Sabtu, 06 Desember 2014

Tugas Rangkuman Kelompok 5 (Manusia & Penderitaan)

Hubungan Manusia dengan Penderitaan
Penderitaan yang berasal dari kata derita, yang berarti menahan atau menanggung. Intensitas ketahanan akan penderitaan setiap orang ada tingkatannya, ada yang berat ada pula yang ringan. Sesuatu yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu dianggap penderitaan oleh orang lain. Karena penderitaan tidak ada yang sama menurut satu dengan lain orang. Contohnya hujan, merupakan penderitaan untuk orang di dataran rendah, namun menjadi nikmat untuk sebagian orang. Setiap orang pasti pernah mengalami penderitaan, dan itu sudah merupakan resiko. Namun dibalik itu Tuhan sudah menyiapkan sebuah hikmah untuk diambil nantinya.
Penderitaan dapat dilihat dari dua faktor, yaitu internal yang berasal dari dalam diri seperti tekanan batin contohnya, dan eksternal yang berasal dari luar, seperti ejekan dan sebagainya. Faktor eksternal terbagi lagi menjadi dua, yakni eksternal murni dan tidak murni. Eksternal murni adalah penyebab yang benar-benar berasal dari luar diri manusia yang bersangkutan.Sedangkan Eksternal tidak murni merupakan penderitaan yang bukan akibatdari ulah manusia yang bersangkutan.

·         Siksaan
Siksaan atau penyiksaan digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan hati korban. Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan fisik maupun psikologis, yang sengaja dilakukan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman, sadisme. Siksaan juga dapat dilakukan untuk interogasi untuk mendapatkan pengakuan.
·         Kekalutan Mental
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan jiwa.
Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah:
Terasa jelas pada fisiknya yang sering merasakan pusing, sesak nafas, nyeri pada lambung. Juga pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, dan mudah marah.
Kekalutan merupakan titik patah dan yang bersangkutan mengalami gangguan
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental:
·  Cara pematangan batin yang salahdengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial
·       Terjadi konflik sosial budaya
·       Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
Penderita kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti:
·         Orang yang terlalu mengejar materi
·         Anak-anak muda usia
·         Wanita
·         Kota-kota besar
·         Orang yang tidak beragama

Bagaimanakah Cara Mengatasi Penderitaan ?
Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekwenksi manusia hidup. Bahwa manusia hidup di takdirkan bukan hanya untuk bahagia, melainkan juga menderita. Untuk itu manusia diharuskan untuk optimis. Penderitaan pasti pernah di alami oleh setiaporang. Namun jika orang tersebut tidak mencoba berjuang untuk bangkit dari keterpurukan, hanya depresi dan ketakutan yang akan dirsakan.
Dan kita sebagai manusia tidak boleh putus asa atau pun mengeluh, yakin bahwa semua penderitaan itu adalah tantangan dan kita harus berjuang melawan penderitaan itu dan yakin selalu ada hikmah dibalik itu semua. Oleh karena itu saat penderitaan sedang melanda di kehidupan kita janganlah kita berkeluh kesah melainkan banyak berdoa dan selalu berfikir secara positif karena di balik penderitaan, InsyaAllah akan selalu berakhir manis.
Apa Saja Pengaruh Tejadinya Penderitaan ?
Orang yang mengalami penderitaan akan memperoleh pegaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang diperoleh dapat berupa sikap yang postif maupun sikap yang negatif.
Dapat berupa kekecewaan, duka, kesedihan, kekacauan hati dan fikiran. Pengaruh penderitaan juga dapat berupa perubahan pola fikir seseorang, pola perilaku dan pandangan hidup seseorang. Masih banyak orang yang menganggap penderitaan hanyalah membawa dampak buruk atau pengaruh buruk bagi mereka, tanpa disadari jika mereka berusaha menggali makna dari penderitaan tersebut sebenarnya memiliki suatu arti berupa pelajaran bagi setiap individu tersebut..

Sikap positif adalah sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukanlah rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan. Sedangkan sikap negatif adalah sikap pesimis dalam mengatasi penderitaan yang telah dialaminya.



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAd5tWCD2Q90x-dgpMjLHXkVhW7Y_aNBfTdAZBUvcdIrdodv7wgv3BCsamGnIgjlROfJJCCACjLMg2A_KhqAS2XtojvLAgLwzqh7WMbaPWdTeoZaPkmoRaYJRQJZGqvfoluOsxuSEV0qk/s1600/Mind+Map+IBD+5.PNG

Tugas individu IBD ( Rangkuman Materi Kelompok 2 )

Pendekatan Kesusastraan
Ilmu budaya Dasar pada kali ini berkaitan dengan budaya yang ada dalam keseharian dan budaya bangsa. Ada istilah Humamnities yang berasal dari bahasa latin yaitu, manusiawi, berbudaya, dan halus. Humanities juga berkaitan dengan cabang-cabang lainnya seperti filsafat, teologi, seni, dan cabang-cabangnya termasuk sastra, sejara, cerita rakyat, dsb.
Sastra adalah karya, sama posisinya dengan karya-karya lainnya, seperti Cerpen, Puisi, Lukissan, Patung, Musik, Seni Peran,dan apa saja yang merupakan hasil dari proses penciptaan.
Budaya yang dihubungkan dengan Prosa
Prosa adalah cerita karangan yang juga dapat diartikan sebagai bentuk cerita.
Prosa lama meliputi :
·         Dongeng
·         Hikayat
·         Sejarah
Prosa baru meliputi :
·         Kisah
·         Cerpen
·         Novel
·         Biografi
·         Otobiografi

Nilai – Nilai dalam prosa Fiksi
Prosa fiksi adalah prosa yang mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra, nilai-nilai diantaranya adalah :
1.      Memberi wawasan
2.      Memberi Informasi
3.      Memberi kesenangan
4.      Memberi warisan

