Methods Engineering".
Frank dan Lillian Gilbreth merupakan promotor
ide-ide Taylor dan pada saat yang sama, sekaligus menjadi pesaing. Penyebab
konflik antara Taylor dan Gilbreths termasuk kecemburuan profesional,
perselisihan terhadap klien dan bayaran, dan masalah publisitas. Hal ini
langsung menyebabkan perselisihan dan terpecahnya kelompok Taylor.
Selama dua belas tahun sebelum pertemuan pertamanya
dengan Taylor pada tahun 1907, Glibreth adalah seorang kontraktor bangunan yang
inovatif, yang spesialisasinya adalah percepatan kerja dicapai melalui
mekanisme inovasi manajemen yang sistematis. Gilbreth mengembangkan alat
peningkatan pengolahan semen, teknik dasar menata tumpukan campuran semen
cepat, dan tangga yang dapat diatur, yang bisa dinaikkan untuk menjaga
ketinggian
tukang batu dengan dinding bangunan mereka. Untuk
meningkatkan efisiensi pekerja, ia mengatur landasan untuk beton dan bata
pengiriman, menganjurkan kompetisi antara kelompok-kelompok pekerja (sering
dibagi dengan etnisitas), dan merancang sebuah "daftar putih" untuk
menghargai para pekerja yang bekerja lebih teratur dan andal.
Gilbreth membuat Taylor terkesan, yang memasukkan
studi Gilbreth ke dalam buku The Principles of Scientific Management (1911),
yaitu menggunakan cara penataan batu bata Gilbreth untuk menggambarkan
pentingnya penggunaan teknik stopwatch yang disebut "keystone" (dasar)
manajemen ilmiah.
Perselisihan dengan Taylor juga meruncing karena
Taylor merasa bahwa Gilbreth telah memprovokasi pemogokan Gardner yang
mengganggu proses instalasi, memerintahkan Sanford Thompson untuk tidak memberi
pekerjaan lagi bagi Gilbreth.
Ketika Gilbreth menghadapi kebangkrutan pada
1911-1912 industri bangunan depresi dan memutuskan untuk mengabdikan diri penuh
waktu untuk Taylorisme dan gerak studi, ia kembali bergabung dengan Taylor.
Dalam membela mentornya, Gilbreth berpartisipasi dalam debat melawan para
pemimpin serikat buruh Society for the Promotion of the Science of Management
(SPSM).