Budaya yang dihubungkan dengan puisi
Puisi adalah karya tulisan yang mengekprsikan pengalaman jiwa sang penyairnya mengenai kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahsa yang Artistik dan Estetik, yang secara padu dan utuh didapatkan kata – katanya.
Kerativitas penyair dalam membangun puisinya yang meliputi sebagai berikut :
1.      Figurasi Bahasa
2.      Kata-kata yang bermakna ganda
3.      Kata-kata berjiwa
4.      Kata-kata yang sudah diberi nilai0nilai, rasa, dan asosiasi-asosiasi tertentu disebut juga kata-kata Konotatif

Alasan-alan yang mendasari penyajian puisi adalah :
Ø  Hubungan puisi dengan pengalaman individual
Ø  Puisi dan keinsyadan/kesadaran individual

Ø  Puisi dan keinsyafan/kesadaran sosial

Tugas IBD ( RANGKUMAN KELOMPOK 4)

Pengertian Manusia
Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya, karena manusia mempunyai akal dan pikiran untuk berfikir secara logis dan dinamis, dan bisa membatasi diri dengan perbuatan yang tidak dilakukan, dan kita pun bisa memilih perbuatan mana yang baik atau buruk untuk diri kita sendiri

Pengertian Keindahan
Keindahan, sering diutarakan kepada situasi tertentu, arti kata keindahan yaitu berasal dari kata “indah”, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Keindahan identik dengan kebenaran, sesuatu yang indah itu selalu mengandung kebenaran. Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah “kecantikan yang ideal” adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.
Dalam bahasa Latin, keindahan diterjemahkan dari kata “bellum” akar katanya adalah “benum” yang berarti kebaikan. Dalam bahasa Inggris diterjemahkan dengan kata “beautiful”, Prancis “beao” sedangkan Italy dan Spanyol ”beloo”. Kata benda Yunani klasik untuk “keindahan ” adalah , kallos, dan kata sifat untuk “indah” itu , kalos. Kata bahasa Yunani Koine untuk indah itu, hōraios, kata sifat etimologis berasal dari kata, hora, yang berarti “jam.” Dalam bahasa Yunani Koine, keindahan demikian dikaitkan dengan “berada di jam (waktu) yang sepatutnya.”

Hakikat dari Keindahan
Keindahan adalah susunan kualitas atau pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal yang disebut kesatuan (unity) keselarasan (harmony) kesetangkupan (symmetry) keseimbangan (balance) dan pertentangan (contrast).
Menurut luasnya pengertian keindahan dibedakan menjadi 3, yaitu :
Keindahan dalam arti luas.Menurut Aristoteles keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan,
Keindahan dalam arti estetik murni, yaitu pengalaman estetik seseorang dalam hubungan dengan segala sesuatu yang diserapnya,
Keindahan dalam arti terbatas, yaitu yang menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan penglihatan yakni berupa keindahan bentuk dan warna.

NILAI  ESTETIK
Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik.
Nilai itu ada yang membedakan antara nilai subyektif dan obyektif, Tetapi penggolongan yang penting ialah:
Nilai ekstrinsik yakni nilai yang sifatnya sebagai alat atau membantu untuk sesuatu hal. Contohnya tarian yang disebut halus dan kasar.
Nilai intrinsik yakni sifat baik yang terkandung di dalam atau apa yang merupakan tujuan dari sifat baik tersebut. Contohnya pesan yang akan disampaikan dalam suatu tarian.
Teori estetika keindahan menurut Jean M. Filo dalam bukunya “Current Concepts of Art” dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :
Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan itu bersifat subjektif adanya,  yakni karena manusianya menciptakan penilaian indah dan kurang indah dalam pikirannya sendiri.
Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan bersifat objektif adanya, yakni karena keindahan itu merupakan nilai yang intrinsik ada pada suatu objek.
Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan itu merupakan pertemuan antara yang subjektif dan yang objektif, artinya kualitas keindahan itu baru ada apabila terjadi pertemuan antara subjek manusia dan objek substansi.
Hubungan Manusia dengan Keindahan
Manusia dan keindahan memang tak bisa dipisahkan sehingga kita perlu melestarikan bentuk dari keindahan yang telah dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya dapat menjadi bagian dari suatu kebudayaan yang dapat dibanggakan. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan budaya. Karena itu dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun kapan pun dan siapa saja dapat menikmati keindahan..
Keindahan tersebut pada dasarnya adalah almiah. Alam itu ciptaan Tuhan. Alamiah itu adalah wajar tidak berlebihan dan tidak kurang. Konsep keindahan itu sendiri sangatlah abstrak ia identik dengan kebenaran. Batas keindahan akan behenti pada pada sesuatu yang indah dan bukan pada keindahan itu sendiri. Keindahan mempunyai daya tarik yang  selalu bertambah,  sedangkan yang tidak ada unsur keindahanya tidak mempunyai daya tarik.

Cara untuk Mengetahui Suatu Keindahan

1.     Renungan
Renungan berasal dari kata renung, merenung artinya dengan diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Jadi apa yang direnungkan itu bergantung kepada obyek dan subyek.
Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori. Teori-teori itu ialah:
TEORI PENGUNGKAPAN
TEORI METAFISIK
TEORI PSIKOLOGIS

2.     Keserasian
Keserasian identik dengan keindahan. Sesuatu yang serasi tentu tampak indah dan yang tidak serasi tidak indah. Karena itu sebagian ahli berpendapat bahwa keindahan ialah sejumlah kualitas pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal.

3.     Kehalusan
Kehalusan berasal dari kata halus artinya tidak kasar (perbuatan) lembut, sopan, baik budi bahasanya, beradab. Kehalusan berarti sifat-sifat yang halus. Halus itu berarti suatu sikap manusia dalam pergaulan baik dalam masyarakat kecil maupun dalam masyarakat luas. Sudah tentu sebagai lawannya ialah sikap kasar atau sikap orang-orang yang sedang emosi, bersikap sombong, bersikap kaku sikap orang yang sedang bermusuhan. Oleh karena itu kehalusan dapat menunjukan nilai keindahan seseorang dan sikap kasar bisa mengurangi nilai keindahan dari seseorang.

Kontemplasidan Ekstansi
Kontemplasi adalah suatu proses bermeditasi, merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk mencari nilai-nilai makna, manfaat, dan tujuan, atau niat hasil penciptaan. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah.

Tugas Individu (Merangkum jawaban kelompok yang belum terjawab) #3

(Kelompok 3)

Denno ( Kel.6 )
Cinta menurut agama budha metta ?
Agama Buddha memandang Cinta seutuhnya sebagai Brhma-viraha, yaitu empat keadaan batin yang luhur. Pertama: Metta, yaitu memancarkan cinta kasih yang tidak terbatas dan universal, dan kemauan baik terhadap semua makhluk, tanpa membuat perbedaan apa pun juga, seperti seorang ibu mencintai anaknya yang tunggal. Kedua:Karuna: yaitu belaskasihan terhadap semua makhluk yang sedang menderita, mendappat kesukaran dan kemalangan. Ketiga Mudita, yaitu kegembbiraan yang simpatik terhadap sukses, kejayaan dan kebahagiaan orang lain. Keempat Upekha:, yaitu keseimbangabedaan kepercayaa, warna kulit, bangsa, kelamin ataupun kedudukan social, maka dunia akan dapat diubah menjadi surge, dimana semua makhluk dapat hidup aman, damai dan harmoni, serta menjadi penduduk dunia yang beradab dan beraspirasi luhur

Agung ( Kel.5 )
Cinta kasih Erotis fisis itu berupa apa ?
Cintah kasih yang sudah dewasa dimana melihat fisik lawan jenis sehingga timbul rasa suka dan ingin lebih dekat. Karna itu bisa menjadi Cintah kasih yang sangat Besar.Apabila engkau berbicara tentang harapanmu kepada Alla, engkau dapat melukiskan rahmat cinta kasih seksual dalam perrnikahan

Diajeng ( Kel.2 )
Bagaimana Cinta Kasih seutuhnya tidak sesaat ?
Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih bersumber dari cinta yang mendalam. Cinta sendiri member arti memiliki peranan penting dalam suatu kehidupan, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan. Cinta juga bisa diartikan dalam arti lain yaitu pengikat yang kokoh antara manusia dan tuhannya sehingga manusia menyembah tuhan dengan ikhlas, dan mematuhi perintahnya.Jadi haruslah ada rasa percaya dan jujur antara suatu keluarga atau hungan agar terjalin komunikasih yang baik dalam membina suatu hubungan yang lama.


Mala ( Kel.4 )
apa itu piya,pema,rati,kama,tanha,ruci,dan sneha ?
Piya, pema, rati, kama, tanha, ruci, dan shena mungkin memang berbeda dengan Metta karna disni metta lebih menekaknnya rasa persaudaraan, ppersahabatan, dan pengorbanaan, yang mendorong kemauan baik, memandang makhluk lain sama dengan dirinya sendiri. Metta juga suatu keinginan untuk membahagiakan makhluk lain dan menyingkirkan kebencian (dosa) serta keinginan jahat (byapada), *Hanya demikian yang saya ketahui, mungkin bisa ditanyakan kepada agama Budha agar penjelasan dan pemahamannya detail. terimakasih..

Kamis, 30 Oktober 2014

Frank Bunker Gilbreth (Tokoh Psikologi Industri & Organisasi) PSIKOLOGI UMUM

 BIODATA TOKOH

Nama                           :  Frank Bunker Gilbreth
Tanggal Lahir              : 7 Juli 1868
Tempat Lahir               : Fairfield, Maine, Amerika Serikat
Pendidikan terakhir     : Sekolah Menengah Atas
Wafat                           : 14 Juni 1924 di Montclair, Amerika
Profesi                          : Ilmuwan
Nama istri                    : Lillian Moller Gilbreth

Nama Anak                  : Anne, Mary (wafat tahun 1912), Ernestine, Martha, Frank Jr,             Bill, Lill, Fred,   Dan, Jack, Bob, dan Jane








PEMBAHASAN

Gilbreth dan Studi Waktu

Ketika membicarakan Studi Waktu, maka ada dua tokoh sentral, yakni Frank Bunker Gilbreth dan Lillian Moller Gilbreth. Keduanya adalah pasangan suami istri. Frank dan Lillian Gilbreth adalah ilmuwan yang mengajarkan manajer agar mempertanyakan semua aspek di tempat kerja, dan secara terus menerus menerapkan metode yang lebih baik. Penekanan Frank dan Lillian Gilbreth adalah menemukan cara kerja paling efisien dengan tidak menyia-nyiakan gerakan yang bisa menimbulkan kelelahan serta waktu yang tidak efisien. Metode therblig menjadi cikal bakal perbaikan mutu kontinyu (CQI), dan penelitian di abad ke-20 mengungkap gerakan berulang-ulang sebagai penyebab cedera gerakan repetitif.


A. Frank Bunker Gilbreth
Gilbreth adalah penganjur manajemen ilmiah dan perintis studi gerak (motion study). Pendidikan Gilbreth hanya sampai sekolah menengah atas. Setelah bekerja sebagai pekerja bangunan, ia menjadi kontraktor bangunan, dan berlanjut menjadi ahli manajemen. Gilbreth kadang-kadang diundang sebagai dosen di Universitas Purdue yang banyak menerbitkan karya ilmiah yang ditulisnya. Istrinya bernama Lillian Moller Gilbreth yang dinikahinya tahun 1904. Pasangan suami istri ini memiliki 12 orang anak, tapi seorang meninggal dunia ketika masih kanak-kanak. Kedua belas putra-putri mereka adalah Anne, Mary (wafat tahun 1912), Ernestine, Martha, Frank Jr., William, Lillian, Fred, Daniel, John, Robert, dan Jane. Gilbreth meninggal mendadak akibat gagal jantung pada usia 55 tahun. Istrinya, Lillian sangat panjang umur, dan hidup hingga usia 93 tahun, meneruskan riset yang telah dilakukan bersama suaminya.

Gilbreth menemukan bidang penelitian yang disukainya ketika masih bekerja sebagai kontraktor bangunan. Pada waktu itu, ia berusia 17 tahun dan mencari cara tercepat dan termudah untuk mendirikan tembok dari batu bata. Bersama ilmuwan yang kemudian menjadi pasangan hidupnya, Lillian Moller Gilbreth, ia meneliti kebiasaan kerja pegawai tingkat klerikal dan manufaktur dalam usaha mencari cara meningkatkan hasil kerja dan membuat pekerjaan mereka menjadi mudah. Bersama istrinya, ia mendirikan perusahaan konsultasi manajemen bernama Gilbreth, Inc.

B. Sebagai seorang kontraktor
Frank Gilbreth, sangat peka terhadap efisiensi, karena itu mencurahkan perhatiannnya pada penelitian kerja pemasangan bata. F.Gilbreth meneliti tata cara pemasangan bata yang dilakukan oleh beberapa tukang.

Gerakan demi gerakan tangan dan tubuh para pekerja di pelajari melalui kamera, sehingga sampai pada kesimpulan bahwa pekerja yang tidak efisien melakukan beberapa gerakan tangan dan tubuh yang tidak perlu dalam melaksanakan pemasangan bata.
Dari pengalaman tersebut Gilbreth menetapkan tata cara standar yang harus dilaksanakan oleh pekerjaannya untuk mencapai efisiensi kerja yang tinggi. Teknik penelitian kerja cara Gilbreth ini dikenal sebagai motion study (penelitian gerakan kerja). Gilbreth menetapkan juga waktu kerja standar bagi pekerja normal yang melaksanakan cara kerja standar. Penelitiannya dilanjutkan sampai menemukan gerakan-gerakan dasar yang biasa disebut dengan THERBLIG. Dari penelitiannya itu akhirnya Gilbreth mendapat suatu prosedur untuk menganalisis gerakan kerja dan memperbaikinya. Prosedur tersebut adalah membagi-bagi gerakan kerja menjadi elemen-elemen gerakan dasar yang merupakan bagian dari suatu gerakan. Misalnya gerakan tangan mengambil sebuah gelas diuraikan menjadi elemen-elemen menjangkau, memegang dan mengangkut.

Gilbreth mengurangi semua gerakan tangan menjadi sejumlah 17 gerakan dasar, termasuk memegang, membawa, dan memegang untuk memakai. Nama ke-17 gerakan dasar tersebut adalah therblig yang diambil dari namanya sendiri ("Gilbreth") yang dieja terbalik. Dalam penelitiannya, ia menggunakan kamera film untuk menghitung waktu tersingkat dalam melakukan sebuah gerakan. Tahun 1911 Gilbreth menerbitkan buku yang berjudul "Motion Study ".

Gilbreth adalah orang pertama yang mengusulkan perawat kamar bedah bertugas menyodorkan peralatan bedah kepada dokter bedah seperti halnya seorang "kedi" (istilah yang digunakan Gilbreth). Gilbreth juga merancang teknik standar yang digunakan angkatan bersenjata di seluruh dunia dalam mengajarkan cara membongkar pasang senjata dengan cepat, termasuk dalam keadaan mata tertutup dan ruangan gelap total. Sebagian orang menganggap inovasi yang dilakukan Gilbreth telah menyelamatkan jutaan jiwa.

Frank dan Lillian Gilbreth sering menggunakan keluarga besarnya sebagai subyek percobaan. Kisah ini diangkat dalam novel Cheaper by the Dozen yang ditulis anaknya yang bernama Frank Jr. dan Ernestine Gilbreth Carey. Kisah lanjutan berjudul Belles on Their Toes diterbitkan tahun 1950. Isinya mengisahkan perjalanan hidup keluarga Gilbreth setelah Frank Gilbreth meninggal dunia pada tahun 1924. Frank Jr kembali menulis novel lanjutannya, Time Out For Happiness yang terbit tahun 1971, dan sekarang sudah habis dan tidak dicetak lagi.

Lillian Evelyn Moller lahir tanggal 24 Mei 1878 di Oakland, California, Amerika Serikat dan meninggal pada tanggal 2 Januari 1972 dalam usia 93 tahun, di Phoenix, Arizona. Lillian Moller Gilbreth, BA, MA, PhD adalah salah seorang wanita ilmuwan Amerika Serikat yang pertama kali menyandang gelar doktor (Ph.D).

Sebagian orang berpendapat bahwa Lillian ahli psikologi organisasi dan industri yang pertama. Bersama suami bernama Frank Bunker Gilbreth, ia adalah perintis bidang teknik industri. Pasangan suami istri Frank dan Lillian Gilbreth memiliki banyak anak, 12 anak namun satu meninggal dunia, sehingga mereka tertarik dalam studi waktu dan gerak. Kesibukan pasangan ini digambarkan dalam novel Cheaper by the Dozen dan Belles on Their Toes.

Sebagai penghormatan baginya, Dinas Pos Amerika Serikat mengeluarkan prangko bergambar Lillian Gilbreth pada tahun 1984. Gilbreth dianggap sebagai "Ratu Bidang Teknik yang Pertama", dan menjadi wanita pertama yang dipilih sebagai anggota Akademi Teknik Nasional Amerika Serikat. Gilbreth bekerja sebagai staf pengajar di Universitas Purdue, Akademi Teknik
Newark dan Universitas Wisconsin-Madison.
Selain itu, Lillian Gilbreth juga bekerja sebagai penasihat lima orang presiden, mulai dari Presiden Hoover, Roosevelt, Eisenhower, Kennedy, hingga Johnson. Di antara topik yang dikuasainya terdapat masalah pertahanan sipil, produksi di masa perang, dan rehabilitasi orang cacat. Pasangan suami istri Gilbreth mendirikan firma konsultasi manajemen bernama Gilbreth, Inc. yang mengkhususkan diri pada studi waktu dan gerak.

Lillian menulis buku The Psychology of Management (1921) yang membahas soal tipe manajemen dan juga masalah kompensasi. Pasangan Gilbreth mendapat tempat khusus dalam ruang pamer Museum Nasional Sejarah Amerika yang dikelola Lembaga Smithsonian. Selain itu, potretnya juga dipajang di Galeri Potret Nasional.

C. Gerakan Dasar (Therblig)

Keluarga Gilbreth berhasil menciptakan kronometer yang dapat mencatat setiap gerakan yang dilakukan oleh pekerja dan lamanya waktu yang dihabiskan untuk melakukan setiap gerakan tersebut. Gerakan yang sia-sia yang luput dari pengamatan mata telanjang dapat diidentifikasi dengan alat ini, untuk kemudian dihilangkan. Dalam proses analisis gerakan-gerakan, pertama-tama suatu pekerjaan diuraikan menjadi dasar pembentukanya. Pengertian dari setiap elemen gerakan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Mencari (Search)

Elemen gerakan mencari merupakan gerakan dasar dari pekerja untuk menemukan lokasi objek. Yang bekerja dalam hal ini adalah mata. Gerakan ini dimulai pada saat mata bergerak mencari objek dan berakhir bila objek telah ditemukan.

Tujuan dari penganalisaan ini adalah menghilangkan sedapat mungkin gerakan yang tidak perlu. Mencari merupakan gerakan yang tidak efektif dan masih dapat dihindarkan misalnya dengan menyimpan peralatan atau bahan-bahan pada tempat yang tetap sehingga poses mencari dapat dihilangkan
2. Memilih (Select)

Memilih merupakan gerakan untuk menemukan suatu objek yang tercampur, tangan dan mata adalah dua bagian badan yang digunakan untuk melakukan gerakan ini. Therblig ini dimulai pada saat tangan dan mata mulai memilih, dan berakhir bila objek telah ditemukan. Batas antara mulai memilih dan akhir dari mencari agak sulit untuk ditentukan karena ada pembaruan pekerja diantara kedua gerakan tersebut, yaitu gerakan yang dilakukan oleh mata.

Gerakan memilih merupakan gerakan yang tidak efektif, sehingga sedapat mungkin elemen gerakan ini dihindarkan. Contoh dari elemen gerakan memilih adalah gerakan yang diperlukan untuk memilih pulpen dari tempatnya, sedangkan pada tempat tersebut terdapat pula pinsil-pinsil dan pulpen-pulpen yang satu dengan yang lainnya tercampur tidak beraturan

3. Memegang (Grasp)

Therblig ini adalah gerakan untuk memegang objek, biasanya didahului oleh gerakan menjangkau dan dilanjutkan oleh gerakan membawa. Therblig ini merupakan gerakan yang efektif dari suatu pekerjaan dan meskipun sulit untuk dihilangkan, dalam beberapa keadaan masih dapat dikurangi.

4. Menjangkau (Reach)

Pengertian menjangkau dalam therblig adalah gerakan tangan berpindah tempat tanpa beban, baik gerakan mendekati maupun menjauhi objek.

Frank Gilbreth dengan model gerakan.

Gerakan ini biasanya didahului oleh gerakan melepas dan diikuti oleh gerakan memegang. Therblig ini dimulai pada saat tangan mulai berpindah dan berakhir bila tangan sudah berhenti.

Waktu yang digunakan untuk menjangkau, tergantung pada jarak dari pergerkan tangan dan dari tipe menjangkaunya. Seperti juga memegang, menjangkau sulit untuk dihilangkan secara keseluruhan dari siklus kerja, yang masih mungkin adalah pengurangan dari waktu gerak ini.

5. Membawa (Move)

Elemen gerak membawa juga meruapakan gerak perpindahan tangan, hanya dalam gerakan ini tangan dalam keadaan terbebani. Gerakan membawa biasanya didahului oleh memegang dan dilanjutkan oleh melepas atau dapat juga oleh pengarahan.
Therblig ini mulai dan berakhir pada saat yang sama dengan menjangkau, karena itu faktor-faktor yang mempengaruhi waktu gerakannya pun hampir sama yaitu jarak pindah, dan macamnya. Pengaruh yang lain adalah beratnya beban yang dibawa oleh tangan.

6. Memegang Untuk Memakai (Hold)

Pengertian memegang untuk memakai disini adalah memegang tanpa menggerakkan objek yang dipegang tesebut, perbedaannya dengan memegang yang terdahulu adalah pada perlakuan terhadap objek yang dipegang. Pada memegang, pemegangan dilanjutkan dengan gerak membawa, sedangkan memegang untuk memakai tidak demikian.

Therblig ini merupakan gerakan yang tidak efektif, dengan demikian sedapat mungkin harus dihilangkan atau paling tidak dikurangi.

7. Melepas (Release)

Elemen gerak melepas terjadi bila seorang pekerja melepaskan objek yang dipegangnya. Bila dibandingkan dengan gerak therblig lainnya, gerakan melepas merupakan gerakan yang relatif lebih singkat.

Therblig ini mulai pada saat pekerja mulai melepaskan tangannya dari objek dan berakhir bila seluruh jarirnya sudah tidak menyentuh objek lagi. Gerakan ini biasanya didahului oleh gerakan membawa atau dapat juga gerakan mengarahkan dan biasanya diikuti oleh gerakan menjangkau.
8. Mengarahkan (Position)
Gerakan ini merupakan gerakan mengarahkan suatu objek pada suatu lokasi tertentu. Mengarahkan biasanya didahului oleh gerakan membawa dan biasa diikuti oleh gerakan merakit, gerkan ini mulai sejak tangan mengendalihan objek dan berakhir pada saat gerakan merakit atau memakai dimulai
9. Mengarahkan Sementara (Pre position)

Mengarahkan sementara merupakan elemen gerakan mengarahkan pada suatu tempat sementara. Tujuan dari penempatan ini adalah memudahkan pemegangan apabila objek tersebut akan dipakai kembali. Dengan demikian siklus kerja berikutnya elemen gerakan mengarahkan diharapkan berkurang.

10. Pemeriksaan (Inspect)

Gerakan ini merupakan pekerjaan memeriksa objek untuk mengetahui apakah objek telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Elemen ini dapat berupa gerakan melihat seperti untuk memriksa warna, meraba seperti untuk memeriksa kehalusan dan lain-lain.

Biasanya pemeriksaan dilakukan dengan membandingkan objek dengan suatu standart. Sehingga banyak atau sedikitnya waktu untuk pemeriksaan, tergantung pada kecepatan operator untuk menemukan perbesaan antara objek dengan standart yang dibandingkan.

11. Perakitan (Assemble)

Mempelajari gerak yang digunakan untuk merakit senjata.

Perakitan adalah gerakan untuk menggabungkan satu objek dengan objek yang lain sehingga menjadi satu kesatuan. Pekerjaan dimulai bila objek sudah siap dipasang dan berakhir bila objek tersebut sudah tergabung secara sempurna

12. Lepas Rakit (Disassemble)
Gerakan ini merupakan kebaikan dari gerakan diatas, disini dua bagian objek dipisahkan dari satu kesatuan. Gerakan lepas rakit biasanya didahului oleh memegang dan dilanjutkan oleh membawa atau biasanya juga dilanjutkan oleh melepas.

13. Memakai ( Use )

Yang dimaksud memakai disini adalah bila satu tangan atau kedua - duanya dipakai untuk menggunakan alat. Lamanya waktu yang dipergunakan untuk gerak ini tergantung dari jenis pekerjaannya dan keterampilan dari pekerjaannya.

14. Keterlambatan Yang Tak Terhindarkan (Unavoidable delay)

Keterlambatan yang dimaksud disini adalah keterlambatan yang diakibatkan oleh hal-hal yang terjadi diluar kemampuan pengendalian pekerja. Contohnya adalah padamnya listrik, rusaknya alat-alat dan lain-lain. Keterlambatan ini dapat dihindarkan dengan mengadakan perubahan atau perbaikan pada proses operasinya.

15. Keterlambatan Yang Dapat Dihindarkan (Avoidable delay)

Keterampilan ini disebabkan oleh hal-hal yang ditimbilakan sepanjang waktu kerja oleh pekerjanya baik disengaja maupun tidak disengaja. Misalnya pekerja yang sedang merokok ketika sedang bekerja dan lain-lain. Untuk mengurangi keterlambatan ini harus diadakan perbaikan oleh pekerjanya tanpa harus merubah proses operasinya
16. Merencana ( Plan)
Merencana merupakan proses mental, diaman operator berfikir untuk menentukan tindakan yang akan diambil selanjutnya. Waktu untuk therblig ini sering pada seorang pekerja baru.

17. Istirahat Untuk Menghilangkan Rasa Fatique (Rest to Overcome fatique)
Hal ini tidak terjadi pada setiap siklus kerja, tetapi terjadi secara periodik. Waktu untuk memulihkan kembali kondisi badannya dari ras fatique sebagai akibat kerja berbeda-beda, tidak saja karena jenis pekerjaannya tetapi juga oleh individu pekerjanya.







PENGARUH TOKOH LAIN

D. Gilbreth dan Taylor

Frank dan Lillian Gilbreth mendukung Taylor yang berusaha menerapkan prinsip manajemen ilmiahnya bagi praktek organisasi. Keduanya tertarik dengan ide Taylor setelah mendengarkan ceramahnya pada sebuah pertemuan profesional. Mereka menyempurnakan studi waktu dan gerak dalam ilmu pengetahuan yang menggunakan analisis gambar gerak untuk mengevaluasi kinerja pegawai. Mereka menekankan pentingnya faktor manusia dalam manajemen dan studi pekerja. Bersama dengan Taylor, mereka membantu mempopulerkan manajemen ilmiah dalam tatanan organisasi.

Walaupun penelitian Gilbreth sering dihubungkan dengan penelitian yang dilakukan Frederick Winslow Taylor, di antara keduanya terdapat perbedaan filosofi yang mendasar. Taylorism
identik dengan penggunaan stopwatch, dan Taylorisme pada prinsipnya berhubungan dengan pengurangan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan suatu proses. Di lain pihak, fokus penelitian Frank dan Lillian Gilbreth adalah proses yang lebih efisien dengan mengurangi gerakan yang dibutuhkan. Dibandingkan dengan Taylorisme yang mengutamakan keuntungan, prinsip Gilbreth lebih mengutamakan kesejahteraan pekerja. Perbedaan mencolok di antara Taylorisme dan prinsip Gilbreth menyebabkan perbedaan pendapat di antara pengikut Gilbreth dan Taylor.

Berdasarkan pada gagasan hasil penelitian tentang hubungan gerakan dan kelelahan dalam pekerjaan. Menurut Frank, antara gerakan dan kelelahan saling berkaitan. Setiap gerakan yang dihilangkan juga menimbulkan kelelahan. Menurut Lillian, dalam pengaturan untuk mencapai gerakan yang efektif dapat mengurangi kelelahan.

Dengan studi gerak dapat diperoleh berbagai rancangan sistem kerja yang baik bagi suatu pekerjaan, suatu hal juga diinginkan oleh Taylor, untuk mencari rancangan terbaik perlu dilakukan pengukuran waktu untuk memilihnya yaitu untuk mencari rancangan mana yang membutuhkan waktu tersingkat. Karena itu penerapan kedua penemuan itu selalu dilakukan bersamaan sebagai dua hal yang saling melengkapi. Dalam perkembangannya kemudian keduanya dipandang sebagai suatu kesatuan yang dikenal dengan nama "Time and Motion Study" atau studi waktu dan gerakan. Istilah lain yang juga digunakan adalah "Methods Engineering".



Frank dan Lillian Gilbreth merupakan promotor ide-ide Taylor dan pada saat yang sama, sekaligus menjadi pesaing. Penyebab konflik antara Taylor dan Gilbreths termasuk kecemburuan profesional, perselisihan terhadap klien dan bayaran, dan masalah publisitas. Hal ini langsung menyebabkan perselisihan dan terpecahnya kelompok Taylor.

Selama dua belas tahun sebelum pertemuan pertamanya dengan Taylor pada tahun 1907, Glibreth adalah seorang kontraktor bangunan yang inovatif, yang spesialisasinya adalah percepatan kerja dicapai melalui mekanisme inovasi manajemen yang sistematis. Gilbreth mengembangkan alat peningkatan pengolahan semen, teknik dasar menata tumpukan campuran semen cepat, dan tangga yang dapat diatur, yang bisa dinaikkan untuk menjaga ketinggian
tukang batu dengan dinding bangunan mereka. Untuk meningkatkan efisiensi pekerja, ia mengatur landasan untuk beton dan bata pengiriman, menganjurkan kompetisi antara kelompok-kelompok pekerja (sering dibagi dengan etnisitas), dan merancang sebuah "daftar putih" untuk menghargai para pekerja yang bekerja lebih teratur dan andal.

Gilbreth membuat Taylor terkesan, yang memasukkan studi Gilbreth ke dalam buku The Principles of Scientific Management (1911), yaitu menggunakan cara penataan batu bata Gilbreth untuk menggambarkan pentingnya penggunaan teknik stopwatch yang disebut "keystone" (dasar) manajemen ilmiah.

Perselisihan dengan Taylor juga meruncing karena Taylor merasa bahwa Gilbreth telah memprovokasi pemogokan Gardner yang mengganggu proses instalasi, memerintahkan Sanford Thompson untuk tidak memberi pekerjaan lagi bagi Gilbreth.

Ketika Gilbreth menghadapi kebangkrutan pada 1911-1912 industri bangunan depresi dan memutuskan untuk mengabdikan diri penuh waktu untuk Taylorisme dan gerak studi, ia kembali bergabung dengan Taylor. Dalam membela mentornya, Gilbreth berpartisipasi dalam debat melawan para pemimpin serikat buruh Society for the Promotion of the Science of Management (SPSM).

Kamis, 23 Oktober 2014

Rangkuman Kelompok 1

MANUSIA
1.      Pengertian Manusia
Manusia di dunia ini memegang peranan yang unik, dan dapat di pandang dari berbagai segi. Jika dipandang dari segi eksakta seperti ilmu kimia, maka manusia di pandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan sistem. Ilmu biologi memandang manusia sebagai makhluk biologis yang tergolong dalam golongan mamalia. Dan ilmu fisika beranggapan bahwa manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi. Dalam ilmu-ilmu sosial, ilmu sosiologi misalnya, manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup sendiri. Ilmu filsafat  memandang manusia sebagai makhluk berbudaya, homo humanus. Dan lain sebagainya.
Dari definisi-definisi di atas, tentu membuat kita sulit menyimpulkan tentang siapakah manusia itu. Oleh karen itu,  kita akan menjelaskan tentang manusia dari unsur-unsur yang membangunya:
Manusa terdiri dari empat unsur yang terkait, yaitu:
1.      Jasad: badan kasar manusia yang dapat kita lihat, raba bahkan di foto dan menempati ruang dan waktu.
2.      Hayat: mengandung unsur hidup, yang ditandai dengan gerak.
3.      Ruh: bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.
4.      Nafas: dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran akan diri sendiri.

Manusia sebagai kepribadian mengandung tiga unsur, yaitu:
1.      Id: Merupakan kodrat makhluk. Id adalah naluri makhluk hidup dalam rangka mempertahankan eksistensinya di muka bumi. Bertahan hidup dalam arti yang luas, yang  pada dasarnya merupakan segala aspek yang kita lihat di bumi ini. Id pada manusia termasuk naluri untuk berkembang biak, mempertahankan diri dari ancaman, naluri untuk bebas dari rasa lapar dan haus seperti halnya makhluk lain. Id pada manusia menghasilkan kecenderungan untuk agresif dan terfokus pada pemenuhan kebutuhan jasmani. Id adalah bagian dari sistem yang dihasilkan oleh tubuh untuk memenuhi kebutuhannya. Id seluruhnya berada pada alam bawah sadar. Id sering ditafsirkan sebagai insting. Namun insting berbeda dengan id. Oleh freud id disebut sebagai Triebe atau dalam arti literalnya drive (dorongan). Dorongan inilah yang menurut Freud mengendalikan dan menentukan kemampuan, kualitas dan kapasitas seseorang. Kalau id seseorang itu tinggi, maka kualitas orang tersebut secara keseluruhan dengan sendirinya akan tinggi. Usaha yang dilakukan oleh orang dengan id yang tinggi lebih baik jika dibandingkan dengan usaha yang dilakukan oleh orang yang id-nya rendah. Karena orang dengan id tinggi berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam arti luas dengan lebih baik.
2.      Ego: Merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubgunkan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain. Ego diatur oleh prinsip realitas dan mulai berkembang pada anak antara usia satu dan dua tahun.
3.      Superego:  Merupakan struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia limat tahun. Dibandingkan dengan Id dan ego, yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego terbentuk dari lingkungan eksternal. Jadi superego  menunjukkan pola aturan yang dalam derajat tertentu menghasilkan control diri melalui sistem imbalan dan hukuman yang terinternalisasi.
Dari uraian di atas maka dapat dikaji aspek tindakan manusia dengan analisa hubungan antara tindakan dan unusr-unsur manusia. Misalnya, orang yang senang penyimpang terhadap  nilai-nilai masyarakat dapat didefinisikan bahwa orang tersebut lebih dikendalikan oleh id daripada superego-nya, atau seringkali ada kelainan yang terjadi pada manusia, misalnya orang mempunyai kekurangan fisik  berani tampil di muka umum, dapat diterangkan dengan mengacu pada unsur nafs (kesadaran diri) yang dimiliki manusia. Semua unsur di atas tersebut dapat digunakan sebagai alat analisa bagi tingkah laku manusia.

2.      Hakekat manusia
Makhluk Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan
Tubuh adalah materi yag dapat dilihat, diraba, diras wujudnya konkrit, tetapi tidak abadi. Jika manusia meninggal, tubuhnya hancur dan lenyap. Jiwa terdapat di dalam tubuh manusia, tidak bisa dilihat, dibara, sifatnya bastrak tapi abadi. Jika manusia meninggal, jiwanya lepas dan kembali ke asalnya yaitu Tuhan.
Makhluk Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya
Kesempurnaannya terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi akal, perasaan, dan kehendak di dalam jiwanya. Dengan akal manusia mampu menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan perasaan manusia dapat menciptakan kesenian. Selanjutnya dengan adanya nilai baik dan buruk, mengharuskan manusia mampu mempertimbangkan segala sesuatu dalam bertindak.

Makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati da budayawi
Manusia adalah produk dari saling tindak atau interaksi faktor-faktor hayati dan budayawi. Sebagai makhluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi-segi anatomi, fisiologi, biokimia, genetika, evolusi biologinya, dan lain sebagainya. Sebagai makhluk budayawi manusia dapat dipelajari dari segi-segi kemasyarakatan, kekerabatan, psikologi sosial, ekonomi, bahasa, dan yang lainnya.

Makhluk ciptan Tuhan yang terkait dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas da martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya
Hidup manusia mempunyai tiga taraf, yaitu estetis, etis, dan religius. Dengan kehidupan estetis, manusia mampu menangkap dunia sekitarnya sebagai dunia yang mengagumkan dan mengungkapkan kembali ke dalam lukisan, tarian, nyanyian yang indah. Dengan etis, manusia meningkatkan kehidupan estetis ke dalam tingkatan manusiawi dalam bentuk-bentuk keputusan bebas dan dipertanggungajawabkan. Dengan kehidupan religius, manusia menghayati pertemuannya dengan Tuhan.


KEBUDAYAAN
Kepribadian Bangsa Timur
Manusia dimuka bumi ini mendiami wilayah yang berbeda, ada yang mendiami wilayah timur, wilayah barat dan wilayah timur tengah. Hal ini membuat kebiasaan, adat istiadat, kebudayaan dan kepribadian setiap manusia suatu wilayah berbeda dengan yang lainnya. Negara Indonesia termasuk ke dalam bangsa Timur, yang dikenal sebagai bangsa yang berkepribadian baik. Bangsa Timur dikenal dunia sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat
Kepribadian bangsa timur dapat diartikan suatu sikap yang dimiliki oleh suatu negara yang menentukan penyesuaian dirinya terhadap lingkungan. Kepribadian bangsa timur pada umumnya merupakan kepribadian yang mempunyai sifat toleransi yang tinggi.
Bangsa timur identik dengan benua asia yang penduduknya sebagian besar berambut hitam, berkulit sawo matang dan adapula yang berkulit putih, bermata sipit. Sebagian besar cara berpakaian orang timur lebih sopan dan tertutup mungkin karena orang timur kebanyakan memeluk agama islam dan menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku.
Pada umumnya kepribadian bangsa timur adalah sangat terbuka dan toleran terhadap bangsa lain, tetapi selama masih sesuai dengan norma, etika serta adat istiadat yang ada. Namun walaupun kita sudah tahu banyak tentang kepribadian bangsa Timur kita tidak bisa selalu beranggapan bahwa kebudayaan bangsa Timur lebih baik dari bangsa Barat. Karena semua hal pasti ada sisi positif dan negatifnya. Tidak ada di dunia ini yang sepenuhnya baik.
Secara garis besar kebudayaan asing yang mudah diterima adalah unsur kebudayaan kebendaan seperti peralatan yang terutama sangat mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya. Contohnya : Handphone, komputer, dll.
Unsur-unsur kebudayaan asing yang sulit diterima antara lain :
v  Unsur-unsur yang menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi, falsafah hidup dan lain-lain.
v  Unsur-unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi. Contoh yang paling mudah adalah soal makanan pokok suatu masyarakat.
Pada umumnya generasi muda dianggap sebagai individu-individu yang cepat menerima unsur-unsur kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi
Suatu masyarakat yang terkena proses akulturasi, selalu ada kelompok-kelompok individu yang sukar sekali atau bahkan tak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Diterima atau Tidaknya Suatu Unsur Kebudayaan Baru
Faktor-faktornya antara lain :
®    Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
®    Jika pandangan hidup dan nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama.
®    Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru. Misalnya sistem otoriter akan sukar menerima unsur kebudayaan baru.
®    Suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut.
®    Apabila unsur yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas




KAITAN  MANUSIA DENGAN KEBUDAYAAN

Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.
Kebudayaan berasal dari kata budaya yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Definisi Kebudyaan itu sendiri adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Namun kebudayaan juga dapat kita nikmati dengan panca indera kita. Lagu, tari, dan bahasa merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang dapat kita rasakan.
Secara sederhana hubungan antara manusia dengan kebudayaan ketika manusia sebagai perilaku kebudayaan,dan kebudayaan tersebut merupakan objek yang dilaksanakan sehari-hari oleh manusia
Di dunia sosiologi manusia dengan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya walaupun keduanya berbeda tetapi merupakan satu kesatuan yang butuh, ketika manusia menciptakan kebudayaan, dan kebudayaan itu tercipta oleh manusia. Contoh-contoh hubungan manusia dengan kebudayaan:
Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan
Contoh: Adat-istiadat melamar di Lampung dan Minangkabau. Di Minangkabau biasanya pihak permpuan yang melamar sedangkan di Lampung, pihak laki-laki yang melamar.

Cara hidup di kota dan di desa yang berbeda
Contoh: Perbedaan anak yang dibesarkan di kota dengan seorang anak yang dibesarkan di desa. Anak kota bersikap lebih terbuka dan berani untuk menonjolkan diri di antara teman-temannya sedangkan seorang anak desa lebih mempunyai sikap percaya pada diri sendiri dan sikap menilai ( sense of value ).

Kebudayaan-kebudayaan khusus kelas sosial
Di masyarakat dapat dijumpai lapisan sosial yang kita kenal, ada lapisan sosial tinggi, rendah dan menengah. Misalnya cara berpakaian, etiket, pergaulan, bahasa sehari-hari dan cara mengisi waktu senggang. Masing-masing kelas mempunyai kebudayaan yang tidak sama, menghasilkan kepribadian yang tersendiri pula pada setiap individu.

Kebudayaan khusus atas dasar agama
Adanya berbagai masalah di dalam satu agama pun melahirkan kepribadian yang berbeda-beda di kalangan umatnya.

Kebudayaan berdasarkan profesi
Misalnya: kepribadian seorang dokter berbeda dengan kepribadian seorang pengacara dan itu semua berpengaruh pada suasana kekeluargaan dan cara mereka bergaul. Contoh lain seorang militer mempunyai kepribadian yang sangat erat hubungan dengan tugas-tugasnya. Keluarganya juga sudah biasa berpindah tempat tinggal.